Isu Terkini

MUI Kepri Minta Manusia Silver Ditertibkan karena Umbar Aurat

Muhammad Fadli — Asumsi.co

featured image
Ilustrasi manusia silver

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (MUI Kepri) meminta pemerintah daerah setempat melalui Dinas Sosial, Satpol PP hingga aparat penegak hukum menertibkan keberadaan manusia silver di Kota Tanjungpinang.

“Kami sarankan ‘manusia silver’ harus ditertibkan supaya tidak bertambah banyak, terutama di lampu-lampu merah,” kata Ketua MUI Kepri Bambang Maryono di Tanjungpinang, Senin (9/1/2023).

Ia menyebut ketika manusia silver yang sekujur tubuhnya dilumuri cat itu tidak diberikan akses oleh pihak berwenang, maka sudah dipastikan mereka akan berhenti beroperasi dan meminta-minta kepada pengendara di lampu merah.

Ia juga mengajak tokoh agama dan masyarakat memberikan pembinaan sekaligus pencerahan kepada manusia silver, bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu melanggar aturan.

“Perlu juga dilakukan kajian, apakah mereka, manusia silver itu melakukan perbuatan itu karena faktor ekonomi atau memang kebiasaan,” katanya.

Hukum islam: Ia menyebutkan jika aktivitas manusia silver tersebut tidak dibenarkan, baik dari segi sosial maupun agama Islam. Secara sosial, katanya, keberadaan manusia silver amat meresahkan pengguna jalan raya, karena mereka kerap meminta uang pada saat pemberhentian lampu merah.

Sementara dalam pandangan agama Islam, lanjut dia, manusia silver dalam aksinya mengumbar aurat di depan umum, hingga menyusahkan diri dengan melumuri semua bagian tubuh menggunakan cat.

“Jadi jelas, dari segi sosial maupun agama tidak cocok dengan budaya masyarakat kita,” katanya.

Baca Juga:

Viral Bayi “Manusia Silver”, Sang Ibu Dibawa ke Balai Kemensos

Pensiunan Polri Jadi Manusia Silver di Semarang, Kini Diberi Pekerjaan

Kerah Biru: Manusia Silver Hirup Cat Berbahaya Untuk Bertahan Hidup

Share: MUI Kepri Minta Manusia Silver Ditertibkan karena Umbar Aurat