Internasional

Korea Utara Hukum Mati Warga Karena Nonton K-Pop dan Drakor

Tesa– Asumsi.co

featured image
Getty Images via NY Times

Korea Utara telah mengeksekusi setidaknya tujuh orang di depan umum lantaran menonton dan mendistribusikan media Korea Selatan dan video K-Pop.

Pemerintah Korea Utara juga sempat mengesahkan undang-undang tentang pelanggaran berat untuk mendistribusikan media Korea Selatan, termasuk musik dan film pada Desember lalu.

Gemar eksekusi: Menurut laporan baru dari Transitional Justice Working Group,  dikutip dari NY Times, terdapat 23 eksekusi publik di bawah kepemimpinan Korea Utara Kim Jong-un.

Aturan eksekusi yang dilakukan di depan umum harus melihat tiga penembak menembakkan sembilan peluru ke tubuh orang yang dihukum.

Keluarga dipaksa hadir: Bahkan, keluarga yang dieksekusi kerap dipaksa untuk hadir menyaksikan proses eksekusi. Eksekusi ini berfungsi untuk menjadi pesan peringatan dari negara.

Setiap orang yang dihukum dan mengalami luka-luka, warga lainnya bakal diminta untuk berdiri dan menyaksikan eksekusi tersebut. Kim menilai budaya pengaruh asing dan K-Pop adalah hal yang dilarang bagi kebijakan negara atau “kanker ganas”.

Propaganda negara: Kim Jong-un memerintah Korea Utara dengan bantuan kultus kepribadian dan mesin propaganda negara yang mengendalikan hampir setiap aspek kehidupan di Utara.

Semua radio dan televisi diatur hanya untuk menerima siaran pemerintah. Orang-orang diblokir dari menggunakan internet global. Tetapi beberapa orang Korea Utara masih bisa diam-diam menonton film dan drama TV Korea Selatan.

Ketika ekonomi Korea Utara mengalami kesulitan di tengah pandemi dan sanksi internasional, pembelotan ke Selatan terus berlanjut.

Squid game: Radio Free Asia menyampaikan Korea Utara bakal mengeksekusi seorang pria yang telah menyelundupkan dan menjual series buatan Korea Selatan di Netflix, yakni “Squid Game”. (zal)


Baca Juga:

Share: Korea Utara Hukum Mati Warga Karena Nonton K-Pop dan Drakor