Internasional

Putin: Menghina Nabi Muhammad Pelanggaran Kebebasan Beragama

OlehMaulana Iskandar

featured image
sputniknews.com

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menilai penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukanlah suatu kebebasan berekspresi. Bagi dia, penghinaan tersebut merupakan pelanggaran kebebasan beragama.

"Penghinaan terhadap Nabi (Muhammad) adalah pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan orang-orang Islam," kata Putin seperti dilansir kantor berita TASS.

Kemarahan Putin: Presiden Rusia ini mengungkapkan kemarahannya atas munculnya kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh media satire Charlie Hebdo dan insiden pembunuhan seorang guru di Prancis.

Putin juga mengatakan tindakan penghinaan terhadap sesuatu akan menimbulkan pembalasan dari kelompok ekstrimis yang mengatasnamakan agama. Serangan terhadap kantor redaksi majalah Charlie Hebdo dan pemenggalan seorang guru di Prancis menjadi contohnya.

“(Mereka yang) bertindak sembarangan, menghina hak dan perasaan orang beragama, harus selalu ingat akan ada reaksi balik yang tak terhindarkan. Tapi disisi lain, ini tidak boleh agresif,” tegas Putin.

Menghargai Kebebasan: Walaupun demikian, Putin sangat menjunjung tinggi kebebasan artistik. Namun, ia menegaskan bahwa kebebasan artistik juga memiliki batasan dan tidak boleh melanggar kebebasan lainnya.

Menurutnya Rusia telah berkembang menjadi negara multi etnis yang rakyatnya terbiasa menghormati dan menghargai tradisi masing-masing individu.

Disambut PM Pakistan: Pernyataan Putin tentang hal ini disambut baik oleh Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan. Ia memuji Presiden Putin atas ucapannya tersebut.

“Saya menyambut baik pernyataan Presiden Putin yang menegaskan kembali pesan saya bahwa menghina Nabi Suci kita bukanlah kebebasan berekspresi. Kami muslim khususnya para pemimpin muslim, harus menyebarkan pesan ini kepada para pemimpin dunia non-muslim untuk melawan islamophobia,” tulisnya dalam akun Twitter @ImranKhanPTI.

Baca Juga

Share: Putin: Menghina Nabi Muhammad Pelanggaran Kebebasan Beragama