featured

Foto: Unsplash

Olahraga

20 Jul 2021

Indonesia Harapkan Dua Medali Emas Olimpiade dari 28 Atlet

Ray

Perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 sudah di depan mata. Ajang olahraga dunia ini bakal mulai berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Indonesia mengirim 28 atlet terbaiknya untuk untuk berlaga di berbagai cabang olahraga.

Wakili 8 cabang olahraga

Mengutip situs Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, 28 atlet yang berangkat ke Olimpiade Tokyo terdiri dari 16 atlet putra dan 12 putri dan akan didampingi 23 official. 

Adapun para atlet yang bakal bertanding berdasarkan delapan cabang olahraga yang diwakilinya antara lain:

1. Angkat besi.

  • Eko Yuli Irawan (61 kg Putra), 
  • Deni (67 kg Putra), 
  • Rahmat Erwin Abdullah (73 kg Putra),
  • Windya Cantika Aisah (49 kg Putri), 
  • Nurul Akmal (+87 kg Putri).

2. Atletik.

  • Lalu Muhammad Zohri (Lari 100 m Putra), 
  • Aplhina Tehupeiory (Lari 100 m Putri).

3. Badminton/Bulu Tangkis.

  • Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie,
  • Tunggal Putri: Gregoria Mariska Tunjung
  • Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan,
  • Ganda Putri: Greysia Polii/Apriyani Rahayu,
  • Ganda Campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

4. Dayung.

Melani Putri, Mutiara Putri (Lighteweight Double Sculls Putri).

5. Menembak.

Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (Air Riffle 10 m Putri, Rifle 3 Positions 50 m Putri).

6. Panahan.

  • Riau Ega Agatha (Individu Putra, Beregu Putra, Beregu Campuran), 
  • Arif Dwi Pangestu (Beregu Putra),
  • Alviyanto Prastiyadi (Beregu Putra),
  • Diananda Choirunisa (Individu Putri, Beregu Campuran).

7. Renang.

  • Aflah Prawira (Gaya Bebas 400 m Putra, Gaya Bebas 1.500 m Putra),
  • Azzahra Permatahani (Medley Individu 400 m Putri).

8. Selancar.

Rio Waida (Shortboard Putra).

Pelepasan Kontingen

Pelepasan kontingen tim Indonesia dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat pada 8 Juli lalu dengan didampingi Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Rosan Roeslani.

Keberangkatan kontingen dibagi dalam empat gelombang. Tim bulutangkis akan diberangkatkan pada 8 Juli. Keberangkatan dilanjutkan dengan 6 cabang lainnya yaitu Angkat Besi, Dayung Menembak, Panahan, Berenang dan Selancar Ombak pada 17 Juli. 

Pada gelombang ketiga keberangkatan, terdiri dari atlet yang berasal dari 3 cabang olahraga yang akan berangkat pada 23 Juli dan gelombang keempat, yakni atletik berangkat pada 24 Juli.

Soal medali, Menpora Zainudi Amali menegaskan kalau pemerintah tidak menargetkan jumlah medali emas yang harus diraih para kontingen di Olimpiade Tokyo 2020.

Ia menegaskan, target yang dipatok pemerintah adalah kenaikan peringkat dibandingkan Olimpiade Rio de Janeiro 2016, yang menempatkan para atlet Indonesia pada peringkat 46 dunia dengan meraih satu medali emas dan dua perak.

"Kami tak menyebut berapa emas, perak, perunggu. Tapi saat diskusi, sangat gampang dimonitor. Jadi dalam grand desain target kita harus lebih baik dari yang terakhir," kata Amali seperti dikutip dari Detik.com

RI Diharapkan Bawa Pulang 2 Medali Emas

Asumsi.co pun menghubungi langsung salah satu atlet yang bakal berlaga dalam olimpiade kali ini, yaitu Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba yang mewakili cabang olahraga menembak.

Vidya yang saat ini sudah berada di Tokyo membenarkan target peringkat yang diharapkan Menpora Amali. Meski tak mengungkapkan jumlah target medali emas, namun dirinya optimistis bisa menjadi salah satu kontingen yang membawa pulang medali tersebut.

"Optimistis sih bisa dapat emas. Sejauh ini enggak ada yang bikin saya merasa tertantang atau atlet lain yang dianggap jadi pesaing berat. Pokoknya optimis," jelasnya melalui sambungan telepon, Selasa (20/7/21).

Saat ini Vidya masih melakukan uji coba dan adaptasi dengan lapangan tembak yang bakal menjadi arena bertanding nanti. Ia dijadwalkan mulai bertanding pada 23 Juli mendatang.

"Tatantangan yang saya rasakan saat ini enggak ada sih. Medannya sama seperti biasnya dipakai latihan. Sudah siap bertanding," ucapnya.

Baca juga:10.000 Volunteer Mundur, Olimpiade Tokyo 2020 Maju Terus!

Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (APKORI), Djoko Pekik Irianto, menilai makna dari target kenaikan peringkat ini, secara tidak langsung sebenarnya pemerintah Indonesia sudah punya target medali emas yang mesti diraih para atlet.

"Target kita selama ini kan memang gamblang bilang berapa jumlah medali emas, sekarang target peringkat. Sebetulnya peringkat itu pasti akan naik kalau dapat emas. Jadi harus ada emas yang otomatis peringkat akan naik. Artinya, menargetkan ada penambahan medali emas dari yang sebelumnya dapat satu, maunya sekarang dapat dua," jelas Djoko saat dihubungi terpisah. 

Ia meyakini, bila dua medali emas diperoleh maka Indonesia diproyeksikan bisa masuk ke 20 besar peringkat Olimpiade Tokyo 2020.

"Kalau mau masuk 20 besar, tentu mengangkatnya dapat dua medali emas. Harapannya tentu medali emas ini bisa didapatkan dari bulu tangkis di ganda campuran dan satu lagi di ganda putra. Kalau enggak, kans di angkat besi. Eko Yuli Irawan tentu jadi harapan besar karena selama ini dia unggulan," tandasnya.

Share: Indonesia Harapkan Dua Medali Emas Olimpiade dari 28 Atlet