Di Balik Perkataan "Negara Punah" Prabowo Subianto

Di masa-masa mendekati Pemilu Serentak 2019 seperti saat ini, apa yang diucapkan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) tentu jadi omongan. Saking banyaknya yang bisa dikomentari, engga bisa diitung lagi berapa jumlah sensasi-sensasi yang udah dikeluarkan oleh masing-masing capres dan cawapres. Yang terbaru, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto lagi diomongin di media sosial karena dia baru aja bilang kalau dia enggak kepilih, negara ini bakal punah, Berikut videonya.

Waduh, kalau misalnya beneran bakal punah, pasti serem banget ya? Tapi sebenarnya, Prabowo ini sendiri enggak bilang kan kalau punahnya bakal kayak gimana. Nah, kira-kira seperti apa ya? Ini hal-hal yang bisa terjadi kalau Indonesia beneran ‘punah’.

Pecah Jadi Konfederasi Seperti ASEAN

Di Indonesia, pemahaman yang dianut adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak boleh diganggu gugat. Jadi kalau negara ini punah, salah satu kemungkinannya adalah karena negara ini tidak lagi berbentuk kesatuan. Dari asumsi tersebut, satu bentuk yang paling mungkin adalah konfederasi. Apa itu konfederasi?

Konfederasi, atau mungkin lebih sering dikenal dengan istilah perserikatan antara negara-negara merdeka, adalah perjanjian yang dilakukan oleh banyak negara yang berurusan dengan kebijakan-kebijakan tertentu. Beda dengan federasi, konfederasi ini bukanlah satu bentuk negara berdaulat, tetapi perjanjian antara negara-negara anggota saja. Sedangkan federasi adalah satu negara merdeka, namun di dalamnya ada negara-negara bagian yang otonom seperti Amerika Serikat.

Bentuk konfederasi yang paling umum dijumpai sama orang Indonesia adalah ASEAN. Ada kepatuhan terhadap kebijakan-kebijakan tertentu yang dibuat di tingkat ASEAN oleh seluruh negara anggota. Meski begitu, kesepuluh negara anggota ASEAN tidak pernah memproklamasikan dirinya sebagai satu negara yang berdaulat. Hal ini lah yang membedakan konfederasi dengan negara persatuan.

Nah, kalau Indonesia tiba-tiba punah gitu, mungkin salah satu bentuk yang paling mungkin adalah tiap provinsi jadi negara sendiri-sendiri, membentuk satu konfederasi Indonesia. Tiap provinsi ini tidak lagi dipimpin gubernur, tetapi dipimpin oleh presiden/perdana menteri dan boleh punya angkatan bersenjata sendiri.

Kalau hal ini beneran terjadi, mungkin salah satu alasan utamanya adalah tiba-tiba seluruh provinsi di Indonesia ingin merdeka. Hal yang nampaknya hampir tidak mungkin terjadi dalam waktu yang dekat.

Punah dalam Konteks Negara Gagal

Nah, kalau enggak pecah jadi konfederasi, mungkin maksudnya Prabowo negara ini punah adalah berdasarkan definisi konsep negara gagal. Berdasarkan Britannica.com, negara gagal didefinisikan sebagai negara yang tidak mampu melakukan dua fungsi fundamental negara berdaulat, yaitu menjalankan otoritas terhadap rakyatnya dan wilayahnya dan tidak mampu menjaga perbatasan Indonesia dari negara lain. Dalam kondisi negara gagal, pemerintah tidak lagi memiliki legitimasi rakyat dan dunia internasional. Dalam kondisi seperti ini, bisa jadi akan muncul negara yang baru, atau adanya bantuan asing agar negara tersebut dapat kembali berfungsi normal. Jika negara tersebut tidak dapat membaik dan harus merombak ulang seluruh konstitusi dan isinya, itu artinya negara tersebut masuk ke dalam kategori negara punah.

Memang kepunahan negara tidaklah seperti punahnya Dinosaurus. Kepunahan negara dalam konsep ini lebih disebabkan adanya penyakit-penyakit yang gagal disembuhkan, seperti korupsi yang begitu mengakar. Selain itu, indeks pembangunan manusia yang rendah juga dapat membuat negara punah.

Lalu, apa iya maksudnya Prabowo adalah negara punah dalam konteks ini? Hmm. Kalau melihat dari Indeks Pembangunan Manusia, selama empat tahun ke belakang, Badan Pusat Statistik mencatat adanya peningkatan. Di tahun 2014, Indonesia mencatat angka 68,9. Sedangkan di tahun 2017, Indonesia mencatatkan angka 70,81.

Kemudian, untuk masalah korupsi, Indonesia pun sedang mengalami penurunan angka korupsi yang cukup signifikan. Hal ini diutarakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), dilansir dari BeritaSatu.com. Pada semester I 2018, tren angka korupsi di Indonesia menurun dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya. Di semester I 2018, ada 139 kasus korupsi. Sedangkan di semester yang sama tahun sebelumnya, ada 266 kasus korupsi. Meskipun memang korupsi tersebut masih ada, angka menurunnya korupsi ini tentu dapat menjadi suatu tanda lain bahwa ada perbaikan di Indonesia terkait korupsi. Nah, kesimpulannya kalian yang bikin sendiri ya.

Hmm… Tenggelam Kayak Atlantis?

Opsi terakhir buat istilah punah ini mungkin punah kayak Kota Atlantis. Iya, punah dan tidak bisa ditemukan lagi. Meskipun Kota Atlantis adalah kota fiksi, bukan berarti enggak bisa terjadi di dunia nyata kan? Mungkin itu yang dimaksud Prabowo dengan punah. Hmm, enggak tau juga sih sebenarnya. Kalau menurut kalian, yang mana ya guys?

Related Article