Isu Terkini

Dikritik Komunitas Sepeda, Pemerintah Diminta Tepat Kampanyekan G20

Ray Muhammad — Asumsi.co

featured image
Biro Sekretariat Presiden

Aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengendarai motor di Sumatera Utara dengan mengenakan jaket G20 menuai kritik dari komunitas pegiat sepeda Bike to Work (B2W). Sebab, menurut B2W hal yang dilakukan Jokowi bertentangan dengan misi G20 yang fokus pada transformasi energi dan pelestarian lingkungan.

Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @b2w_indonesia. Dalam unggahan tersebut, ditampilkan tangkapan layar salah satu portal berita berjudul “Jokowi: Udara di Sini “Fresh” Sekali, Rugi Kalau Kita Enggak Naik Motor.”

A post shared by Bike To Work Indonesia (@b2w_indonesia)

View this post on Instagram

Kritik Pengurangan Emisi

Pada tangkapan layar berita yang diunggah akun Instagram B2W, terlihat Jokowi mengendarai motor dengan menggunakan helm, serta mengenakan jaket bertuliskan G20. Jokowi pun melambaikan tangan kirinya selama mengendarai motor custom.

“Betul, pak @jokowi, udara segar memang menyenangkan. Tidak ada atau jarang bisa dinikmati di perkotaan–tahu ‘kan karena polusi. Lebih menyenangkan kalau bisa menikmati udara segar itu kita datang di tempatnya dengan menumpang kendaraan bermotor, yang menyemburkan gas buang dari knalpotnya penyebab polusi dan pemanasan global itu. keren loh pak,” tulis keterangan unggahan akun tersebut, dengan nada menyindir.

Masih dalam keterangan unggahan yang sama, B2W menyindir Jokowi kalau aksi tersebut sama sekali tidak mencerminkan target pengurangan emisi. Bila demikian, menurut mereka urusan transisi energi sebaiknya diurus negara lain. Bukan Indonesia yang kini diamanahi sebagai tuan rumah presidensi G20.

“Soal target pengurangan emisi, seperti yang kita janjikan lewat Paris Agreement dan transportasi yang berkelanjutan dalam Millennium Development Goals, juga amanah G20 Presidensi tentang Suistainable Energy Transition, biar urusan negara-negara lain aja, pak. Ya kan?” tulis akun tersebut.

Usulan Aktivitas Bersepeda

Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimima mengatakan, unggahan di akun media sosial itu merupakan bentuk kritik atas aksi Jokowi yang dinilai tidak sesuai dengan salah satu misi G20 yakni terkait transformasi energi yang lestari.

Penasihat Komunitas Bike to Work Toto Ame menyayangkan adanya aksi bermotor Jokowi sambil mengenakan jaket G20. Sebab, hal ini tentu mencitrakan di saat yang sama Jokowi sedang mengkampanyekan presidensi Indonesia di G20.

“Memang message itu sepintas tidak secara spsifik agar Presiden mengendarai sepeda. Cuma memang terkait presidensi G20 ini, Indonesia semestinya lebih banyak mengkampanyekan kelestarian lingkungan. Bukan sekadar mempromosikan produk dalam negeri seperti motornya,” ujarnya kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Minggu (6/2/2022).

Ia mengungkapkan, dirinya bersama B2W telah berkomunikasi dengan pihak Kepresidenan untuk menggagas adanya aktivitas bersepeda bareng Jokowi sebagai bagian dari kampanye G20.

Melalui proposal yang diajukan pihaknya, lanjut Toto kegiatan ini direncanakan untuk didiskusikan waktu pelaksanaannya pada Maret mendatang.

“Jadi, kami mengusulkan nanti adanya kegiatan bike diplomacy. Bulan Maret ini rencananya dibahas bersama pihak Kepresidenan RI. Kamu harap tentunya program ini bisa disetujui karena selama ini banyak NGO yang menyampaikan kritik keras soal lingkungan. Bahkan, ada petisi. Pak Jokowi kan, juga dikenal senang bersepeda,” tuturnya.

Pengakuan Pemerintah

Sementara itu, Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mengomentari soal pernyataan Jokowi yang menyebut Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, di Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang dikunjunginya disebut memiliki udara yang segar.

Menurutnya, pernyataan tersebut secara tidak langsung sebagai pengakuan pemerintah kalau di Indonesia sudah jarang ditemukan kawasan yang memiliki udara segar seperti di sana.

“Dengan bilang kalau udara di sana fresh, maksudnya apa? Berarti mengakui kalau memang udara di Jakarta, udara di Bandung itu sudah enggak fresh? Berarti kan, memang sudah sulit ditemukan udara yang sejuk dan nyaman di Indonesia,” katanya saat dihubungi terpisah.

Ia menyarankan, sebaiknya Jokowi lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan yang mencerminkan sambil membanggakan presidensi Indonesia sebagai tuan rumah G20.

Pesan Ramah Lingkungan

Bondan menyebutkan, G20 memiliki misi yang menyerukan agar seluruh dunia mulai bergerak menjalankan program transformasi energi dan energi terbarukan, dengan mengurangi emisi karbon dan memanfaatkan ekonomi hijau.

“Sustainable energy transition atau transisi energi berkelanjutan itu kan, salah satu isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia. Nah, pesan ini yang semestinya bisa disampaikan dengan baik pemerintah lewat aktivitas yang sejalan dengan visi misi G20,” tegas Bondan.

Adapun salah satu aktivitas yang mungkin bisa dilakukan, menurutnya seperti kegiatan Jokowi meresmikan proyek-proyek pemerintah yang mengedepankan aspek ramah lingkungan, sambil mengenakan jaket G20.

“Misalnya seperti meresmikan proyek pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) yang sudah mulai ada di daerah-daerah seperti di Way Sekampung, atau meninjau lagi proyek PLTA kayak yang ada di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau. Dengan demikian kan, jelas gitu pesannya kalau kita memang sudah mulai beralih pada energi yang ramah lingkungan,” tandasnya.

Baca Juga

Share: Dikritik Komunitas Sepeda, Pemerintah Diminta Tepat Kampanyekan G20