Covid-19

BPOM Izinkan Penggunaan Obat Covid-19 Molnupiravir

OlehTesa

featured image
MERCK & CO INC

Penggunaan izin darurat (EUA) obat virus Covid-19 produksi perusahaan farmasi Merck, Molnupiravir, telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Molnupiravir: Kepala BPOM, Penny K Lukito,  mengungkap Molnupiravir diberikan dalam bentuk kapsul 200 mg yang didaftarkan oleh PT Amarox Pharma Global dan diproduksi Hetero Labs Ltd. di India. Diketahui, persiapan produksi lokal Molnupiravir kapsul dilakukan melalui teknologi transfer di fasilitas produksi Amarox Cikarang oleh PT Amarox Pharma Global.

"Obat ini akan diberikan sebanyak dua kali sehari sebanyak 4 kapsul 200 mg selama lima hari," ungkap Penny di situs resmi BPOM.

Sembuhkan Pasien: Menurut hasil uji klinik fase III, Molnupiravir diyakini mampu miliki manfaat untuk membantu menyembuhkan pasien Covid-19. Penny mengatakan efek samping yang diberikan obat juga dapat ditoleransi.

"Hasil uji klinik fase III menunjukkan Molnupiravir dapat menurunkan risiko hospitalisasi atau risiko dirawat di rumah sakit, dan atau kematian sebesar 30 persen pada pasien Covid-19 derajat ringan hingga sedang, dan 24,9 persen pada pasien Covid-19 ringan," kata Penny.

Pasien Gejala Ringan: Selain itu, pemberian obat Molnupiravir ini akan diberikan bagu pasien terinfeksi Covid-19 gejala ringan sampai sedang, berusia 18 tahun ke atas, tidak memerlukan pemberian oksigen, dan memiliki peningkatan risiko menjadi infeksi Covid-19 berat.

Obat Covid-19 Lain: Penny menyebut selama pandemi, BPOM telah memberikan EUA sejumlah obat selain Molnupiravir. Obat-obat tersebut adalah antivirus Favipiravir, antivirus Remdesivir, serta antibodi monoklonal Regdanvimab.

Melalui perizinan tersebut, Penny akan meminta pihaknya untuk tetap mengawasai dan memantau keamanan penggunaan obat tersebut.

"Setelah melalui evaluasi terhadap data-data hasil uji klinik bersama dengan Tim Ahli Komite Nasional Penilai Obat serta asosiasi klinisi untuk persetujuan EUA ini, Badan POM bersama Kementerian Kesehatan juga akan terus memantau keamanan penggunaan Molnupiravir di Indonesia," pungkasnya.

Ketersediaan Molnupiravir: Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut pemerintah telah menyiapkan 400 ribu pil Molnupiravir untuk terapi pasien Covid-19 gejala ringan saat ini. Sehingga, obat ini akan diberikan bersamaan dengan multivitamin C dan D.

Bahkan, Kemenkes juga telah bekerjasama dengan 17 startup telemedicine dan startup bidang logistik dan Kimia Farma. Tujuannya, Kemenkes ingin penyaluran obat pasien Covid-19 dapat diberikan secara tepat pada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga

Share: BPOM Izinkan Penggunaan Obat Covid-19 Molnupiravir