Sains

Pentagon Sampaikan Laporan UFO ke Kongres AS, Khawatir Jadi Ancaman Global

Ray– Asumsi.co

featured image
Foto: The Telegraph

Pentagon sepertinya semakin serius meneliti keberadaan alien, khususnya benda terbang tak dikenal (unidentified flying object/UFO) yang diyakini sebagai wahana terbang mereka. Hal ini menyusul adanya laporan kesaksian melihat keberadaan UFO yang dialami salah satu tentara mereka.

Kesaksian Melihat UFO

Letnan Komandan Alex Dietrich, pilot pesawat tempur Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) mengungkapkan pernah melihat UFO saat  dipercaya mendaratkan jet F/A-18 supersonik kala bertugas melayani tur tempur di Irak dan Afghanistan.

Melansir The Telegraph, ia mengakui pengalaman yang terjadi tahun 2018 ini bukan bualan semata. Selama ini, dirinya mengklaim sebagai orang rasional yang mungkin tak memercayai keberadaan alien. 

Bahkan, Dietrich juga mengatakan ini bukanlah pengalaman perdananya. Pada 14 November 2004, ia bercerita pernah ditugaskan di lepas pantai California selatan di kapal induk USS Nimitz. Saat itu, kapalnya menangkap banyak benda terbang misterius yang ditangkap oleh radar kapal.

Baca juga: Proyek Lunar Gateway, NASA Ingin Astronot Wanita Mendarat di Bulan

Ia menyebut benda-benda terbang itu telah turun dengan sangat cepat lalu posisi terbangnya turun dalam tempo yang sangat cepat dalam jarak 80.000 kaki dengan waktu kurang dari satu detik. Atas penemuan ini, Dietrich mengaku diminta oleh dinasnya untuk menyelidiki temuan ini bersama Komandan David Fravor.

“Benda tersebut masuk dari arah kiri, lalu menyilang, melompat dari satu tempat ke tempat lain, dan jatuh di sekitarnya tanpa diprediksi lalu menghilang. Itulah yang kami rasakan saat melihat radar radio dengan kehilangan akal sehat kami,” ucapnya saat diwawancara pertama kalinya bersama program berita 60 Minutes pada pekan ini. 

Ia meyakini, salah satu benda terbang yang tampak berupa objek berbentuk lonjong yang diperkirakannya memiliki panjang 40 kaki atau sekitar 12 meter.

Pentagon Bakal Sampaikan Laporan Penyelidikan UFO

Dietrich mengungkapkan alasan dirinya baru blak-blakan soal pengalamannya yang pernah melihat UFO tiga tahun lalu kepada publik karena ingin mengajak para pilot lain yang juga pernah mengalami hal serupa agar tak ragu berbagi pengakuannya.

Ia menyadari pengakuan orang yang melihat UFO, kerap mendapatkan stigma berhalusinasi atau semacamnya. Namun, hal tersebut tak masalah baginya. Sehubungan dengan kesaksian Dietrich, Pentagon diketahui membentuk satuan tugas baru di bawah AL AS, untuk menyelidiki penampakan UFO.

Satgas yang dinamakan Satuan Tugas Fenomena Udara Tak Teridentifikasi (Unidentified Aerial Phenomena-Task Force/UAP) ini, dilaporkan sumber yang sama telah dibentuk sejak 14 Agustus 2020. 

Pembentukan satgas didasari atas adanya kecurigaan kemungkinan adanya “sesuatu” di luar angkasa berkaitan dengan kemunculan sosok UFO ini. Adapun “sesuatu” yang dimaksud, sejauh ini mereka belum menganggapnya sebagai kemunculan sosok cebol berwarna hijau seperti yang ada di film-film. 

Mereka mengklasifikasikannya sebagai fenomena udara yang tak dikenal (unidentified aerial phenomena), entah apa itu yang dikhawatirkan menimbulkan ancaman keamanan global serius.

Bulan depan, Kongres AS akan menerima laporan penyelidikan lebih lanjut soal temuan UFO yang dikumpulkan oleh Satgas UAP Pentagon, Kantor Intelijen Angkatan Laut, dan FBI.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan, selama ini dalam budaya populer UFO juga sering dianggap sebagai wahana terbang makhluk asing atau alien. 

Isu soal UFO mulai mendunia sejak ramai menjadi pemberitaan ketika terjadinya Perang Dingin antara AS dengan Uni Soviet sejak tahun 1947 hingga 1953. 

"Pemberitaan soal UFO memang paling banyak saat terjadinya Perang Dingin. Saat itu berita UFO banyak. Akan tetapi, sebenarnya ini mungkin merupakan wahana terbang yang kala itu dianggap aneh oleh masyarakat. Bahkan juga belakangan dianggap ada kaitannya dengan perkembangan persenjataan negara atau propaganada kepada masyarakat dengan teknologi-teknologi yang sengaja disembunyikan. Kemudian setelah perang dingin, tidak lagi gencar pemberitaan soal UFO," jelas Thomas kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Sabtu (22/5/21).

UFO dan Alien Sains Semu

Secara ilmiah, kata Thomas keyakinan eksistensi UFO sebagai wahana terbang alien tidak mendasar. Sebab, bukti secara ilmiahnya sangat lemah dan dalam ilmu astronomi cenderung disebut sebagai pseudosains alias sains semu. 

"Secara logika astronomi kalau UFO yang dalam hal ini wahana alien itu ada, semestinya dalam survei luar angkasa yang selama ini dilakukan astronom saat mengamati langit malam, dari sekian banyak frame foto astronom yang dipublikasikan terekam dalam pencitraan langit," ujarnya.

Hingga kini, lanjutnya dari sekian banyak potret pencitraan langit dan hasil pantauan terhadap objek langit yang diteliti para astronom juga tidak ada yang memperlihatkan penampakan UFO.

"Sampai saat ini tidak ada. Kemudian kalau disebut UFO adalah wahana yang ada alien di dalamnya juga tidak logis," ucapnya.

Pasalnya, kata dia bila alien yang dimaksud adalah makhluk hidup serupa manusia hanya berbeda spesies, wujud, dan anatomi tentu memiliki keterbatasan-keterbatasan, mulai dari usia hingga kemampuan dalam menjelajah antariksa.

Baca juga: Misteri Baru Venus: Perbedaan Waktu Super Lama Hingga Sinyal Misterius

"Makhluk hidup dengan segala keterbatasannya melakukan penerbangan antar planet dan bintang dengan jarak sekian juta cahaya jauhnya lalu menjadikan Bumi sebagai sasaran lokasi kunjungan mereka, menurut saya sangat tidak masuk akal," terangnya.

Kesaksian Dietrich Diragukan

Kepala LAPAN menambahkan, dalam catatan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga belum pernah ada laporan yang menyebutkan adanya penampakan UFO yang diyakini sebagai wahana terbang yang dikemudikan atau ditumpangi alien.

"Setahu saya yang ada justru soal klarifikasi mereka terhadap penemuan yang diduga sebagai UFO saat misi Apollo sekitar tahun 1970. Ternyata itu bukanlah UFO yang selama ini dianggap sebagai piring terbang," tuturnya.

Thomas meragukan kredibilitas Dietrich sebagai narasumber yang menyatakan kesaksiannya melihat UFO. Laporan Satgas UAP soal penyelidikan terkait penemuan UFO yang bakal diserahkan ke Kongres AS diharapkannya bisa dibuka kepada publik.

"Pernyataan tokoh yang menjadi sumber berita meragukan. Kita tunggu pernyataan resmi Pentagon. Kalau benar memang sekarang isu UFO kembali dimunculkan oleh Pentagon yang notabene merupakan Kementerian Pertahanan AS, saya tidak tahu juga apa yang menjadi motivasi mereka," tandasnya.

Kalau kalian gimana guys, percaya UFO dan alien ada atau enggak?

Share: Pentagon Sampaikan Laporan UFO ke Kongres AS, Khawatir Jadi Ancaman Global