Puisi Fadli Zon Tentang Genderuwo dan Unggahannya yang Jadi Bumerang

Fadli Zon, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kita yang satu ini hobi banget yang namaya mengkritik pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setiap ada yang salah dari pemimpin negara, meskipun cuman sepatah kata, penghuni Senayan Bidang Politik dan Keamanan itu akan dengan sigap mencari kesempatan membuat tanggapan yang kemudian disorot media.

Sebagai alumni Universitas Indonesia yang pernah bergabung di Teater Sastra sekitar 1990an itu, Fadli memanfaatkan kebisaannya dalam mengolah kata. Pria kelahiran Jakarta, 1 Juni 1971 ini bahkan mampu membuat puisi dengan irama yang cukup unik. Puisi terbarunya  ia beri judul “Ada Genderuwo di Istana”.

Puisi Fadli yang ia unggah di laman Twitter-nya itu bukan tanpa maksud. Dua hari sebelumnya Presiden Jokowi lebih dulu melontarkan kata politik genderuwo pada saat  berpidato di acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 9 November 2018 kemarin.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar nggak ya. Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar, kan? Itu sering saya sampaikan, itu namanya 'politik genderuwo', nakut-nakuti," kata Jokowi.

Baca juga: Baru Rilis Lagu Terbaru, Yuk Kenalan Lebih Jauh Dengan Anak Perempuan Fadli Zon Ini!

Genderuwa, dalam pelafasan Bahasa Jawa, Genderuwo sendiri adalah sebuah mitos tentang makhluk halus atau jin yang berwujud manusia yang mirip kera dengan tubuh besar dan kekar, warna kulit kemerahan, serta sekujur tubuh yang ditumbuhi rambut.

Fadli Zon sendiri tak hanya sekali membuat puisi yang terinspirasi dari ucapan Presiden Jokowi. Belum lama, ia juga membuat sebuah puisi Sontoloyo yang kemudian diaransemen menjadi sebuah lagu. Lagu itupun ia nyanyika bersama musisi Ahmad Dhani dan Alang, pembuat lagu 2019GantiPresiden.

Baca juga: Pengadaan Tas Sembako Presiden: Dikritisi Fadli Zon, Dibolehkan KPU

Lewat akun twitternya, Fadli mengunggah sebuah video yang menampilkan foto dirinya, Ahmad Dhami, serta Alang pada Sabtu, 10 November 2011. Video itu pula yang ia unggah di akun YouTube pribadinya pada hari yang sama. Berikut penggalan lirik lagunya: 

Kau bilang ekonomi meroket
Padahal nyungsep meleset
Sontoloyo

Kau bilang produksi beras berlimpah
TRapi impor tidak kau cegah
Sontoloyo

Kau bilang pengangguran turun
Orang cari kerja makin berjibun
Sontoloyo

Utang numpuk bertambah
Rupiah anjlok melemah
Harga-harga naik merambah
Hidup rakyat makin susah
Kau jamu tuan asing bermewah-mewah

Rezim sontoloyo

Hal ini tentu tak perlu membuat geger netizen Indonesia. Sebab jauh sebelumnya, Fadli memang kerap membuat karya-karya nyeleneh demi bisa mengkiritik pemerintah dengan cara yang anti-mainstreem. Dengan akun Twitter kesayangannya itu, Fadli bahkan berani mengunggah sebuah video yang menuduh pemerintahan saat ini merupakan bagian dari PKI atau Partai Komunis Indonesia.

Video dengan sembilan orang berjoget memakai topeng dengan musik lagu Potong Bebek Angsa, namun lirik yang telah diganti itu menjadi viral di media sosial. Unggahan pada Jumat, 21 September 2018 itu bahkan berujung pada pelaporan ke polisi. Atas unggahannya itu, Fadli dilaporkan ke polisi oleh juru bicara PSI Rian Ernest pada Selasa, 25 September 2018. Laporan PSI itu terdaftar dalam nomor LP/B/1189/IX/2018/BARESKRIM. 

Namun Fadli tak gentar sama sekali. "Saya enggak takut sedikit pun," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

Dalam dunia politik sastra, puisi-puisi Fadli memang cukup memberi hiburan sesaat di Indonesia. Namun apakah dengan begitu saja sudah cukup membuat sebuah perubahan ke arah perpolitkan yang lebih baik? Tentu saja tidak cukup. Belum lagi, karya-karyanya itu justru bisa membuat bumerang bagi dirinya sendiri. Seperti unggahan lagu Potong Bebek Angsa yang diubah menjadi fitnah tentang PKI. Meski akan menarik perhatian publik, namun tentu saja itu akan menjadi masalah baru.

Related Article