featured

Foto: olympics.com

Internasional

6 Jun 2021

10.000 Volunteer Mundur, Olimpiade Tokyo 2020 Maju Terus!

Nadia

Menjelang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, 10.000 dari total 80.000 volunteer yang terdaftar mengundurkan diri. Padahal acara ini rencananya akan berlangsung pada bulan Juli-Agustus mendatang.

Kepala eksekutif panitia penyelenggara, Toshiro Muto mengatakan bahwa mundurnya para volunteer disebabkan karena kekhawatiran akan adanya Covid-19 yang masih berkembang.

“Tidak diragukan lagi bahwa salah satu alasannya adalah kekhawatiran atas infeksi virus corona,” ujarnya dikutip dari Japantimes (2/6/21). 

Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 yang sudah terhambat karena pandemi.

Keberadaan volunteer dalam pelaksanaan olimpiade dan paralimpiade tentunya sangat penting. Para volunteer dapat membantu berbagai teknis ketika pertandingan berlangsung, mulai dari persiapan tempat, hingga membantu penonton dan atlet.

Namun, karena pada tahun ini tidak ada penonton asing yang diizinkan masuk ke Jepang, panitia penyelenggara mungkin tidak membutuhkan volunteer sebanyak olimpiade sebelumnya.

Pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 seharusnya berjalan pada musim panas tahun lalu. Karena Covid-19 menyebar hampir ke seluruh dunia, olimpiade ini terpaksa ditunda.

Berbagai penolakan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2021 terus mengalir sampai saat ini. Dilansir dari RRI, penolakan terus mengalir karena khawatir akan terjadinya penyebaran Covid-19 yang lebih tinggi. Apalagi saat ini Tokyo sedang dalam status darurat Covid-19.

Baca juga: Ratusan Ribu Warga Jepang Tolak Olimpiade Tokyo 2020​​

Walaupun banyak penolakan, Wakil Presiden IOC John Coates mengatakan Olimpiade akan dimulai pada 23 Juli mendatang.

Dalam hal ini, Penasehat medis resah terkait kebijaksanaan mengadakan Olimpiade Tokyo. Penasihat medis pemerintah, Shigeru Omi mengatakan penyelenggara harus menjelaskan kepada publik mengapa mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan.

"Tidak normal mengadakan Olimpiade dalam situasi seperti ini," kata Omi kepada komite parlemen dikutip dari Japantimes (3/6/21).

Omi juga mengatakan, bahwa jika pertandingan akan diadakan dalam kondisi saat ini, penyelenggara olimpiade bertanggung jawab untuk mengurangi skala acara dan memperkuat langkah-langkah pengendalian virus corona sebanyak mungkin.

Perdana Menteri Yoshihide Suga dan penyelenggara meyakinkan bahwa mereka dapat menggelar pertandingan Olimpiade dan Paralimpiade dengan aman, terlepas dari situasi infeksi di Jepang, dan tanpa menentukan bagaimana mencapai tujuan itu. 

Kurangnya penjelasan mendetail tentang mengapa Olimpiade harus tetap diadakan di situasi pandemi seperti ini, terus mengundang kritik publik Jepang hingga kini.

Share: 10.000 Volunteer Mundur, Olimpiade Tokyo 2020 Maju Terus!