Benarkah Joey Schouten Kasus COVID-19 Pertama di Indonesia?

Joey Schouten, pria asal Helmond, Belanda, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Pemuda 21 tahun yang sempat dirawat di RS Aisyiyah dan RSUD dr. Syaiful Anwar, Malang, Jawa Timur, itu disebut-sebut sebagai kasus pertama COVID-19 di Indonesia.

Awalnya, salah satu media massa tertua di Belanda, Eindhovens Dagblad (ED), memberitakan pada Senin (16/03/20) bahwa Joey telah melakukan perjalanan ke Asia Tenggara. Januari lalu, ia sempat singgah di Distrik Chinatown di Singapura. Di Singapura, ia disebut banyak berkontak dengan warga asal Cina, yang saat itu sibuk memperisapkan perayaan Tahun Baru Imlek. Memang saat itu belum ada peringatan luas dari pemerintah tentang bahaya penularan virus SARS-CoV-2.

Kemudian ia bertolak ke sejumlah kota di Jawa Timur, termasuk Malang. Beberapa hari di kota tersebut, Joey jatuh sakit dan mengalami demam tinggi, bahkan sampai pingsan. "Entah dari mana saya terkena demam 41 derajat. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya pingsan," kata Joey seperti dikutip ED.

ED menyebut Joey, yang baru lulus studi desain grafis, dirawat selama sembilan hari pada pertengahan Januari. Ia diinfus dan diperiksa dengan USG. Sampel darahnya juga diambil sampai enam kali. "Dokter-dokter mengira saya flu berat, dan memberi saya berbagai obat. Kebanyakan saya hanya tidur di rumah sakit, katanya. "Saya benar-benar lemas."

Selama di rumah sakit, Joey membaca berita-berita tentang virus misterius di Wuhan yang menyebar dengan amat cepat. Namun, ia tidak sampai berpikir bahwa dirinya terjangkit. Saat itu, dokter di rumah sakit juga tidak melakukan pemeriksaan corona terhadapnya. Joey masuk rumah sakit sekitar dua bulan sebelum Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama COVID-19 di Indonesia. 

Joey akhirnya pulih dan kembali ke Belanda. Ia segera mengunjungi ibunya di Helmond, kota kecil di bagian selatan Belanda. Lalu ia mengunjungi ayahnya di Malaga, Spanyol. Sepekan Joey di Malaga, seluruh Spanyol justru di-lockdown untuk menghambat penyebaran COVID-19. 

Joey kembali bertanya-tanya tentang pengalamannya di Malang. "Apakah itu memang penyakit saya?" katanya. Ia pun mengontak dokter yang menanganinya di Malang, dan secara eksplisit meminta dokter tersebut untuk menguji sampel darahnya dengan alat tes COVID-19. 

Dokter itu mengabari pada 19 Maret bahwa Joey positif COVID-19. Dalam pemberitaannya, ED menyertakan tangkapan layar pesan WhatsApp yang diterima Joey dari seseorang yang mengaku bernama dr. Dhea Daritsh dari RS Aisyiyah, Malang.

"Dari hasil tes darah sebelumnya, kami dapat memberi Anda hasil bahwa Anda positif untuk virus Corona (COVID-19) selama Anda tinggal di rumah sakit. Kami harap Anda baik-baik saja,” demikian pesan tersebut.

"Alangkah mudah orang terjangkit, juga anak-anak muda seperti saya,” ujarnya kepada ED.

Namun, lewat sebuah unggahan di Instagram, RS Aisyiyah Malang membantah pernah merawat pasien bernama Joey Schouten. Direktur rumah sakit tersebut, Dr. Muhammad Mansur, M.Kes, menyatakan bahwa kabar tersebut keliru dalam sebuah pernyataan resmi. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada karyawan bernama Dhea Daritsh di RS Aisyiyah Malang. 

Sementara itu, pada Senin (03/02), Joey mengunggah fotonya di Instagram. Dalam foto itu ia terbaring di ranjang rumah sakit. Ia pun menyertakan “Rumah Sakit Umum Saiful Anwar (RSSA) - di Malang, Jawa Timur, sebagai lokasi pengambilan foto.

"Seorang pasien bernama Joey Schouten terdaftar sebagai pasien di RSSA pada 23 Januari. Setelah menerima perawatan, pasien diizinkan pulang pada 25 Januari,” kata Humas RSSA Malang saat dihubungi Asumsi.co, Jumat (27/03). 

Menurut seseorang yang mengaku sebagai teman dekat Joey (mereka berkenalan lewat aplikasi kencan Tinder), Joey bukanlah seorang mahasiswa atau turis. Ia berbulan-bulan tinggal di sebuah rumah kontrakan di Blitar dan lebih sering mengurus pekerjaannya secara online.

Hingga Jumat (27/03) sore, jumlah kasus positif COVID-19 sudah mencapai 1046 orang, dengan rincian 87 orang meninggal dan 46 orang dinyatakan sembuh. Di Jawa Timur, berdasarkan data terbaru Jumat (27/03) pukul 16.21 WIB dari infocovid19.jatimprov.go.id, jumlah kasus positif COVID-19 sudah mencapai 66 orang.

Lebih spesifik, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 3.781 dan pasien dalam pengawasan (PDP) sudah 267 orang. Kota Surabaya merupakan titik panas dengan total 33 orang positif terjangkit, disusul Kabupaten Sidoarjo dengan delapan kasus. Kota Malang sendiri memiliki tiga kasus. 

Sementara itu, berdasarkan data real time WHOJumat (27/03), Belanda sudah mencatatkan total 6.412 kasus dan 356 meninggal.

Related Article