Covid-19

Gejala MIS-C Pada Anak Usai Positif COVID-19, Dapat Berujung Kematian

Tesa– Asumsi.co

featured image
Pexels

Usai positif terinfeksi Covid-19, beberapa anak-anak rentan mengalami gejala Multisystem inflammatory syndrom in children (MIS-C).

Serang Organ Tubuh: Melansir Antara, gejala ini menyerang bagian organ-organ tubuh pada anak, sehingga mengalami peradangan atau inflamasi termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan.

Penyebab: Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) masih belum mengetahui secara pasti penyebab MIS-C hingga saat ini. Mereka masih mempelajarinya melalui studi.

Langka: Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon mengungkap kasus MIS-C merupakan gejala yang jarang dijumpai, bahkan hanya terjadi pada 0,14 persen anak yang terkena COVID-19. Namun, Lucia tetap mengimbau orang tua untuk tetap waspada dan terus memperhatikan kondisi kesehatan anak setelah terinfeksi COVID-19 setidaknya dua hingga empat minggu.

Lanjutnya, kondisi MIS-C tidak boleh dianggap remeh, sebab dapat menyebabkan kondisi kritis hingga kematian.

“Memang sedikit, ya, tapi jangan sampai kalau itu terjadi di keluarga kita atau siapapun yang terkena di 0,14 persen. Itu akan sedih sekali karena kondisi anak ini bisa sampai kritis dan meninggal dunia,” kata Lucia.

Namun usai mendapat diagnosis ini, kebanyakan anak kondisinya bisa menjadi lebih baik dengan menjalani perawatan medis, ungkap CDC.

Keluhan MIS-C: Melalui kondisi ini, Lucia mengungkap biasanya anak-anak akan mengalami kontraksi jantung yang melemah, kulit menjadi kemerahan, sesak nafas pada paru-paru, biasanya otak sulit dibangunkan, saluran pencernaan mengalami efek seperti diare dan muntah, produksi urin pada ginjal berkurang, dan mata tampak kemerahan.

“Keluhan umumnya demam, tapi ingat kalau ada keluhan yang gawat jangan sampai terlambat dibawa ke UGD,” ujarnya.

Sementara keluhan yang masuk dalam kategori darurat, yakni kesulitan bernafas, rasa nyeri atau tertekan pada dada; merasa kebingungan; tidak bisa terjaga atau cenderung mengantuk terus-menerus; muncul kebiruan atau pucat pada kulit, kuku, atau bibir; dan rasa nyeri perut yang berat.

Cara Pengobatan dan Pencegahan: Terkait pengobatan, anak yang mengalami MIS-C harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Nantinya, dokter yang menangani akan melakukan tes laboratorium untuk memastikan tanda-tanda penyakit lainnya, termasuk tes untuk mengetahui gambaran disfungsi miokardium (EKG), bukti adanya koagulupati, hingga bukti terinfeksi COVID-19.

Sementara terkait pencegahan, CDC menganjurkan melakukan upaya pencegahan infeksi virus COVID-19, termasuk penerapan protokol kesehatan sesuai standar.

“Mencegah MIS-C ini sama dengan mencegah COVID-19, caranya tetap vaksinasi anak-anak, cegah anak dan keluarga dari COVID-19. Dan ternyata efektivitas vaksin ini sampai dengan 91 persen untuk mencegah terjadinya MIS-C akibat COVID-19,” kata Lucia.

Baca Juga

Share: Gejala MIS-C Pada Anak Usai Positif COVID-19, Dapat Berujung Kematian