Isu Terkini

Duet Prabowo-Puan, Ganjar Mau Dibawa ke Mana?

OlehRendi Widodo

featured image
Foto: Instagram/@puanmaharaniri

Santernya kabar Prabowo Subianto akan duet dengan Puan Maharani tentu memberikan tanda tanya besar pada potensi Ganjar Pranowo terjun ke Pilpres 2024.

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani membahas soal peluang koalisi PDI Perjuangan (PDIP) dan partainya di Pilpres 2024 mendatang.

"Hubungan kita yang baik dengan PDIP, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Ibu Mega. Saya kira saudara-saudara semua sudah tahu sejak beliau belum ditetapkan sebagai Menteri Pertahanan dan sampai sekarang hubungan itu baik," kata Muzani seperti dikutip dari Tribunnews, Kamis (27/5/2021).

Muzani juga menuturkan kalau elektabilitas Prabowo masih unggul di berbagai survei. Atas dasar itu, Muzani berharap Prabowo segera memberi jawaban kepada kader Gerindra terkait pencapresan. Menurut dia, kepastian dari Prabowo penting agar bisa segera memulai proses pencalonan.

Pernyataan Muzani tentu mempertegas niatan Gerindra untuk kembali berkoalisi dengan PDIP dan khususnya soal duet Prabowo-Puan. Hal ini pun diamini pengamat politik UIN Jakarta, Adi Prayitno.

"Makin terang benderang kalau Gerindra dan PDIP bakal menduetkan Prabowo dan Puan di Pilpres 2024," kata Adi.

Dirinya juga menjelaskan kalau kerja sama Gerindra dan PDIP ini mungkin sudah dirancang sejak lama. Hal ini terkait dengan anti klimaks-nya drama pemerintah dengan oposisi setelah Presiden Joko Widodo memberikan posisi Menteri Pertahanan pada Prabowo Subianto pada 23 Oktober 2019.

Baca juga: Ide Konyol Jokowi-Prabowo vs Kotak Kosong di 2024, Apalagi yang Dicari?

Kenapa Puan?

Mengapa Puan Maharani yang dijodohkan dengan Prabowo? Sedangkan jika menatap elektabilitas Puan sebagai capres yang cenderung lemah di berbagai survei tentu pernyataan duet Prabowo-Puan terasa ‘nanggung’.

Sebut saja survei Lembaga Y-Publica yang memaparkan elektabilitas Ganjar dan Prabowo masing-masing di 20,2% dan 16,7%. Sedangkan, Puan terkapar jauh di posisi 12 menjauhi dengan elektabilitas 0,7%.

Lain cerita jika membahas elektabilitas Puan sebagai cawapres. "Di antara tokoh-tokoh yang kurang diunggulkan sebagai capres, Puan Maharani merupakan kandidat terkuat dalam bursa cawapres," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono seperti dikutip dari Tempo, Kamis (27/5/21).

Elektabilitas Puan sebagai cawapres mencapai 16,2% dan mengungguli nama-nama lainnya seperti Sandiaga Uno (15,6%), Agus Harimurti Yudhoyono (10,1%), Erick Thohir (8,8%), hingga Mahfud MD (6,5%).

Ganjar Memilih Manut Megawati

Ganjar sendiri memilih untuk tidak terlalu menanggapi soal Pilpres 2024 dan cenderung ingin lebih fokus menangani pandemi di Jawa Tengah.

Dikutip dari Tribunnews, Ganjar mengatakan dirinya lebih memilih fokus untuk bekerja dalam mengurus kasus Covid-19 di Jawa Tengah. Sementara, polemik antara dirinya dengan Partai PDI-Perjuangan akan dipasrahkan kepada Ketua Umum, Megawati.

"Kalau terkait itu tugas saya hanya satu bekerja saja, saya harus melaksanakan tugas saya dengan baik. Dan untuk urusan yang seperti itu, itu urusan Ketua Umum (Megawati)," jawab Ganjar.

Share: Duet Prabowo-Puan, Ganjar Mau Dibawa ke Mana?