Isu Terkini

Tak Cuma Kotak Amal, Pendanaan Teroris Juga Manfaatkan Kripto Hingga Pinjol

OlehRizal

featured image
Antara

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap modus-modus teroris mengumpulkan dana. Selain memanfaatkan kotak amal, ternyata teroris juga memanfaatkan teknologi seperti menggunakan uang kripto dan pinjaman online.

BNPT baru saja merilis Penilaian Risiko Indonesia Terhadap Tindak Pidana Terorisme dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal Tahun 2021.

"Yang perlu menjadi kewaspadaan di waktu yang lain antara lain pendanaan menggunakan aset virtual, atau mungkin ramai hari ini yang dikenal dengan cryptocurrency, pendanaan pemanfaatan pinjaman online," ucap Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Kantor BNPT, Jakarta, Selasa (28/12/2021) dikutip dari CNN Indonesia.

Apa saja modusnya: Dalam rilisnya, BNPT melaporkan modus pendanaan kegiatan terorisme antara lain pemanfaatan kotak amal, penggalangan dana dengan embel-embel bantuan sosial, dan penggalangan dana dengan bisnis lokal seperti industri rumahan atau menjual makanan.

Selain itu, teroris juga memanfaatkan penggalangan dana dengan menggunakan skema multi level marketing (MLM) hingga skema Ponzi melalui media sosial. Tak hanya itu, pendanaan juga bisa didapatkan melalui penjualan aset pribadi, atau penggalangan dana oleh individu yang bekerja di luar negeri.

"Crowdfunding dengan memanfaatkan sosial media (online) seperti MLM atau skema Ponzi. Pendanaan tersebut juga turut mengancam namun dampaknya belum terlihat," ujar Boy.

Penggalangan dana berizin: Ditambahkan Boy, temuan itu selaras dengan temuan pihaknya di lapangan. Dalam beberapa kesempatan BNPT menemukan beberapa modus pengumpulan dana untuk kegiatan terorisme melalui kotak amal, yayasan kemanusiaan, baitul mal, dan usaha legal.

Bahkan, ditambahkan Boy, secara umum kegiatan penggalangan dana itu tercatat dan memiliki izin, meski dalam praktiknya terjadi penyimpangan.

"Siapa yang melakukan penyimpangan itu adalah pengurus-pengurus terkait," kata Boy.


Baca Juga:

Sempat Dikira Bom, Paket Sembako dari KSAD Buat Panik di Makassar

Dua Teroris JAD di Kalsel Dibekuk Densus 88

Pemuda Diduga Teroris di Banjarmasin Pesilat Berprestasi dan Mahasiswa Hukum

Share: Tak Cuma Kotak Amal, Pendanaan Teroris Juga Manfaatkan Kripto Hingga Pinjol