Budaya Pop

Superman Biseksual, Pemerintah RI Diminta Boikot DC Comics

Admin — Asumsi.co

featured image
Unsplash/ Dev

Partai Persatuan Pembangunan meminta pemerintah memboikot seluruh produk DC Comics. Hal itu dampak dari sosok Superman baru dalam komik edisi terbaru digambarkan sebagai pria biseksual.

Alasan boikot: Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan karakter Supermen sebagai biseksual berbahaya dan bisa merusak generasi bangsa. Dia khawatir tayangan atau serial komik tersebut dikonsumsi oleh anak-anak  di Indonesia.

“PPP mendesak pemerintah memboikot produk dari penerbit DC Comics yang telah mengumumkan tokoh baru Superman dalam komiknya sebagai pria biseksual,” ujar Baidowi dalam keterangan tertulis.

Peringatan: Baidowi menegaskan biseksual merupakan perbuatan buruk dan keji (fahisyah). Sehingga, perbuatan itu harus dilarang di Indonesia.

“Kami juga meminta kepada pemerintah agar dengan tegas memblokir setiap tayangan yang menggambarkan perbuatan hina LGBT,” ujarnya.

Komik: Superman baru akan ditampilkan sebagai sosok biseksual dalam edisi komik berjudul “Superman: Son of Kal-El”. Pahlawan baru di DC Comics ini merupakan putra dari pasangan jurnalis Clark Kent dan Lois Lane yang bernama Jon Kent.

Jon memiliki hubungan dengan seorang pria bernama Jay Nakamura, seorang jurnalis sekaligus teman kuliahnya. Dalam komik yang akan diluncurkan pada 9 November mendatang, terdapat adegan Jon dan Jay berciuman.


Baca Juga:

Share: Superman Biseksual, Pemerintah RI Diminta Boikot DC Comics