Internasional

Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang Satu Hari 

Manda Firmansyah — Asumsi.co

featured image
Dr Majed bin Mohammed Al Ansari/IG Qatarday

Hamas dan Israel sepakat kembali memperpanjang gencatan senjata di Gaza, Palestina, untuk satu hari lagi. Gencatan senjata antara Israel dengan Hamas telah diperpanjang untuk hari ketujuh.

Negara mediator, Qatar, mengkonfirmasi perpanjangan gencatan senjata tersebut pada Kamis (30/11/2023). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari mengatakan, perpanjangan gencatan senjata tersebut masih memiliki kesepakatan yang sama antara kedua belah pihak.

“Pihak Palestina dan Israel mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza selama satu hari tambahan dengan kondisi yang sama sebelumnya, yaitu gencatan senjata dan masuknya bantuan kemanusiaan, dalam kerangka mediasi bersama Negara Qatar,” kata Majed al-Ansari, dilansir dari al Arabiya.

Kesepakatan gencatan senjata termasuk penghentian permusuhan dan masuknya bantuan kemanusiaan. Sebelumnya, Israel Defense Force (IDF) menyatakan gencatan senjata diperpanjang untuk memungkinkan mediator terus bekerja untuk membebaskan sandera yang ditahan di Gaza. Israel menyetujui gencatan senjata terus berlanjut setelah diberikan daftar perempuan dan anak-anak sesuai dengan ketentuan perjanjian.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken disebut menekan Israel untuk memperpanjang gencatan senjata agar lebih banyak pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang hancur. Antony Bliken tiba di Israel untuk melakukan pembicaraan pada Rabu (29/11/2023) malam.

Perjanjian gencatan senjata memungkinkan perpanjangan jika Hamas dapat membebaskan 10 sandera lagi setiap harinya. Hamas bersedia memperpanjang jeda tersebut selama empat hari pada Rabu (29/11/2023). Namun, hanya satu jam sebelum gencatan senjata berakhir, Hamas mengaku tawaran membebaskan tujuh sandera dan menyerahkan tiga jenazah lainnya yang dikatakan tewas dalam pemboman Israel, telah ditolak.

Hamas dan Israel menyatakan siap untuk kembali berperang setelah gencatan senjata berakhir. Gencatan senjata di Gaza telah menghentikan sementara pertempuran yang dimulai pada Sabtu (7/10/2023) ketika Hamas menyerbu perbatasan ke Israel. Serangan mendadak ke Israel selatan itu menyebabkan 1.200 orang meninggal dunia dan sekitar 240 orang disandera Hamas.

Israel membalas serangan mendadak tersebut dengan membombardir Gaza tanpa henti. Serangan udara dan darat Israel telah membunuh hampir 15.000 orang, sebagian besar warga sipil yang terdiri dari perempuan dan anak-anak. 

Baca Juga:

250 Juta Data Pemilih Tetap Bocor, Integritas Pemilu 2024 Disebut Terancam 

Nawawi Pomolango Sebut KPK Berada di Musim yang Tak Baik-Baik Saja

MK Tolak Gugatan Ulang Batas Usia Capres-Cawapres 

Share: Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang Satu Hari