Covid-19

14 Negara Dilarang Masuk Indonesia Gegara Omicron, Tak Berlaku Bagi Kriteria WNA Ini

OlehRay

featured image
Pixabay

Pemerintah Indonesia memastikan langkah antisipasi penyebaran varian Omicron bakal diperketat, menyusul penyebarannya yang kian mengkhawatirkan.

Sejauh ini, data Kementerian Kesehatan RI melaporkan jumlah kasus COVID-19 secara global telah menyentuh angka 300 juta kasus per 7 Januari 2022. Tren negara yang mencatatkan lonjakan kasus Corona akibat varian ini, juga semakin bertambah.

"Dilaporkan sudah lebih dari 110 negara yang mengonfirmasi temuan Omicron di wilayahnya," demikian disampaikan Kemenkes RI melalui laman resminya.

Aturan: Langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah saat ini untuk menekan penyebaran varian omicron adalah menutup sementara waktu masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan penutupan dilakukan secara langsung, maupun transit dan atau sebelumnya pernah tinggal dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Ia menyebutkan, aturan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 1 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Aturan ini mulai berlaku efektif pada tanggal 7 Januari 2022 sampai waktu yang tidak ditentukan," ucapnya.

Tutup Kedatangan 14 Negara: Saat ini, ia mengatakan ada 14 negara yang kedatangannya dilarang masuk ke Indonesia, diantaranya Afrika Selatan, Botswana, Norwegia,  Perancis, Angola, Xambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.

"Juga negara dengan jumlah kasus Omicron lebih dari 10.000 kasus, yakni Inggris dan Denmark," ucapnya.

Pengecualian: Meski demikian, ada pengecualian bagi WNA yang memiliki visa diplomatik dan dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement.

Pengecualian juga diberlakukan bagi delegasi negara anggota G20, WNA di bawah 15 tahun, WNA yang dalam 14 hari terakhir tidak memiliki riwayat perjalanan ke 14 negara diatas, WNA yang belum bisa vaksin karena ada penyakit penyerta, serta pemegang KITAS dan KITAP.

"Sedangkan WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri tetap diperbolehkan masuk ke Indonesia dengan catatan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," lanjutnya.

Jangan Keluar Negeri: Namun, Nadia mengingatkan masyarakat supaya menunda atau membatalkan rencana melakukan perjalanan keluar negeri yang tak mendesak. Sebab, jika tertular varian omicron dari luar negeri dikhawatirkan bakal menulari banyak orang dengan jauh lebih cepat dibandingkan varian lainnya.

"Sehingga potensi penyebarannya sangat tinggi. Diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan apalagi berwisata disaat risiko penularan Omicron sangat tinggi,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, sejak ditemukan pertama kali pada 16 Desember 2021 hingga saat ini, diketahui dominan kasus penularannya berasal dari perjalanan luar negeri.

Data Terkini: Kemenkes RI mencatat hingga 7 Januari 2022, dikonfirmasi umlah kasus Omicron di Indonesia mencapai 318 kasus terdiri dari 295 kasus imported case dan 23 kasus transmisi lokal. Ia menerangkan, dominan yang terpapar virus ini memiliki gejala ringan berupa batuk, pilek, dan demam.

"Sebagian besar kasus terkonfirmasi telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, sekitar 99 persen kasus yang dikarantina memiliki gejala ringan dan mayoritas kasus berada di wilayah DKI Jakarta," katanya.

Para pasien penderita Omicron, lanjut dia saat ini sudah menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet maupun RS yang sudah disetujui oleh Satgas. "Ini bertujuan untuk melokalisir kemungkinan penyebaran Omicron,” ucapnya.

Baca Juga

Share: 14 Negara Dilarang Masuk Indonesia Gegara Omicron, Tak Berlaku Bagi Kriteria WNA Ini