Ternyata, Masih Banyak Nasi Ayam Murah di Jakarta..

Makan nasi ayam lebih murah di Singapura daripada di Indonesia? Hmm, menarik. Konon katanya, satu piring nasi ayam alias chicken rice di Singapura itu seharga Rp 35 ribu, sementara di Indonesia... Bisa mencapai Rp 50 ribu!

Sontar, saya kaget dan syok. Sebagai anak kos yang mematok biaya makan untuk sehari sebesar Rp 60 ribu, kalau memang benar nasi ayam di Jakarta bisa sampai Rp 50 ribu, adalah suatu hal  yang mustahil untuk mengkonsumsi nasi ayam bagi saya. Tapi kenyataan berkata sebaliknya. Dengan uang 60 ribu, ternyata saya masih bisa makan 2-3 piring nasi ayam sehari. Akhirnya, saya berpikir, "Kasihan betul kalau makan nasi ayam harus mengeluarkan uang segitu banyak! Makan di mana, ya?"

Berangkat dari rasa kasihan itu, akhirnya saya sebagai penggemar nasi ayam tergerak untuk merekomendasikan beberapan tempat makan nasi ayam yang murah di Jakarta, dan bahkan lebih murah dari Singapura. Selain harga, rasa juga enggak usah ditanya. Pasti enak! 

Ini dia beberapa rekomendasi #NasiAyamMurahTanpaMerusakIsiDompet versi saya!

Nasi Pecel Ayam Pinggir Jalan

Warung pecel lele pinggir jalan. Foto: harian.analisadaily.com

Ini dia "the ultimate" nasi ayam murah nan enak yang paling saya rekomendasikan. Nasi pecel ayam ini juga gampang banget untuk ditemui karena ada di mana-mana, walaupun ini bukanlah usaha franchise. Tapi spanduknya selalu memiliki template yang kurang lebih sama. 

Ngomongin harga, penjaja nasi pecel ayam ini sangatlah mengerti kantong anak kos seperti saya. Bayangin aja, satu porsi pecel ayam dengan nasi putih atau uduk itu hanya dipatok dengan harga Rp 17-20 ribu! Bahkan kadang Rp 20 ribu itu sudah bisa termasuk tahu dan tempe di dalamnya. Kalau ditambah minum, enggak akan lebih dari Rp 23 ribu sekali makan. Harga ini enggak sampai Rp 35 ribu seperti di Singapura.

Yang lebih spesial lagi, dan saya yaking tidak akan ditemui di Singapura, kita juga bisa menikmati ati ampela sebanyak 3 potong. Bahkan kita juga bisa menyantap kol goreng kalau memesannya. Ini pastinya menjadi salah satu pilihan menu andalan untuk makan malam, mengingat para penjaja makanan ini biasanya baru buka di atas jam 6 sore sampai tengah malam.

Nasi Ayam Pak Gembus

Setahun belakangan, nama Ayam Pak Gembus lagi naik daun. Ya, kedai ini juga menjual nasi ayam dengan sambal yang sangat pedas. Selain itu, campuran sausnya juga memberikan tawaran rasa yang berbeda dibanding nasi pecel ayam ala pedagang kaki lima. Bayangin deh, campuran saus yang terdiri dari cabai, bawang, kacang, dan minyak, ditambah dengan ayam goreng yang dimasak hingga kering. Harga nasi ayam Pak Gembus ini juga gak beda jauh dari nasi pecel ayam, hanya berbeda sekitar 1-2 ribu. Tempat makannya pun sudah dibuka di berbagai daerah sehingga mudah untuk disambangi. Pesan dari ojek online pun bisa. Kalau lagi malas atau sibuk, ini bisa jadi alternatif banget sih.

Nasi Ayam Penyet

Nasi ayam penyet merupakan varian lain dari nasi ayam goreng. Bedanya, nasi ayam penyet ini lebih sering dijual di kedai, bukan di pinggir jalan. Nasi ayam penyet pun memiliki keunikan, yaitu diletakkannya sambal di atas ayam yang sudah dipenyetkan terlebih dahulu. Harga nasi ayam penyet ini sebenarnya variatif, namun harga yang paling sering ditemukan di berbagai tempat di jakarta ada di kisaran Rp20-25 ribu. Dengan harga termahal Rp 25 ribu, berarti uang Rp 50 ribu itu bisa dipakai untuk memesan dua porsi nasi ayam penyet.

Sama seperti Pak Gembus, nasi ayam penyet juga bisa dibeli melalui ojek online. Bisa dilihat ada banyak banget penjual menu makanan ini. Mungkin sistem pemesanan ini juga bisa menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang sibuk, termasuk mereka yang lagi sibuk kampanye misalnya.

Nasi Ayam Geprek

Terakhir, tren terbaru dalam memakan nasi ayam adalah varian menu nasi ayam geprek. Bedanya dengan ayam penyet adalah ayam geprek menggunakan ayam goreng tepung dan biasanya boneless alias tidak bertulang. Sedangkan ayam penyet tidak. Kemudian, harga nasi ayam geprek juga sedikit lebih mahal, karena biasanya ayam geprek juga menggunakan inovasi-inovasi baru seperti menggunakan keju mozarella atau saus telor asin. Meskipun begitu, harga ayam geprek di berbagai kedai yang menjual hanya berada di kisaran Rp 20-30 ribuan. Tidak semahal nasi ayam yang diperkirakan mencapai Rp 50 ribu.

Nasi Ayam Favorit Kesukaan Saya: Nasi Uduk OK Rawamangun!

Nah, dari berbagai nasi ayam ini, yang paling saya suka karena memang enak dan dekat dari tempat tinggal adalah Nasi Uduk OK Rawamangun. Nasi uduk ini memberikan saus kacang dan sambal sebagai opsi peneman makan, dengan ayam goreng atau bakar sebagai menu utama. Selain itu, pelanggan juga dapat memesan tambahan nasi dan es teh manis tanpa harus membayar lagi. Total makan Rp30 ribu, kenikmatan es teh manis, ayam goreng/bakar, dan nasi uduk dengan saus kacang dan sambal sudah dapat dinikmati oleh pelanggan. Nasi Uduk OK ini memiliki opsi lesehan dan duduk biasa di bangku. Karena memang di pinggir jalan dan semi permanen, Nasi Uduk OK ini hanya buka malam hari. Namun jangan salah sangka, tempat ini amat ramai. Sehingga, hanya dalam hitungan 2-3 jam, beberapa menu favorit sudah sold out.

Hafizh Mulia adalah mahasiswa tingkat akhir program sarjana di Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Tertarik dengan isu-isu ekonomi, politik, dan transnasionalisme. Dapat dihubungi melalui Instagram dan Twitter dengan username @kolejlaif.

Related Article