Kesehatan

World AIDS Day, Pencegahan HIV/AIDS di Tempat Kerja jadi Tantangan

OlehTesalonica Harefa

featured image
Unsplash

Bertepatan pada World AIDS Day pada Rabu (1/12/2021), salah satu tantangan terbesar adalah khususnya bagi negara Asia Tenggara (ASEAN) adalah bagaimana mencegah penyakit menular HIV/AIDS di lingkungan tempat kerja.

Hal itu diakui oleh Direktur Jenderal Bina Pengawasan Tenaga Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kemnaker RI, Haiyani Rumondang saat paparan "2nd Workshop on the Development of Guideline on HIV-AIDS Counselling and Testing at Workplace" di Jakarta, pekan lalu.

Peran besar, namun rentan: Menurut Haiyani, pekerja berperan besar dalam kegiatan produksi di tempat kerja. Namun pekerja juga merupakan komunitas yang juga rentan akan tertular HIV.

Haiyani Rumondang mengatakan sektor ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pengendalian HIV-AIDS di kawasan ASEAN.

Pemerintah Indonesia melalui Kemnaker bersama negara anggota ASEAN mendukung kebijakan pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja yang menjadi masalah sosial, termasuk keterkaitan dengan sektor ketenagakerjaan, sosial dan ekonomi lainnya.

Voluntary Counseling and Testing: Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Haiyani, diperlukan perlindungan memadai dalam hal K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan berbagai upaya K3 secara komprehensif dengan mengedepankan upaya pencegahan atau preventif.

Salah satunya melalui perluasan layanan akses konseling dan tes HIV bagi pekerja dengan pelaksanaan konseling dan testing HIV/AIDS di tempat kerja atau Voluntary Counseling and Testing at workplace (VCT) serta penyusunan buku panduan di tingkat nasional maupun regional.

"VCT ini merupakan upaya program komprehensif pencegahan dan penanggulangan HIV di tempat kerja yang sangat penting dalam mendukung kebijakan pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja," katanya.

Rangkaian workshop: Selain menerbitkan pedoman konsultasi dan pengecekan tentang HIV AIDS di tempat kerja, Kemnaker menyelenggarakan rangkaian workshop sebagai ajang bertukar informasi dan pengalaman antar negara anggota ASEAN.

"Termasuk perlindungan terhadap kesehatan pekerja agar dapat menjaga dan meningkatkan produktivitas khususnya di usia produktif karena banyak yang terserang HIV/AIDS di usia produktif," katanya, dikutip dari Antara.

Workshop ini merupakan rangkaian ASEAN OSHNET work plan 2021-2025 di bawah Ditjen Binwasnaker dan K3 dalam rangka mendukung Keketuaan Menteri Ketenagakerjaan RI selaku ALMM Chair 2020 hingga 2022. Workshop dihadiri oleh sepuluh negara ASEAN yakni Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Philippina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Targetkan bebas AIDS 2030: Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan Indonesia menargetkan tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada tahun 2030.

Kondisi itu dapat dicapai jika 95 persen ODHA mengetahui status HIV-nya, 95 persen ODHA dalam pengobatan ARV, dan 95 persen ODHA viral load-nya tersupresi. (zal)


Baca Juga:

Share: World AIDS Day, Pencegahan HIV/AIDS di Tempat Kerja jadi Tantangan