Covid-19

​Pandemi Covid-19 Masih Melonjak, Bersolidaritaslah!

Irfan Muhammad– Asumsi.co

featured image
Unsplash

Pandemi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir sedang menunjukan tren terburuknya. Bahkan, situasinya tidak lebih baik dari tahun lalu saat penularan Covid-19 baru ditetapkan sebagai pandemi.

Kini, ucapan belasungkawa semakin sering terdengar. Entah itu lewat pengumuman melalui speaker masjid di lingkungan kalian, grup bincang daring, hingga media sosial.

Dalam kondisi ini, pemerintah pun mulai melakukan tindakan tegas dengan melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang pada praktiknya, sudah seperti karantina wilayah. Hal ini berkejaran dengan meningkatnya kebutuhan akan ketersediaan kamar di Rumah Sakit, Oksigen, dan lain-lain.

Di tengah situasi genting ini, geliat masyarakat untuk bersolidaritas antara satu dengan yang lain, mulai dipupuk lagi. Aksinya mungkin pada skala yang tidak begitu besar. Tetapi, banyak upaya yang dilakukan oleh masyarakat, supaya bisa menyambung asa di tengah nestapa yang seolah datang tiada hentinya.

Menghimpun Data Ketersediaan RS dan Alat Kesehatan

Sebuah inisiatif datang dari Ananda Badudu dan kawan-kawan. Melalui akun Twitter-nya, Nanda yang dikenal sebagai jurnalis juga musisi ini, sedang mengumpulkan info apapun yang bisa bantu orang positif Covid-19. Info yang dihimpun di antaranya penjual oksigen, kontak ambulans, mobil jenazah, layanan Rapid Test, dan lain-lain.

Baca Juga: Kenapa Sih, Pemerintah Terkesan Sulit Minta Maaf Soal Pelanggaran HAM Masa Lalu? | Asumsi

Menurutnya, inisiatif tersebut dijalankan oleh beberapa organisasi. Nantinya, data yang dihimpun akan diunggah dalam sebuah situs yang menampung segala info soal Covid-19.

"Inisiatif ini bukan untuk Jabodetabek saja, bukan untuk Jawa-Bali saja, tapi untuk semua. Kamu yang di Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, NTT, NTB, dan lain-lain, kalau ada info apapun lempar sini ya," tulis Nanda di akun Twitter @anandabadudu.

Menurutnya, dalam dua tiga hari ke depan, informasi yang didapat dari warga akan mulai dipublikasikan lewat situs yang tengah disiapkan. Ia menyebutkan, semakin banyak info semakin baik. Semakin luas daerah yang dijangkau, semakin membuat himpunan data yang akan dipublikasikan banyak.

"Maka itu, kami sangat butuh keterlibatan kalian," ucap Nanda, seraya meminta cuitannya diunggah ulang, agar terus menjangkau orang lain yang mungkin punya informasi.

Saat ini, database juga terus diperkaya dengan info baru. "Masih dibutuhkan info dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, terutama Kabupaten-Kabupaten," kata Nanda.

​Konten Kreator Faiz Ghifari juga melakukan inisiatif serupa. Melalui laman urundayacovid.com, ia membuat web terpusat untuk crowdsourcing info yang dapat membantu melawan Covid-19. Ini mencakup pada hotline RS dan Puskesmas, layanan swab test, layanan vaksinasi, layanan isoman, info ambulans, donor plasma, info oksigen, dan lain-lain.

Menurutnya, ada dua fungsi utama web Urun Daya ini, salah satunya mendapatkan informasi. Caranya, tinggal klik database yang dibutuhkan, bisa menggunakan fitur search and filter untuk mempermudah pencarian. 

"Selain itu, menyumbangkan informasi. Caranya dengan mengisikan form pada masing-masing halaman database," ucap Faiz.

Membantu Merawat Hewan Peliharaan

​Salah satu aksi yang cukup tidak biasa dilakukan oleh Animal Defenders Indonesia di tengah pandemi ini. Menamakan programnya AD19, bantuan ini justru dirasakan langsung oleh hewan peliharaan yang tak terurus karena pemiliknya mesti diisolasi di rumah sakit setelah terjangkit Covid-19.

Di tengah pandemi ini, hewan peliharaan boleh jadi terlupakan. Karena pemiliknya sakit, dan tidak mungkin mengurus peliharaannya. Tak jarang, dari mereka yang kemudian terlantar.

​Adapun bentuk bantuan yang diberikan adalah perawatan di dalam shelter, jemput/antar ke tempat referensi pemilik, hingga perawatan di rumah pemilik oleh tim ADI. Bantuan ini baru terbatas untuk wilayah Jabodetabek, dan tidak dipungut biaya apapun.

Baca Juga: Marahi Perusahaan Yang WFO, Anies Pastikan Perusahaan Bandel Ditutup | Asumsi

Kepada Asumsi.co, Pendiri ADI, Doni Herdaru Tona mengatakan, sejak dimulai empat hari lalu, banyak sekali permohonan bantuan yang masuk. Dalam sehari, jumlahnya bisa lebih dari 50 permohonan. Agar tepat sasaran, pihaknya pun memberlakukan sejumlah pemilahan.

​"Setelah screening, paling hanya sekitar 10 persen yang bisa kita follow up selanjutnya," kata Doni.

Urgensi dan kecocokan dengan program ini, menjadi dasar pemilihan seorang pemilik berhak menerima bantuan atau tidak. Kriterianya antara lain, pemilik benar-benar sedang mengindap Covid-19, diisolasi di rumah sakit atau di rumah, tapi dengan kondisi cukup parah, ada hambatan berarti dalam merawat hewannya di rumah, hingga hari ke berapa kondisi yang dilaporkan.

​"Kami wajib screening dan filtering mana yang benar urgent dan sesuai dengan program. Agar tidak salah sasaran. Karena banyak juga yang isoman, kondisi normal, masih bisa aktivitas seperti biasa, tapi maunya orang lain yang melakukan tugasnya," ucap Doni.

​Untuk melaksanakan program ini, ADI menerjunkan satu tim screening, satu tim mobile active, dan satu tim mobile back up untuk laporan yang ultra-urgent. ADI juga dibantu oleh lima staff grooming, yang akan diturunkan membantu pembersihan rumah pelapor jika diperlukan.

"Saat ini, paling banyak di tangani di Jakarta Barat ada empat kasus, di Bekasi satu kasus, Jakarta Selatan satu kasus, dan Tangerang Selatan satu kasus," tutur Doni.

Selain dua gerakan ini, banyak juga gerakan-gerakan kecil lain yang dikelola oleh simpul komunitas atau individu. Infonya, banyak bertebaran di media sosial dengan macam ragam gerakan. 

Mulai dari bantuan pemenuhan sembako, hingga kebutuhan sehari-hari untuk bayi. Di kondisi yang penuh ketidakpastian ini, aksi warga yang saling membantu, memang menjadi salah satu jalan keluar untuk bertahan, Dan karena itu, bersolidaritaslah!

Share: ​Pandemi Covid-19 Masih Melonjak, Bersolidaritaslah!