Politik

MPR Merasa Tak Dihargai Sri Mulyani Soal Rapat Anggaran

OlehPanji

featured
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww

Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjelaskan bahwa usul pemberhentian Menkeu Sri Mulyani tak cuma soal pemotongan anggaran. 

MPR mengaku kecewa karena Sri Mulyani seolah tak menghormati hubungan antarlembaga karena kerap membatalkan agenda rapat. 

Merasa Tak Dihargai: Ketua MPR Bambang Soesatyo menjelaskan bahwa Menkeu Sri Mulyani beberapa kali tak datang memenuhi undangan rapat tanpa alasan yang jelas. 

Padahal, kata Bamsoet, rapat dengan MPR dan badan penganggaran MPR dibutuhkan demi koordinasi yang baik terkait pemotongan anggaran imbas dari pandemi Covid-19. 

"Sudah beberapa kali diundang oleh Pimpinan MPR, Sri Mulyani tidak pernah datang. Dua hari sebelum diundang rapat, dia selalu membatalkan datang. Ini menunjukkan bahwa Sri Mulyani tidak menghargai MPR sebagai lembaga tinggi negara," kata Bamsoet lewat siaran pers. 

Maklumi Anggaran Dipotong: Terpisah, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan pihaknya memaklumi jika ada pemotongan anggaran karena keuangan negara terdampak pandemi Covid-19. 

Namun, MPR menyayangkan ketika Sri Mulyani tidak pernah hadir dalam rapat soal penganggaran. 

"Jadi masalah pokoknya bukan pada pemotongan anggaran MPR tetapi lebih kepada sikap Menkeu yang dinilai tidak menghormati hubungan kelembagaan antara pemerintah dan MPR karena sulitnya Menkeu diajak koordinasi," kata Basarah. 

Copot Sri Mulyani: Sebelumnya, Pimpinan meminta Presiden Joko Widodo memberhentikan Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan. 

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengatakan usulan agar Sri Mulyani dicopot dari jabatan menteri keuangan merupakan hasil rapat antara 10 pimpinan MPR. 

Ada beberapa alasan. Salah satunya soal sikap Sri Mulyani yang memotong anggaran MPR. 

Fadel mengingatkan bahwa saat ini pimpinan MPR sudah ada 10 orang. Tidak seperti sebelumnya yang hanya delapan orang.

Baca juga:

Share: MPR Merasa Tak Dihargai Sri Mulyani Soal Rapat Anggaran