Luar Jawa

Kronologi Kopassus-Brimob Ribut di Papua: Dipicu Harga Rokok

Admin– Asumsi.co

featured image
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Sejumlah personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dan Brimob Polri terlibat keributan di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Pihak TNI dan Polri berjanji akan mengusut dan memberi sanksi kepada anggota yang terlibat.

Kronologi Awal: Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan bahwa mulanya 20 personel Nanggala Kopassus membeli rokok pada Sabtu (27/11).

Mereka komplain soal harga rokok yang dijual oleh personel polisi dari Amole Kompi 3. 

Hingga kemudian, terjadi pemukulan terhadap personel Brimob.

Pengeroyokan Brimob: Keributan terjadi. Puluhan anggota Kopassus tersebut mengeroyok enam personel Brimob Satgas Amole Kompo 3 dengan benda tumpul dan tajam.

Ada korban luka akibat keributan tersebut. Namun, pihak kepolisian dan TNI tidak merinci lebih jauh.

Pimpinan masing-masing satuan lantas mengetahui keributan tersebut. 

Mereka langsung saling berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Berakhir Damai: Pihak TNI dan Polri mengklaim sejauh ini masalah tersebut sudah selesai dengan damai. Kondisi keamanan telah kondusif.

Akan tetapi, personel yang terlibat dalam keributan tersebut akan diperiksa.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memerintahkan jajarannya agar mengusut kasus tersebut. Proses hukum dilakukan guna menelusuri dugaan tindak pidana.

"Pusat Polisi Militer TNI bersama sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," ucap Andika.

Baca juga:

Share: Kronologi Kopassus-Brimob Ribut di Papua: Dipicu Harga Rokok