Internasional

Jerman Resmi Legalkan Ganja untuk Rekreasi

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Unsplash/Jeff W/Ganja

Pemerintah Jerman melegalkan penggunaan ganja dalam skala kecil untuk keperluan rekreasi pada Senin (1/4/2024). Kebijakan ini menuai sambutan positif dari para penggiat ganja di sana.

Asosiasi Ganja Jerman yang sekian lama mengkampanyekan undang-undang baru tersebut, mengadakan pesta isap ganja di Gerbang Brandenburg yang terkenal di Berlin ketika undang-undang tersebut mulai berlaku pada tengah malam. Acara konsumsi publik lainnya dijadwalkan di seluruh negeri, termasuk di depan katedral Köln dan lainnya di Hamburg, Regensburg, dan Dortmund.

Melansir The Associated Press, undang-undang baru ini melegalkan kepemilikan hingga 25 gram (hampir 1 ons) ganja oleh orang dewasa untuk tujuan rekreasi. Kebijakan ini juga memungkinkan seseorang untuk menanam hingga tiga tanaman ganja. Namun kebijakan itu juga melarang penggunaan ganja dalam jarak 100 meter (109 yard) dari pintu masuk taman bermain atau sekolah.

Penduduk Jerman yang berusia 18 tahun ke atas akan diizinkan untuk bergabung dengan “klub ganja” nirlaba yang masing-masing beranggotakan maksimal 500 orang, mulai tanggal 1 Juli mendatang. Seseorang yang tergabung ke dalam klub tersebut akan diizinkan untuk membeli hingga 25 gram per hari, atau maksimal 50 gram per bulan. Serta maksimal 30 gram untuk mereka yang berusia di bawah 21 tahun. Keanggotaan seseorang di beberapa klub tidak diperbolehkan.

Pelegalan penggunaan ganja di Jerman dilatarbelakangi kekhawatiran terbebaninya sistem peradilan akibat ribuan kasus kriminalisasi terhadap pengguna ganja. Pemerintah berdalih bahwa legalisasi akan melemahkan perdagangan kriminal narkoba, melindungi pemakai terhadap bahan-bahan berbahaya, dan menghindarkan polisi untuk melakukan kejahatan yang lebih serius sambil memberikan perlindungan terhadap penggunaan ganja oleh anak di bawah 18 tahun.

Undang-undang tersebut disahkan oleh koalisi Partai Sosial Demokrat pimpinan Kanselir Olaf Scholz, Partai Hijau, dan Partai Demokrat Bebas yang pro-bisnis. UU itu mendapat penentangan dari oposisi dari beberapa negara bagian Jerman dan Partai Kristen Demokrat yang berhaluan kanan-tengah.

Pemimpin Partai Demokrat Kristen Friedrich Merz telah berjanji bahwa partainya akan membatalkan undang-undang tersebut jika mereka memenangkan pemilu nasional yang diharapkan terjadi pada musim gugur tahun 2025. Namun, kemungkinan koalisi pemerintahan baru akan mencakup salah satu partai yang mendukung undang-undang tersebut.

UU tersebut juga mendapat penentangan dari Asosiasi Medis Jerman yang menilai undang-undang tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap prospek perkembangan dan kehidupan kaum muda di negara itu.

Jerman menjadi negara Uni Eropa ketiga yang melegalkan ganja untuk penggunaan pribadi setelah Malta dan Luksemburg. Pusat Pemantauan Narkoba dan Kecanduan Narkoba Eropa mencatat, selama 20 tahun terakhir, tren umum negara-negara anggota Uni Eropa adalah mengurangi kriminalisasi terhadap pengguna ganja dengan berbagai cara.

Hal ini dapat mencakup menjadikan kepemilikan sebagai pelanggaran perdata atau mengalihkan pelanggar ke rehabilitasi dan bukan ke sistem peradilan pidana, atau penegakan hukum yang tidak terlalu ketat.

Share: Jerman Resmi Legalkan Ganja untuk Rekreasi