Teh Boba, Kamu Jahat Tapi Enak

Sejak beberapa tahun lalu, sebuah minuman fenomenal bernama bubble tea menjadi tren dikalangan masyarakat perkotaan. Itulah teh susu ditambah bola-bola tapioka, yang dikenal dengan istilah pearl, bubble, dan boba. Minuman ini berasal dari Taiwan dan memiliki beragam varian rasa, seperti hazelnut dan karamel.

Sebagai minuman dingin, bubble tea tentu menyegarkan. Banyak orang mengonsumsinya hingga setiap hari. Namun, para pecandu bubble tea tampaknya kalian harus mulai waspada. Seorang gadis berusia 14 tahun di Cina dilarikan ke rumah sakit karena menderita konstipasi berhari-hari. Diduga, sakitnya ini akibat konsumsi bubble tea yang berlebihan.

Awalnya, remaja asal Provinsi Zheijang ini mengeluh tidak bisa makan dan menderita sakit perut. Dilansir dari Next Shark, Senin (10/6), orangtua si gadis memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Setibanya ia di rumah sakit, dokter tidak menemukan penyebab pasti penyakit yang dideritanya. Kemudian hasil CT Scan menunjukkan bahwa ada tumpukan boba yang tidak tercerna dengan baik di dalam perut sang gadis.

Apakah Boba Berbahaya?

Kasus boba yang tidak tercerna ini jelas membuat banyak penikmatnya khawatir apakah penyakit serupa dapat menimpa mereka. Boba adalah sebuah makanan lunak yang dibuat dari tepung tapioka. Namun, di dalam tepung tersebut, ada unsur-unsur tambahan yang dapat membuatnya menjadi berbahaya. Unsur-unsur tersebut seperti pengental dan pengawet. Unsur-unsur ini, jika dikonsumsi secara berlebihan, membuat tubuh sulit mencernanya.

Meski demikian, boba juga tidak selamanya buruk bagi pencernaan. Selayaknya tepung tapioka, boba memberikan nutrisi seperti karbohidrat dan gula yang dapat menyegarkan kembali tubuh manusia.

Karbohidrat di dalam boba tapioka adalah karbohidrat kompleks yang berasal dari pati. Karbohidrat ini terdapat di sayuran umbi seperti jagung, kentang, kembang kol, kacang lentil, kentang, dan singkong.

Selain itu, di dalam boba tapioka juga terdapat beberapa nutrisi lain seperti zat besi, magnesium, mangan, dan fosfor. Meski demikian, jumlahnya terlalu sedikit, sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian manusia.

Meminum Bubble Tea Perlu Dibatasi

Terlepas dari kebaikan dan keburukan boba, meminum bubble tea memang selayaknya perlu dibatasi. Dilansir dari Hello Sehat, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jae Eun Min, David B. Green, dan Loan Kim menemukan fakta bahwa bubble tea memiliki kandungan gula sebesar 38 gram dan kalori sebanyak 299 kcal di setiap porsinya. Padahal, American Hearts Association menuturkan bahwa kebutuhan gula tambahan seseorang tidak boleh lebih dari 150 kcal per hari untuk pria dan 100 kcal per hari untuk perempuan. Jika seseorang memesan bubble tea dalam ukuran 946 ml dan ditambah dengan topping seperti boba, kandungan gula di dalamnya menjadi semakin tinggi, yakni sekitar 250% kebutuhan gula harian pria dan 384% kebutuhan gula harian wanita.

Hal serupa dilontarkan oleh Dietary Guidelines Advisory Committee. Komite ini menyebutkan bahwa kebutuhan gula seseorang tidak lebih dari 10% dari total energi. Padahal, segelas bubble tea sudah mengandung gula sekitar 16% dari total energi, dan mengandung kalori sebanyak 500 kcal.

Related Article