Internasional

Sejumlah Sekolah di Korea Selatan Ditutup Akibat Kekurangan Siswa

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Unsplash/Redd F/Ilustrasi Perpustakaan

Sejumlah sekolah di Korea Selatan (Kosel) terpaksa harus ditutup lantaran kekurangan siswa akibat dampak penyusutan populasi di negara semenanjung tersebut. Salah satu wilayah Korsel yang mengalami hal ini adalah Incheon, kota pesisir yang memiliki pulau di sisi barat Korea.

Melansir Korean Times, berkurangnya populasi siswa di Incheon memaksa beberapa sekolah di pulau tersebut ditutup atau diperkecil maupun dibiarkan kosong. Hal itu terjadi di tengah rendahnya angka kelahiran di Korea.

Menurut Kantor Pendidikan Kota Metropolitan Incheon, lima sekolah di pulau tersebut telah ditutup secara permanen sejak akhir tahun 2018. Otoritas itu juga mengatakan bahwa sekolah-sekolah lainnya juga kemungkinan besar akan mengalami nasib yang sama di tahun-tahun mendatang karena kurangnya jumlah murid.

Sekolah-sekolah di seluruh negeri Ginsing itu telah berjuang dengan masalah yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Namun hal ini paling dirasakan oleh penduduk pulau-pulau terpencil ketika generasi muda pindah ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dan gaya hidup yang lebih nyaman.

Setelah SD Seodo dan SMP Seodo di Pulau Boreum ditutup pada tahun 2018, SD Nanjeong di Pulau Gyodong pun menyusul pada tahun berikutnya. Pada bulan Maret 2023, SD Gyodong di pulau yang sama serta SD Yongyu di Pulau Muui ditutup.

Dua sekolah dasar lainnya yang terletak di Pulau Socheong dan Pulau Seungbong juga gagal merekrut siswa baru sejak tahun 2019. Jika ditutup, hanya tersisa lima sekolah di pulau tersebut yang berada di bawah pengawasan kantor pendidikan Incheon.

“Karena sekolah-sekolah tersebut juga kehabisan siswa ketika mereka lulus atau pindah, hanya masalah waktu sebelum mereka tidak memiliki siswa sama sekali,” demikian tulis laporan Korean Times, Selasa (14/5/2024).

Penduduk di pulau-pulau tersebut khawatir penutupan sekolah akan mendorong lebih banyak generasi muda untuk meninggalkan pulau tersebut. Namun tidak ada solusi realistis untuk membalikkan tren tersebut.

Ratusan Sekolah Tutup

Menurut situs web kantor pendidikan Incheon, 17 sekolah telah ditutup di kota tersebut sejak tahun 2018. Sementara itu, hampir 200 sekolah mengalami nasib yang sama di seluruh negeri.

Pergeseran demografi ini diperkirakan akan semakin cepat karena tingkat kesuburan total Korea, yakni jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan sepanjang hidupnya, terus menurun.

Saat ini tingkat kesuburan negara itu berada di angka 0,72. Angka itu menjadikan Korea sebagai salah satu negara dengan tingkat kesuburan terendah di dunia. Tren itu belum ada tanda-tanda akan kembali membaik dalam waktu dekat.

Untuk mengatasi masalah eksistensial ini, Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa ia akan membentuk jabatan sekretaris senior kepresidenan yang akan didedikasikan untuk tugas tersebut, Senin (13/5/2024). Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah ia mengumumkan pembentukan kementerian baru sebagai komitmen kebijakannya terhadap masalah tersebut.

Share: Sejumlah Sekolah di Korea Selatan Ditutup Akibat Kekurangan Siswa