Bisnis

Fenomena Jual Murah Rumah Mewah di Jakarta, Benarkah Orang Kaya Terdampak Pandemi?

OlehRay

featured image
Foto: Rumah123.com

Fenomena rumah di kawasan emas yang dijual bahkan diobral murah seperti Menteng, Pondok Indah, Kemang, hingga Kelapa Gading kini sedang jadi perbincangan. Hal ini diduga disebabkan orang-orang kaya yang semakin terdampak pandemi COVID-19. Benarkah demikian?

Tren Jual Warisan

Hal ini terlihat dari situs jual-beli rumah lamudi.com yang memperlihatkan harga rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ada yang dijual Rp20 miliar, Rp39 miliar, dan Rp55 miliar dari harga patok rata-rata saat ini seharga Rp78.300.000 per meter persegi.

Sementara itu, situs rumah.com menampilkan rumah di Pondok Indah ada yang dijual dengan harga Rp20 miliar dan Rp36 miliar di antara beberapa rumah di kawasan yang sama yang dijual Rp105 miliar.

Ada juga rumah mewah di Kemang, Jakarta Selatan yang dijual di rumah123.com seharga Rp25 miliar. Bahkan, penjual mencantumkan informasi harga jualnya berada di bawah nilai jual objek pajak (NJOP).

Di situs yang sama juga menampilkan informasi adanya rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang dijual seharga Rp25 miliar dengan cicilan Rp178 juta per bulan.

Baca juga: Siasat Memiliki Rumah Tanpa KPR | Asumsi

Pengamat properti dan Senior Associate Director Capital Markets Colliers International Indonesia, Aldi Garibaldi menilai fenomena ini terjadi bukan semata-mata karena situasi pandemi COVID-19.

Menurutnya, belakangan sedang tren di kalangan orang kaya menjual aset warisan keluarga yang ada di kawasan-kawasan tersebut karena orang tua atau pemilik asli rumah tersebut sudah meninggal. 

"Bukan cuma Menteng, daerah lainnya seperti Setiabudi dan Pondok Indah juga banyak rumah di jual. Nah ini karena rumah-rumah itu kebanyakan punya orang kaya lama. Ketika orang tua atau si pemilik aslinya sudah meninggal, banyak anak-anaknya memutuskan menjual rumah buat bagi waris," katanya kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Rabu (7/7/21).

Orang Kaya Terdampak Pandemi

Adapun harga yang turun, kata Aldi disebabkan karena harga jual rumah saat ini sedang terkoreksi tajam di pasaran. "Mau tidak mau turunin harga seakan-akan obral. It's good time to buy, kalau kita ada uang cash buat beli," imbuhnya.

Di sisi lain, penyebab harga rumah di kawasan emas ibu kota jadi murah karena belakangan terjad migrasi besar-besaran orang yang sebelumnya tinggal di perkotaan membeli rumah di kawasan pinggiran Jakarta dengan kualitas yang lebih baik serta harganya lebih murah.

"Sekarang kan, terjadi migrasi besar-besaran dari tengah kota ke pinggir kota karena mereka beli rumah di pinggir kota dengan alasan better quality of life, better pricing per square meter, better quality of design, and better building materials. Nah, karena banyak yang beli rumah di pinggiran ini, jadinya orang yang tinggal di kawasan emas itu menurunkan harga," terangnya.

Baca juga: Harga Kian Membengkak, Ini Tips Beli Rumah Buat Milenial | Asumsi

Adapun kawasan favorit masyarakat untuk membeli rumah saat ini daripada di pusat kota Jakarta, kata dia mulai dari Summarecon Bogor, Jawa Barat dan Summarecon Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

"Memang rumah mewah orang kaya lama yang dijual itu harganya turun, tapi overall price masih mahal. Siapa juga yang bisa akses harga untuk rumah tersebut? Mending beli rumah kayak di Summarecon Bogor atau BSD. Pandemi mengonfirmasi fenomena ini," pungkasnya.

Sementara itu, Financial Planner dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho menyebut fenomena ini terjadi karena di masa pandemi saat ini, membuat orang kaya melakukan efisiensi keuangan dengan menjual aset mereka.

"Mereka yang tinggal di kawasan segitiga emas ini kan orang-orang yang ads di level ekonomi menengah atas alias orang kaya dan biasanya punya properti lebih dari satu. Daripada uang mereka banyak dipakai bayar pajak rumah lagi pandemi, mending jual salah satu. Ditambah biaya maintenance yang mahal buat rumah mewah," jelas dia saat dihubungi terpisah.

Selain itu, fenomena ini juga bisa disebabkan karena banyak orang kaya kesulitan membiayai bisnis yang dijalankan mereka di masa pandemi, sehingga harus menjual aset.

"Dampak pandemi memang bikin banyak orang butuh uang, sampai harus menjual aset berharga seperti rumah. Tidak bisa dipungkiri bikin bisnis mereka terdampak. Mulai dari kesulitan buat biaya produksi sampai bayar karyawan. Mau tidak mau menjual aset jadi pilihan," ungkapnya.

Kalau kalian gimana? Tertarik beli rumah mewah di salah satu kawasan emas Jakarta enggak, guys

Share: Fenomena Jual Murah Rumah Mewah di Jakarta, Benarkah Orang Kaya Terdampak Pandemi?