Disindir Fadli Zon, Begini Kegiatan Jokowi di Lombok

Sejak Minggu, 2 September 2018 kemarin, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedatangannya itu merupakan lawatan ketiga setelah gempa bumi yang terjadi di sana. Meskipun ada agenda penutupan Asian Games 2018 yang dilaksanakan di Jakarta, namun Jokowi tetap memilih mengunjungi Kabupaten Lombok Utara.

Tak ayal, Wakil Ketua DPR Fadli Zon pun memberikan komentar atas sikap Presiden Jokowi. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, Jokowi yang memilih memberikan sambutan dengan menggunakan video bersama pengungsi gempa di Lombok mampu diberikan piala oscar.

"Bisa masuk nominasi Piala Oscar, nih," ujar Fadli.

Sekedar informasi, Piala Oscar atau Academy Award adalah sebuah ajang penganugerahan penghargaan film Amerika bagi industri film. Pemenang penghargaan akan diberi satu salinan patung oleh Academy Award of Merit atau lebih dikenal dengan julukan Oscar. 

Namun, di balik kunjungan itu, Jokowi memang memiliki beberapa agenda, di antaranya:

Penyerahan Langsung Bantuan Untuk Korban Dari Pemerintah

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan bahwa Jokowi terbang menuju Provinsi NTB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 12.20 WIB, Minggu, 2 September 2018. Menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Jokowi tiba di Bandar Udara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah pukul 15.00 WITA, dan berganti pesawat dengan Helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Lombok Utara.

Masih pada hari yang sama, Presiden Jokowi pun melakukan penyerahan secara langsung bantuan untuk renovasi rumah korban terdampak gempa di Provinsi NTB.

"Kita ingin agar rumah-rumah yang ada ini dibangun secepat-cepatnya. Oleh sebab itu semuanya harus bekerja keras, gotong royong, karena kita sebentar lagi akan masuk musim penghujan. Paling tidak ada konstruksi jadi atapnya sudah bisa dibangun, sehingga bisa dipakai untuk berteduh kembali apabila musim hujan sudah datang," ucap Presiden di Kelurahan Pemenang Baru, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Minggu, 2 September 2018.

Jokowi yang didampingi Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyerahkan bantuan secara simbolis sebanyak 5.293 buku tabungan dana stimulan rekonstruksi rumah yang telah selesai diverifikasi. Nilai total yang diserahkan sebanyak Rp 264 miliar untuk 5.293 KK yang rumahnya  rusak berat, sehingga masing-masing rumah rusak berat diberikan dana stimulus Rp 50 juta. Saat itu, Jokowi juga mengingatkan agar jangan sampai ada potongan apapun yang dibebankan kepada korban.

"Saya ingin tidak ada serupiah pun dari tabungan ini dipotong, enggak mau saya. Semuanya harus masuk ke masyarakat dan untuk membangun rumah masing-masing," kata Jokowi.

Pantau Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Sehari setelah memberikan secara langsung bantuan untuk para korban gempa Lombok, Jokowi pun memantau sekaligus memberikan arahan kepada 2.250 relawan dalam agenda rehabilitasi pascagempa. Ia mengungkapkan, bahwa tahap pertama yang segera dikerjakan yaitu membangun fasilitas publik seperti pasar, puskesmas, sekolah, serta rumah ibadah.

Untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi NTB, Jokowi juga sudah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018, di mana rekonstruksi akan dipimpin langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Saya akan pantau terus, akan saya cek terus, agar NTB segera normal kembali, pulih kembali, aktitifas ekonomi dan aktivitas kehidupan sehari-hari bisa berjalan kembali dengan baik," ujar Jokowi saat memimpin apel Siaga NTB Bangun Kembali, di lapangan Bola Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok, NTB, pada Senin, 3 September 2018.

Setelah memimpin apel, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengunjungi siswa-siswi SMPN 6 Mataram serta mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Melihat kerusakan gedung yang terjadi akibat gempat, Jokowi memberikan target dua bulan untuk merekonstruksinya kembali.

“Ini tadi sudah perintahkan untuk segera diselesaikan, dan dari HK [PT Hutama Karya (Persero), BUMN konstruksi yang ditunjuk untuk melaksanakan pembangunan RS Kota Mataram] tadi menyampaikan dalam dua bulan akan diselesaikan, baik suntikan terhadap kontruksi, baik rehab yang retak-retak, baik plafon yang runtuh akan dikerjakan. Tadi saya beri waktu dua bulan selesai, mereka menyanggupi,” ungkap Jokowi.

Related Article