Kalau Trump Beneran Bikin Tembok Perbatasan…

Saat ini, Pemerintah Amerika Serikat sedang ditutup (government shutdown) oleh presidennya sendiri. Hal ini disebabkan belum adanya titik terang antara Trump dan anggota kongres tentang pendanaan tembok perbatasan Meksiko-Amerika Serikat. Trump meminta pendanaan sebesar $5,7 miliar dari anggaran negara untuk membangun salah satu janji kampanyenya itu. Namun, fraksi Partai Demokrat yang menjadi mayoritas di lembaga house of representatives menolak permintaan Trump tersebut. Sebagai seorang presiden, Trump pun menutup pemerintahan sebagai bagian dari caranya bernegosiasi dengan kongres.

Kalau dilihat-lihat dari bagaimana Trump menginginkan pendanaan untuk tembok, rasa-rasanya kok, dia ngebet banget ya? Memangnya selama ini enggak ada tembok sama sekali apa gimana?

Tembok Perbatasan Amerika Serikat-Meksiko Masih Bolong-Bolong

Dilansir dari Bloomberg.com, perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko melintang sepanjang 3.218,68 kilometer dari negara bagian California sampai Texas. Dari 3 ribu lebih kilometer tersebut, perbatasan yang ada pembatasnya hanya sepanjang 1050,9 kilometer. Sisanya? Hanya berupa pembatas yang bolong-bolong dan mudah untuk dilalui secara ilegal. Pembatas yang bolong-bolong ini banyak ditemui di perbatasan yang bersinggungan langsung dengan negara bagian Texas.

Lantas, apakah ada orang yang berani melintasi perbatasan tersebut secara ilegal? Cukup banyak. Di tahun 2017, ada sekitar 303.196 kasus penangkapan migran ilegal yang melintasi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Dari angka ini, hampir setengahnya terjadi di perbatasan Texas yang paling rentan. Angka ini sudah menurun drastis dari tahun 2000 yang pernah mencapai 1,6 juta penangkapan.

Baca juga: Donald Trump Minta Dana untuk Tembok Perbatasan, Rakyat Terancam

Terlepas dari apakah tembok ini akan benar-benar dibangun di sepanjang perbatasan, kehadiran tembok ini jelas akan mengubah lanskap politik, ekonomi, dan budaya di Amerika Serikat secara signifikan. Memangnya apa aja sih akibatnya?

Pajak Rakyat Semakin Tercabang Arahnya

Sebelum tembok dibangun, fungsi pajak rakyat Amerika Serikat sudah cukup banyak. Beberapa di antaranya adalah untuk pendidikan, kesehatan, membayar pekerja publik, dan menjaga kualitas area publik. Dengan dibangunnya tembok ini, tentu negara harus menambah lagi pengeluarannya untuk membangun tembok. Kalau Trump dulu pernah beretorika Meksiko akan membayar pembangunan tembok tersebut, ternyata hal tersebut tidak kesampaian. Untuk fase pertama pembangunan saja, ia sudah meminta $5,7 miliar dari uang rakyatnya. Berdasarkan tulisan karya Colin Deeds dan Scott Whiteford yang berjudul The Social and Economic Costs of Trump’s Wall, Trump membutuhkan biaya sekitar $3,9 juta sampai $16 juta per mil ( setara dengan 1,6 kilometer). Angka ini tidak sedikit. Dengan Trump yang nampaknya harus merogoh kocek dari pajak rakyat, akan membuat pengeluaran pajak menjadi semakin tercabang-cabang fokusnya.

Membuka Lapangan Pekerjaan Baru

Selama proses pembuatan tembok, akan ada banyak lapangan pekerjaan baru yang terbuka, khususnya bagi para pekerja konstruksi. Diperkirakan oleh Bloomberg.com, pengerjaan tembok Trump ini akan membuka puluhan ribu lapangan pekerja baru. Meski begitu, belum dapat dipastikan apakah jumlah yang dibutuhkan tersebut dapat terpenuhi

Angka Imigran Ilegal Akan Turun

Ketika tembok perbatasan selesai dibuat, diperkirakan jumlah imigran ilegal yang masuk ke Amerika Serikat akan berkurang secara signifikan. Hal ini mengambil contoh dari wilayah San Diego yang sudah dibangun tembok perbatasannya dari tahun 1990-an. Di wilayah tersebut, angka penangkapan imigran ilegal langsung berkurang. Sedangkan angka penangkapan imigran ilegal di wilayah-wilayah yang perbatasannya lebih terbuka masih tinggi dan justru meningkat.

Mengurangi Keharmonisan Amerika Serikat dengan Meksiko

Kalau benar-benar tembok perbatasan dibangun, nampaknya hubungan Amerika Serikat dan Meksiko akan semakin renggang. Sampai saat ini, presiden Meksiko Peña Nieto tetap bersikukuh untuk tidak mendukung pembangunan tembok tersebut. Ia juga tidak akan membantu pembayarannya sama sekali. Dalam satu konferensi persnya di tanggal 25 Januari 2016, ia mengungkapkan, “Meksiko tidak percaya dengan tembok (perbatasan), saya sudah mengungkapkannya berkali-kali, Meksiko tidak akan membayar pembangunan tembok (perbatasan) tersebut.”

Related Article