post

Current Affairs

COVID-19 Bisa Menular Lewat Kemasan Makanan Beku?

Ramadhan, 19 Oktober 2020

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Cina mengungkapkan hasil penelitian terbarunya tentang COVID-19, Sabtu (17/10/20). Salah satu temuannya: kontak langsung dengan kemasan makanan beku yang terkontaminasi virus SARS-CoV-2 bisa menyebabkan infeksi pada manusia.

Para peneliti CDC mendeteksi dan mengisolasi virus Corona pada bagian luar kemasan makanan beku yang dibeli di situs e-commerce dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD). Latar belakangnya, otoritas sedang melacak asal usul virus pemicu kasus baru COVID-19 di Kota Qingdao, Provinsi Shandong, pada pekan lalu.

"Temuan ini, yang pertama di dunia, mengarah kepada dugaan virus Corona bisa ditularkan dari jarak yang jauh melalui barang-barang beku," demikian pernyataan CDC Cina lewat situs webnya, Sabtu (17/10), dikutip dari Reuters.

Klaster penularan baru di Qingdao konon berasal dari dua pekerja di dermaga yang awalnya didiagnosa positif COVID-19 asimptomatik atau OTG (orang tanpa gejala). Keduanya membawa virus tersebut ke sebuah rumah sakit lewat proses karantina dengan disinfeksi dan proteksi yang tak memadai pada September lalu. Kemudian muncul 12 kasus infeksi baru yang terkait dengan rumah sakit itu.

CDC menyebutkan bahwa tak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa dua pekerja di Qingdao tersebut tertular virus akibat berkontak langsung dengan kemasan makanan beku.

Jin Dong-Yan, profesor virologi dari Universitas Hong Kong, menyebut lebih mungkin keduanya tertular dari tempat lain lalu mengkontaminasi kemasan makanan beku yang mereka antar.

Dugaan itu dipertegas di lapangan: CDC Cina tidak menemukan penularan dari kemasan yang dimaksud terhadap konsumen makanan beku di dalamnya. Menurut lembaga tersebut, meski ada risiko, penularan via kontak langsung dengan kemasan makanan sangat rendah.

Sebelumnya, penelitian CDC Cina menemukan jejak genetik virus Corona pada beberapa sampel yang diambil dari makanan beku dan kemasannya. Namun, jumlahnya sangat sedikit dan tidak ada virus "hidup" yang berhasil diisolasi.

Meskipun sampel yang mengandung virus mati dapat menunjukkan hasil positif dalam uji jejak virus, Jin mengatakan, hanya virus hidup yang dapat menginfeksi orang.

Secara singkat, penularan virus Corona lewat kontak dengan kemasan makanan beku masih perlu diteliti lebih jauh.

"Tidak seperti bakteri, virus dapat tetap hidup di permukaan selama berjam-jam atau berhari-hari. Tapi, mereka tidak dapat bereproduksi, dan dengan demikian pada akhirnya akan mati serta tidak menimbulkan infeksi," kata ahli mikrobiologi Rohde.

Lebih lanjut, menurut Rohde, virus justru akan menjadi rapuh saat berada di luar inang. "Meski risikonya tidak nol, tapi itu sangat rendah," ucapnya.

Meski begitu, CDC tetap meminta para pekerja yang biasa mengantarkan, memproses, dan menjual produk makanan beku untuk menghindari kontak langsung dengan kulit, dengan alasan kemasan mungkin telah terkontaminasi virus Corona.

"Jangan ada yang menyentuh hidung atau mulut sebelum melepas seragam atau perlengkapan kerja sebelum mencuci tangannya. Mereka juga harus menjalani tes secara rutin."