Isu Terkini

1.271 Pegawai KPK Resmi Dilantik Jadi ASN, ICW: Banyak Aturan Ditabrak

OlehIrfan Muhammad

featured image
Tangkapan Layar YouTube KPK

Sebanyak 1.271 pegawai KPK resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021). Meski sudah diusulkan untuk ditunda, KPK nyatanya tetap melaju dan menggelar pelantikan. Indonesia Corruption Watch menilai kalau pelantikan ini adalah bentuk arogansi Firli Bahuri cs.

Kepada Asumsi, Selasa (1/6/2021), peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyebut banyak aturan yang ditabrak oleh KPK. Aturan itu di antaranya UU 19/19 tentang KPK dan PP 41/20 pengalihan pegawai KPK. Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi pun tak dihiraukan.

“Bahkan, perintah Presiden dianggap angin lalu oleh Pimpinan KPK. Potret pelanggaran etika atas pertanyaan dalam TWK yang diajukan kepada sejumlah pegawai juga tidak digubris,” kata Kurnia.

Baca juga: Dari Koko Sampai Novel, Deretan Pegawai KPK Yang "Tak Bisa Dibina" | Asumsi

Melihat hal ini semakin jelas dan terang benderang bahwa Tes Wawasan Kebangsaan jadi sekadar alat yang digunakan oleh Pimpinan KPK dan kelompok tertentu untuk kebutuhan agenda di luar lingkup pemberantasan korupsi.  Pihaknya pun meminta agar Presiden Joko Widodo segera turun tangan.

“Atas dasar itu, maka ICW mendesak agar Presiden segera mengeluarkan surat keputusan untuk mengangkat 75 pegawai, yang sedianya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat, menjadi Aparatur Sipil Negara,” katanya.

Pendapat senada disampaikan oleh pengamat hukum Abdul Fickar Hajar. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh KPK sangat tidak adil bagi para pegawai yang disebut “tidak bisa lagi dibina”. Soalnya, saat ini para pegawai yang tak lulus TWK sedang mengadukan dugaan kejanggalan soal TWK ke sejumlah pihak, seperti Ombudsman dan Komnas HAM. Bahkan, saat ini Komnas HAM sudah memanggil sejumlah pegawai untuk diperiksa.

“Tidak adil, seharusnya tunggu semua urusan kepegawaian beres,” kata Fickar kepada Asumsi.

Sujanarko Ucapkan “Selamat”

Eks Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko mengucapkan selamat kepada Ketua KPK Firli Bahuri yang berhasil melantik juga menyingkirkan sejumlah pegawai KPK lewat TWK. Menurutnya, apa yang Firli cita-citakan sejak lama akhirnya terwujud.

Baca juga: 51 Pegawai KPK Diberhentikan, Pengamat: Pembelaan Jokowi Percuma | Asumsi

“Ronde pertama telah dimenangkannya. Tentu ini kabar baik bagi oligarki, akhirnya KPK benar-benar menjadi sangat kuat. Dan ini juga membuktikan mental Firli yang luar biasa baik terkait kesetiakawanan,” kata pria yang akrab disapa Koko itu satir.

Koko berpesan kepada para pegawai KPK yang telah dilantik menjadi ASN supaya tetap kompak dan kokoh dalam idealisme memberantas korupsi. “Saya pribadi bangga pada kalian,” ucap dia.

Pesan untuk Pimpinan KPK

Adapun untuk empat pimpinan KPK lainnya, Koko punya pesan masing-masing. Untuk Ali Gufron, misalnya, Koko meminta tidak perlu berpura-pura mohon maaf pada 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan. Untuk Nawawi Pamolango, Koko berpesan agar tidak bolak-balik ganti nomor ponsel.

“Mudah-mudahan kembali mudah dihubungi dan tak perlu terus menerus ganti nomor HP,” kata Koko.

Sementara untuk Lili Pintauli Siregar, Koko hanya berpesan tentu lebih nyaman untuk menyiapkan bahan-bahan yang telah dituduhkan oleh media. Lalu pada Alexander Marwata, pimpinan KPK yang pada periode sebelumnya juga ada di posisi ini bersama Agus Rahardjo, hendaknya bisa membawa nilai-nilai KPK lama yang pernah ia rasakan.

“Untuk Alex, bisa lebih mencintai para pegawainya, seperti KPK di masa-masa lalu. Mudah-mudahan,” ucap dia.

Dirinya bersama 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK dan dinonaktifkan akan tetap berjuang. “Hook dan jatuh di ronde pertama. Pertarungan masih panjang. Siapkan strategi, stamina dan jangan lupa berdoa. Panjang umur perjuangan,” ucap dia.

Pelantikan

Sementara itu, dalam pelantikan yang disiarkan secara daring, Ketua KPK Firli Bahuri melantik sejumlah pegawai KPK menjadi ASN. Prosesi ini akhirnya digelar setelah sempat diwarnai solidaritas lebih 600 pegawai yang meminta pelantikan ditunda di tengah polemik TWK. Pimpinan KPK sendiri sejak awal sudah irit bicara soal pelantikan.

Baca juga: Komnas HAM di Tengah Pro Kontra Laporan Pegawai KPK | Asumsi

Firli juga melantik Cahya Herdianto Harefa sebagai sekjen KPK, dan Pahala Nainggolan sebagai deputi bidang pencegahan dan monitoring. Pelantikan dilakukan dengan pembacaan sumpah oleh Firli kemudian diikuti oleh pegawai KPK yang dilantik, baik langsung maupun daring.

"Saya menyatakan dan berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa saya, untuk diangkat sebagai pegawai negeri sipil, akan taat pada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah. Bahwa saya akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya," tutur para pegawai KPK, mengikuti Ketua KPK Firli Bahuri mengucapkan sumpah.

Dalam pidatonya, Firli meminta semua pegawai KPK yang resmi dilantik menjadi ASN untuk berkomitmen terus memerangi korupsi dan memberikan manfaat kepada bangsa dan negara. Firli menganalogikan perang melawan korupsi merupakan arena 'Perang Badar'. Perang yang dijalani Nabi Muhammad untuk memberantas kezaliman dalam sejarah Islam.

"Ingat, bahwa siapapun yang korupsi merupakan pengkhianat Pancasila," kata Firli.

Dilantik bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Firli menyebut nilai Pancasila, terutama sila ke-3 persatuan Indonesia, akan menjadi kekuatan segenap bangsa dalam Perang Badar melawan korupsi. Firli, dalam kesempatan tersebut, meminta para pegawai untuk tidak ragu terus berkomitmen melawan korupsi dan tidak terpengaruh dari kekuasaan apapun.

"Selamat berjuang melawan praktik korupsi yang menjadi musuh bangsa Indonesia," ujar Firli menutup pidatonya.

Share: 1.271 Pegawai KPK Resmi Dilantik Jadi ASN, ICW: Banyak Aturan Ditabrak