Internasional

Pembunuhan Massal Teror Kanada

Manda Firmansyah — Asumsi.co

featured image
Ilustrasi Antara

Kepolisian Kanada memburu dua pria pelaku penusukan massal pada Minggu (4/9/2022). Aksi itu menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 15 orang lainnya di beberapa TKP di provinsi Saskatchewan. Para pelaku telah diidentifikasi sebagai Damien Sanderson dan Myles Sanderson. 

Identitas pelaku: Mereka diyakini bersenjata berbahaya dan bepergian dengan mobil Nissan Rogue hitam dengan plat nomor Saskatchewan 119 MPI. Royal Canadian Mounted Police (RSMP) di Saskatchewan, Alberta dan Manitoba bekerja sama menyelidiki penusukan tersebut. 

“Biar saya perjelas, kami masih mencari dua tersangka. Kami meminta warga di seluruh Saskatchewan dan provinsi tetangga kami untuk waspada,” ujar Asisten Komisaris Rhonda Blackmore dengan RCMP Saskatchewan, dilansir dari CNN. 

Damien Sanderson merupakan pria berusia 31 tahun dengan tinggi 5 kaki-7 inci, 155 pon, berambut hitam, dan bermata cokelat. Sedangkan Myles Sanderson digambarkan sebagai pria berusia 30 tahun dengan 6 kaki-1 inci, 240 pon, berrambut cokelat dan bermata cokelat. 

Kronologi: Laporan penusukan pertama datang pada pukul 5:40 pagi waktu setempat (06:30 ET) di James Smith Cree Nation. Lalu, dalam beberapa menit mereka menerima beberapa panggilan yang melaporkan penusukan tambahan. Selama enam jam berikutnya, Saskatchewan RCMP mengirimkan beberapa peringatan dan pembaruan tentang penusukan termasuk mengeluarkan Peringatan Orang Berbahaya untuk Saskatchewan, Manitoba dan Alberta. 

Ada 13 TKP di mana korban ditemukan di Saskatchewan di komunitas James Smith Cree Nation dan Weldon. Beberapa korban terluka, setidaknya 15 di antaranya dibawa ke berbagai rumah sakit. Bahkan, mungkin ada korban luka tambahan yang membawa diri ke rumah sakit. 

Pembunuhan massal terburuk: Dilansir dari NBC News, Blackmore mengatakan, insiden penusukan itu adalah salah satu pembunuhan massal terburuk dalam sejarah provinsi itu.

“Kami yakin beberapa korban telah menjadi sasaran para tersangka, dan yang lainnya diserang secara acak,” tutur Blackmore. 

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau menganggap serangan di provinsia Saskatchewan mengerikan dan memilukan. 

“Saya memikirkan mereka yang kehilangan orang yang dicintai dan mereka yang terluka,” tutur Justin di Twitter.

Baca Juga:

Diduga Depresi, Prajurit Kostrad di Kemayoran Tusuk Diri Sendiri 

Kronologi Purnawirawan TNI Tewas Ditikam di Lembang 

Kanit Resmob Polda Jambi Kena Tombak saat Tangkap Begal

Share: Pembunuhan Massal Teror Kanada