Isu Terkini

Minim Bukti Jadi Alasan Polisi Hentikan Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

OlehMaulana Iskandar

featured
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Polda Sulawesi Selatan angkat bicara soal penghentian penanganan kasus dugaan pencabulan tiga orang anak oleh ayahnya di Luwu Timur, Sulsel. Keterbatasan barang bukti jadi alasan polisi menghentikan kasus tersebut.

Alasan: Dikutip dari Antara, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengatakan pihaknya tidak menemukan barang bukti yang cukup ketika mengusut laporan dari orang tua korban.

“Jadi ini kasus lama, kasus itu tidak dilanjutkan karena penyidik tidak menemukan cukup bukti,” ujarnya.

Bukti: Zulpan mengklaim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel telah melakukan berbagai langkah dalam menindaklanjuti laporan pencabulan anak yang dibuat oleh ibu korban. Namun, tidak adanya bukti membuat polisi tidak bisa menetapkan tersangka dalam kasus itu.

“Tidak ada penetapan tersangka pada proses tersebut, karena saat pendalaman kejadiannya tidak ada bukti yang dapat mendukung tentang terjadinya kejadian,” ujarnya.

Dikritik: Lembaga Bantuan Hukum Makassar mengaku sejak awal telah mempertanyakan alasan polisi menghentikan kasus tersebut. Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Rezky Pratiwi meyakini ayah korban mencabuli tiga anaknya.

“Hingga saat ini pun posisi kami tetap sama, kasus ini harus dibuka kembali dan untuk itu Polri mesti membuka kembali dan melanjutkan proses berkas perkara ini,” ujar Rezky.

Pelanggaran: Rezky menduga ada maladministrasi dalam penanganan perkara itu. Misalnya, ada dugaan keberpihakan mengingat terlapor berinisial SA (43) merupakan ASN di Inspektorat Pemda setempat.

LBH juga mencatat sejumlah persoalan selama pemeriksaan, seperti penyidik menyimpulkan tidak luka dari hasil visum, padahal sebaliknya; pemeriksaan korban tanpa pendampingan; hingga tidak ada pemeriksaan saksi lain.

Kasus: Sebelumnya, RS melaporkan mantan suaminya SA ke polisi karena diduga mencabuli tiga anaknya, masing-masing berinisial AL (8), MR (6), dan AL (4). Laporan dibuat di Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel. Namun, penyelidikan kasus itu dihentikan.


Baca Juga:

Share: Minim Bukti Jadi Alasan Polisi Hentikan Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur