Isu Terkini

Alasan Menkes Ganti Dirut RS Sardjito Pasca Insiden Oksigen

OlehPanji Sasongko

featured image
Unsplash

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi menunjuk Eniarti sebagai Direktur Utama RS Dr. Sardjito Yogyakarta yang baru menggantikan Rukmono Siswishanto pada Senin (12/1). Pergantian itu terjadi tak lama setelah insiden 33 orang pasien RS Dr. Sardjito Yogyakarta meninggal karena ketiadaan oksigen. 

Rukmono selanjutnya akan menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Eniarti, yakni sebagai Direktur Utama RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. 

Pelantikan terhadap Erniati dan Rukmono yang dilakukan secara virtual dipimpin langsung oleh Budi dan dengan diikuti oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono beserta seluruh pejabat eselon 1 Kementerian Kesehatan. 

Dalam laman resmi Kemenkes, Budi mengklaim pergantian Dirut RS Dr. Sardjito Yogyakarta sebagai bentuk rotasi dan mutasi. Dia menilai hal itu biasa dalam penyegaran organisasi.Terlebih, Budi menyampaikan Kemenkes tengah menghadapi tekanan yang luar biasa karena adanya peningkatan dari penularan virus Covid-19.

Baca Juga: Ini Langkah Pemerintah Jika Covid-19 di Indonesia Masuk Skenario Terburuk | Asumsi

Dalam kesempatan itu, Budi mengingatkan pimpinan rumah sakit terutama yang merupakan rumah sakit vertikal Kemenkes harus memastikan bisa melayani masyarakat, mempersiapkan infrastruktur, dan membina semua tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit dengan optimal.Pasalnya, dia melihat tekanan yang amat besar dari pandemi akan membuat ketiga hal itu menjadi sangat krusial dan penting untuk dimonitor kesiapannya setiap saat. 

"Oleh karena itu titipan saya kepada para Dirut rumah sakit vertikal yang ada di seluruh Indonesia pastikan bahwa kita meluangkan waktu dan tenaga yang cukup untuk mengantisipasi semua masalah yang mungkin terjadi, dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap masyarakat yang berada di sekitar kita," kata Budi. 

Baca Juga: Tabung Oksigen Langka, Waspada Panic Buying dan Penimbunan Massal | Asumsi

Netizen curiga 

Sejumlah netizen tampak terkejut dengan kebijakan rotasi tersebut. Misalnya, akun @astriferdiana yang mengaku heran Rukmono diganti saat situasi penganan pandemi Covid-19 sedang krisis. 

"Di tengah krisis seperti ini, Direktur Utama RSUP dr Sardjito dipindah jadi Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang. Apakah ada kaitannya dengan....," kicau @astriferdiana. 

Sementara akun @zakkkzakii menilai kasus meninggalnya puluhan pasien di RS Dr. Sardjito Yogyakarta menjadi alasan Rukmono dicopot dari jabatannya. 

"Diakui atau tidak imbas 63 pasien meninggal dalam sehari (salah-1-nya dipicu krn kekurangan oksigen) membuat Direktur Utama RS Sardjito Yogyakarta dr. Rukmono Siswishanto dicopot dan digeser jadi Direktur Utama RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang," kicau @zakkkzakii.

Share: Alasan Menkes Ganti Dirut RS Sardjito Pasca Insiden Oksigen