Luar Jawa

Pemulihan Pascabencana di Palu Terhambat, Wapres Sentil Kepala Daerah

OlehRizal

featured image
ANTARA/HO-Setwapres

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyorot sejumlah permasalahan pemulihan pascabencana di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang pada 2018 lalu mengalami bencana alam gempa bumi, likuefaksi dan tsunami.

Hingga saat ini sejumlah permasalahan tak kunjung selesai lantaran persoalan lahan. Hal ini diungkapkan Wapres Ma'ruf Amin saat kunjungan kerja ke Palu, Kamis (6/1/2022).

"Ada masalah yang menyangkut klaim-klaim dari masyarakat; kemudian adanya rencana Wali Kota (Palu) yang akan membangun kota satelit, sehingga kemudian menjadi terkendala," ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dalam keterangannya.

Sinergi Kepala Daerah: Wapres menginstruksikan kepada Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura dan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk bersinergi dengan baik supaya bisa menyelesaikan hambatan tersebut. Wapres memberi waktu sampai Februari.

"Mereka (Gubernur dan Wali Kota) akan negosiasi dan menyelesaikan aturan yang ada. Kalau tidak clean and clear, kan (lahan) tidak bisa dibangun. Maka disiapkan langkah alternatifnya di tempat yang sudah tersedia," kata Wapres.

Alternatif Pombewe: Pemerintah sebetulnya telah menyiapkan alternatif lahan, yakni di Pombewe. Namun, masih ada masyarakat yang menolak untuk direlokasi ke Pombewe lantaran daerahnya cukup jauh.

"Pombewe memang agak sedikit jauh, tapi tidak terlalu jauh; dan pembangunannya akan dibangun dengan fasilitas yang lengkap. Jalannya, transportasinya sedang disiapkan dan dibangun sebagai daerah baru," ucap Wapres.

Pemulihan pascabencana: Seperti yang diketahui, Palu sendiri saat ini masih dalam pemulihan pascabencana gempa bumi dan tsunami pada tahun 2018. Wapres meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah beserta kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian (K/L) terkait untuk segera menuntaskan hambatan dalam upaya pemulihan pascabencana di Palu.

"Karena ini sudah cukup lama, maka kami merasa perlu untuk segera diselesaikan dan untuk menghilangkan berbagai handicap yang terjadi, khususnya masalah tersedianya lahan yang tidak bermasalah," kata Wapres Ma’ruf Amin.

Persoalan hunian belum beres: Wapres Ma'ruf Amin juga menyorot persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana yang masih belum terselesaikan, meski kejadian sudah lebih dari tiga tahun.

"Sebanyak lebih dari 3.000 orang yang saya kira masih belum terselesaikan, terutama yang ada di Tondo II," katanya pula.


Baca Juga:

Sesal Ma'ruf Amin Lihat Bahan Baku Produk Halal Ternyata Impor

Puluhan Ribu Warga Aceh Mengungsi Akibat Banjir

Korban Jiwa Banjir Palembang: Dosen Kesetrum, Ojol Terseret Arus

Share: Pemulihan Pascabencana di Palu Terhambat, Wapres Sentil Kepala Daerah