Kesehatan

Studi: Orang yang Kurang Vitamin D Punya Kecenderungan Bunuh Diri

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Unsplash/Michele Blackwell/Ilustrasi Vitamin D

Seseorang dengan kadar vitamin D yang rendah memiliki keterkaitan dengan depresi dan bahkan kecenderungan bunuh diri.

Temuan ini terungkap lewat sebuah laporan investigatif, yang ditulis bersama oleh seorang peneliti dari Michigan State University (MSU). Laporan ini mengungkap adanya potensi hubungan antara kekurangan vitamin D, peningkatan peradangan sistemik, dan risiko lebih tinggi dalam melakukan percobaan bunuh diri.

“Penelitian ini dapat mengubah pendekatan tenaga medis dalam mendiagnosis dan menangani pasien dengan gangguan depresi serta pemikiran untuk bunuh diri,” ujar Lena Brundin, seorang profesor asosiasi di Fakultas Kedokteran MSU, yang juga mengepalai Laboratorium Kedokteran Perilaku di Van Andel Research Institute, dikutip melalui Economic Times.

Brundin menjelaskan bahwa pemeriksaan kadar vitamin D adalah prosedur sederhana, biasanya hanya melalui tes darah rutin yang tersedia di sebagian besar rumah sakit dan klinik rawat jalan. Alat diagnostik ini dapat membantu mengidentifikasi pasien yang mengalami defisiensi vitamin D, sekaligus memberikan wawasan lebih lanjut terkait perjuangan mereka dengan masalah kesehatan mental.

Brundin telah lama meneliti bagaimana peradangan kronis dalam otak dapat berkontribusi pada gangguan suasana hati, seperti depresi. Risetnya berfokus pada elemen biologis yang mendasari dan mungkin membuat seseorang lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental.

Penelitian ini dilakukan bersama para ilmuwan dari Lund University di Swedia, tempat Brundin sebelumnya bertugas.

Tim riset menganalisis 59 partisipan asal Swedia yang baru saja melakukan percobaan bunuh diri. Data mereka dibandingkan dengan dua kelompok kontrol, yakni 17 orang yang didiagnosis depresi tetapi tidak pernah mencoba bunuh diri dan 14 orang yang tidak memiliki riwayat depresi.

Temuan

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Psychoneuroendocrinology edisi September mengungkapkan bahwa hampir 60% dari individu yang mencoba bunuh diri memiliki kadar vitamin D yang sangat rendah hingga masuk kategori defisiensi klinis.

Kadar vitamin D mereka jauh lebih rendah dibandingkan kedua kelompok kontrol lainnya—baik mereka yang tidak mengalami depresi, maupun yang depresi tetapi tidak pernah mencoba bunuh diri.

Lebih jauh lagi, individu dengan defisiensi vitamin D juga memiliki kadar penanda peradangan yang lebih tinggi dalam darah mereka. Hal ini menunjukkan adanya hubungan potensial antara kekurangan vitamin D dan peradangan sistemik.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa peradangan kronis dalam tubuh bisa menjadi salah satu pemicu gejala depresi dan pemikiran untuk bunuh diri.

Selain itu, penelitian lain juga telah menemukan hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dengan berbagai tantangan kesehatan mental, termasuk depresi.

Namun, penelitian terbaru ini merupakan yang pertama kali mengidentifikasi hubungan langsung antara defisiensi vitamin D, peningkatan peradangan, dan percobaan bunuh diri.

Brundin menyatakan bahwa peradangan berkepanjangan yang ditemukan dalam tubuh partisipan bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti infeksi yang tidak terdeteksi atau stres berkepanjangan.

Ia juga mengusulkan bahwa suplementasi vitamin D dapat menjadi metode terapi potensial untuk mengurangi peradangan dan meredakan gejala depresi pada beberapa pasien.

Namun, Brundin menekankan bahwa dibutuhkan lebih banyak uji klinis untuk memastikan efektivitas terapi tersebut. “Vitamin D sangat penting dalam mengatur respons imun tubuh,” ujar Brundin.

“Para praktisi kesehatan mental perlu menyadari bahwa beberapa pasien mereka mungkin mengalami defisiensi vitamin D yang serius, yang dapat berdampak besar pada kesehatan mental mereka,” tambahnya.

Penelitian ini didanai oleh Michigan State University College of Human Medicine dan Van Andel Institute, serta melibatkan ilmuwan dari Lund University, yaitu Cecile Grudet, Åsa Westrin, dan Johan Malm.

Baca Juga:

Polisi Ungkap Motif Satu Keluarga Bunuh Diri di Ciputat: Pinjol dan Judi Daring

Eks Menhan Korsel yang Diduga Berperan dalam Darurat Militer Coba Bunuh Diri di Tahanan

Bank di Jepang Minta Pegawainya Sumpah Bunuh Diri Jika Lakukan Fraud

Share: Studi: Orang yang Kurang Vitamin D Punya Kecenderungan Bunuh Diri