Isu Terkini

Jokowi jadi Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia Urutan 13

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Antara/TKN

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi kembali dinobatkan menjadi tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Jokowi menempati urutan ke-13 dalam 500 besar daftar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia 2023.

Muslim paling berpengaruh: Pemeringkatan ini disusun The World’s 500 Most Influential Muslim 2023. Terdapat dua tokoh muslim Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, yakni Jokowi serta Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf yang bertengger di peringkat 19.

Dalam edisi 2021, Jokowi juga masuk ke dalam daftar tersebut. Ketika itu orang nomor satu di Indonesia tersebut menempati peringkat ke-12 sebagai tokoh muslim paling berpengaruh di dunia.

Pengaruh Jokowi: Jokowi disebut memiliki pengaruh di bidang politik dengan 78 juta pengikut di media sosial dan mengelola delapan situs Warisan Dunia.

Publikasi itu juga melabeli Jokowi sebagai “politisi bersih” dengan terhindar dari korupsi dan nepotisme yang banyak melekat di politisi lainnya.

Urutan pertama: Dalam edisi 2023, peringkat pertama diduduki Raja Salman dari Arab Saudi, diikuti Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di urutan kedua, dan dibuntuti Emir Qatar yakni Syekh Tamim bin Hamad Al Thani di posisi tiga.

Bukan hanya politisi resmi, dalam publikasi tersebut juga menempatkan sejumlah pemimpin milisi masuk daftar tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Beberapa di antara mereka seperti pemimpin Taliban, Mullah Haibatullah Akhundzada (peringkat ke-49), serta pemimpin Houthi, Abdul Malik Al Houthi (peringkat ke-31).

Penerbit: The World’s 500 Most Influential Muslim 2023 diterbitkan Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan (MABDA) yang merupakan entitas penelitian independen yang berafiliasi dengan Institut Pemikiran Islam Kerajaan Aal al-Bayt. Lembaga itu merupakan badan nonpemerintah dan independen yang berkantor pusat di Amman, ibu kota Kerajaan Hashemite Yordania.

Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan (MABDA) menyebut bahwa publikasi itu bertujuan mengukur pengaruh beberapa orang Muslim dalam komunitas atau atas nama komunitas. Pengaruh yang dimaksud adalah setiap orang dengan kekuatan membuat perubahan yang akan berdampak signifikan terhadap dunia Muslim atau umat Islam, baik itu berupa budaya, ideologi, keuangan, politik, atau lainnya.

MABDA menyatakan bahwa pengaruh tersebut bisa positif maupun negatif tergantung sudut pandang masing-masing orang. MABDA mewanti-wanti bahwa publikasinya tidak mendukung pandangan orang-orang yang tercantum dan hanya mencoba mengukur pengaruhnya.

Baca Juga:

Ganjar Tepis Isu Jokowi Jadi Ketum PDI Perjuangan: Itu Sebuah Kengawuran

Hasto Sindir Partai yang Ngaku Dukung Jokowi tapi Gandeng Oposisi

Bambang Tri Cabut Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Share: Jokowi jadi Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia Urutan 13