Bursa Pilkada 2020: dari Wali Kota Surabaya sampai Putra Jokowi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 semakin riuh dibicarakan dalam beberapa pekan terakhir. Sederet nama lama hingga nama-nama baru masuk dalam bursa pencalonan kepala daerah di berbagai wilayah. Teranyar, dua putra Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, juga masuk dalam bursa Pemilihan Wali Kota Surakarta periode 2020-2025.

Nama Gibran dan Kaesang muncul dalam survei Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang dilakukan di 96 lokasi dengan delapan responden di setiap titik. Survei menguji tiga kategori: popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Dari kategori popularitas, nama Gibran muncul dengan angka tertinggi, 90% responden mengenalnya. 

Di bawah Gibran ada nama Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo dan Kaesang dengan persentase popularitas 86%. Meski menang dari sisi popularitas, Gibran dan Kaesang masih tertinggal dari sisi akseptabilitas dan elektabilitas.

Soal akseptabilitas, Achmad Purnomo menempati peringkat tertinggi dengan persentase 83%, diikuti Gibran dengan persentase 61%, dan Teguh Prakosa yang merupakan Ketua DPRD Kota Surakarta dengan 49%. Dari segi elektabilitas, Achmad Purnomo juga masih menempati urutan pertama dengan angka 38%, diikuti Gibran dengan 13%, dan Teguh dengan 11%.

Kabar ini pun membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) buka suara. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera pun mengapresiasi aktivitas yang selama ini dilakukan Gibran dan Kaesang, apalagi keduanya juga diketahui aktif di media sosial dengan pernyataan-pernyataan yang yang selalu menarik perhatian.

"Itu dua-dunya muda, bagus, saya lihat komentar-komentarnya Kaesang. Menarik buat saya, lucu dan tidak baperan. Saya mengapresiasi," kata Mardani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/07). Meski demikian, Mardani lebih memilih mengusung anak-anak muda yang sudah aktif di partai atau organisasi politik. 

Apa Tanggapan Jokowi?

Presiden Joko Widodo sudah membaca hasil survei yang menempatkan kedua putranya, Gibran dan Kaesang, sebagai calon potensial Wali Kota Solo untuk periode 2020-2025. "Ya, saya senang aja," kata Jokowi di Resto Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, Jumat (26/07).

Jokowi menyebut Gibran dan Kaesang merupakan anak yang mandiri. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tak pernah mempersoalkan pilihan-pilihan  mereka, termasuk dalam hal bisnis. "Orangtua bisanya hanya mendukung. Kalau sudah diputuskan anak-anak, ya apa pun boleh. Jualan pisang saya dukung, jualan martabak saya dukung,” katanya. Soal minat keduanya untuk menjadi politikus, Jokowi tak hendak bicara mewakili anak-anaknya.

Gibran dan Kaesang Punya Modal Terjun ke Politik

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai baik Gibran maupun Kaesang bisa menjadi tokoh alternatif PDIP. Apalagi, tak banyak politisi-politisi muda PDIP yang punya popularitas tinggi selain Puan Maharani, putri Megawati Soekarnoputri. "Mau diakui atau tidak, politik kita itu basisnya klan. Jokowi memiliki modal yang besar untuk membangun itu," kata Adi kepada Asumsi.co, Selasa (30/07).

Putra dan putri Presiden Indonesia selalu mendapat modal besar untuk berpolitik, terutama dari segi popularitas. “Ada klan Suharto, ada klan Megawati, ada klan SBY, ada klan Gus Dur, dan kini ada klan Jokowi,” kata Adi.

Meski punya modal popularitas dari sang ayah yang merupakan Presiden RI, Adi pun tetap menyarankan kalau Gibran dan Kaesang mesti memulai karier politik dari bawah jika memang ingin cemerlang. Hal itu tentu saja berkaca dari Jokowi yang juga merintis karier politik dari bawah.

"Dengan mulai politik dari bawah, mereka akan mengetahui konsep, narasi, dan juga ideologi politik dengan matang,” ujarnya.

Related Article