Apa yang Bisa Dibanggakan dari Pemilu di Indonesia?

Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 akan dilaksanakan Rabu, 17 April 2019. Pemilu serentak ini merupakan pesta demokrasi terbesar di Indonesia. Pada Pemilu Serentak 2019 ini, masyarakat Indonesia berkesempatan untuk memilih calon presiden dan wakil presiden, serta calon legislatif di berbagai tingkat. Bayangkan, untuk wilayah selain DKI Jakarta, akan ada lima lembar kertas sekaligus yang harus dicoblos oleh masyarakat Indonesia. Pesta demokrasi yang begitu besar ini sudah seharusnya kita rayakan dengan sebaik-baiknya. Terdapat banyak alasan kenapa orang Indonesia, harus bangga sama Pemilu 2019 ini.

Indonesia Adalah Negara Demokrasi Terbesar Ketiga di Dunia

Demokrasi di Indonesia mungkin belum sempurna. Namun setidaknya, demokrasi di Indonesia sudah dapat diakui berjalan relatif begitu baik. Dengan daftar pemilih lebih dari 190 juta orang, Pemilu Indonesia di era Reformasi berhasil dikelola dengan baik dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi-kondisi ini membuat Indonesia dikategorikan menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Hanya dua negara yang berpenduduk lebih besar dari Indonesia dan berhasil menjalankan Pemilu dengan baik. Dua negara tersebut adalah India dan Amerika Serikat. Tiongkok, selaku negara dengan berpenduduk terbanyak di dunia, tidak dimasukkan dalam kategori ini karena negara tersebut tidak menerapkan sistem pemerintahan demokrasi dalam konteks politik untuk rakyatnya.

Dengan statusnya sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, sudah pasti berbagai pasang mata dari seluruh dunia memerhatikan Pemilu Indonesia. Beragam media asing seperti Al-Jazeera, The Economist, dan Straits Times melaporkan secara berkala seperti apa dinamika selama masa kampanye di Indonesia. Hal ini menandakan bahwa Pemilu di Indonesia memiliki signifikansi untuk mereka.

Didominasi Pemilih Muda

Satu hal lain yang patut dibanggakan dari Pemilu 2019 adalah dominasi anak muda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dilansir dari IDN Times, kira-kira ada 102 juta orang pemilih di bawah umur 40 tahun. Itu artinya, anak muda lah yang menentukan masa depan bangsa Indonesia ini. Di era perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, sudah saatnya anak muda menentukan arah perubahan agar Indonesia terus berkembang menjadi lebih baik.

Tingginya Angka Calon Legislatif Perempuan

Kemudian, masyarakat Indonesia juga patut berbangga dengan fakta bahwa keterlibatan perempuan sebagai calon legislatif untuk tingkat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Pemilu 2019 kali ini cukup tinggi. Dari 7.968 calon anggota legislatif, ada 3.194 calon legislatif perempuan. Itu artinya, ada sekitar 40 persen perempuan yang ikut berlomba dalam pemilihan legislatif kali ini.

Keterlibatan perempuan yang cukup tinggi ini bukan hanya semata inisiatif dari partai politik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang berwenang memang mewajibkan tiap-tiap partai politik untuk mencalonkan setidaknya 30 persen caleg untuk DPR  berjenis kelamin perempuan.

Adanya Kearifan Lokal yang Terjaga dalam Sistem Noken

Satu hal terakhir yang penting untuk disadari adalah bahwa meskipun mengadopsi demokrasi yang berasal dari negara-negara Barat, Indonesia tidak melupakan budaya aslinya. Khusus untuk di Papua, sistem pencoblosan dilakukan berbeda dengan wilayah lain. Sistem yang diterapkan adalah sistem noken. Di pemilu 2019 kali ini, diperkirakan ada 12 kabupaten yang menerapkan sistem noken ini.

Ada dua sistem noken dalam pelaksanaannya. Sistem noken yang pertama adalah suara dimusyawarahkan terlebih dahulu. Nanti, setelah dimusyawarahkan dengan kepala suku, baru pilihan akan ‘diwakilkan’ oleh kepala suku.

Sedangkan sistem noken yang kedua lebih mirip dengan sistem yang biasa kita kenal. Bedanya, surat suara akan diletakkan dalam kantung-kantung noken, alih-alih kotak pengumpulan suara.

Related Article