General

Anggaran Karangan Bunga Kota Bekasi Capai Rp1,1 Miliar

OlehRizal

featured image
ilustrasi/Antara

Baru-baru ini, masyarakat khususnya warga Kota Bekasi dikejutkan dengan anggaran untuk karangan bunga pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2022. Tak main-main, anggaran karangan bunga tersebut mencapai Rp1,1 miliar.

Rincian anggaran: Mengutip situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pos anggaran tersebut ditemukan dengan kode tender 19841359.

Jumlah pagu paket pengadaan itu memiliki nilai Rp 1.139.790.000, dengan nilai Harga Perhitungan Sendiri (HPS) sebesar Rp 1.138.229.761. Tender pengadaan terhadap karangan bunga dibuat pada 30 November 2021.

Pemenang lelang pengadaan karangan bunga itu adalah CV Idea Kreasi Mandiri dengan harga negosiasi senilai Rp 1.082.125.500.

Respon Wali Kota Bekasi: Terkait dengan anggaran fantastis itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan anggaran ini diperlukan karena setiap hari dirinya mendapat banyak undangan dari warga. Bunga itu nantinya dikirimkan untuk warga yang tidak bisa ditemuinya.

"Biasanya kalau orang tidak bisa datang itu kan dikirim bunga aja bahagianya udah luar biasa," ujar Rahmat Effendi dikutip dari Kompas.com, Selasa (4/1/2022).

Bentuk perhatian: Wali Kota yang akrab disapa Bang Pepen itu mengatakan karangan bunga diperlukan juga untuk berbagai kegiatan. Misalnya untuk mengirimkan ucapan duka, peresmian gedung pemerintah, dan pernikahan.

Rahmat Effendi mengatakan anggaran fantastis itu merupakan bentuk perhatian kepala daerah kepada warganya.

"Jadi jangan dilihat anggarannya, tapi lihat bentuk kepala daerah itu perhatian terhadap hubungan dengan warganya," tambah dia.

Dapat restu DPRD: Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro memaklumi pengadaan karangan bunga Kota Bekasi. Menurutnya, anggaran itu merupakan bentuk kehadiran kepala daerah di tengah-tengah masyarakatnya.

Dikutip dari Detik.com, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan karangan bunga menjadi penyambung rasa untuk memelihara komunikasi antara kepala daerah dengan rakyatnya.

"Saya melihatnya masih wajar, wali kota memang dituntut membutuhkan itu. Di sisi lain masyarakat kita memang dengan tradisi yang ada, merasa dihargai, sekalipun tidak hadir tapi karangan bunga mewakili kehadiran dari kepala daerah," katanya.


Baca Juga:

Anggota Dishub Bekasi Dimutasi Usai Kawal Mobil Lawan Arah Secara Ilegal

Kapolri Tak Mau Tangkap Pelaku Sendiri Seperti di Bekasi Terjadi Lagi

Spion Dirusak Paspampres, Warga Depok Akui Salah dan Minta Maaf

Share: Anggaran Karangan Bunga Kota Bekasi Capai Rp1,1 Miliar