Internasional

Teluk Meksiko Dilalap Api, Emangnya Bisa Laut Kebakaran?

OlehRay

featured
Unsplash

Kebocoran pipa bawah laut dilaporkan terjadi di Teluk Meksiko, Jumat (2/7/21) dini hari waktu setempat. Peristiwa ini memicu kobaran api dahsyat di sekitar lautan itu. Memangnya bisa terjadi kebakaran di laut?

Diduga Ada Tumpahan Minyak

Dalam video yang diunggah CNN, terlihat kobaran api tersebut membentuk kawasan api di tengah laut. Kebocoran gas itu dilaporkan berasal dari pipa milik perusahaan minyak asal Meksiko, Pemex. 

Dalam tayangan video, terlihat kapal-kapal besar berada di sekitar lokasi kebakaran, "Pemex mengonfirmasi tak ada korban jiwa ataupun tumpahan minyak akibat peristiwa itu," demikian dilaporkan sumber.

Peristiwa ini pun viral di media sosial, usai video insidennya diunggah akun @MLopezSanMartin. Cuitan videonya pun dikicau ulang 15.600 kali dan disukai 35.700 pengguna Twitter lainnya.

Warganet ramai merespons video tersebut. Ada yang menyebut kobaran api yang terlihat itu mirip Eye of Sauron di film The Lord of the Rings. Peristiwa ini pun memicu pertanyaan publik, benarkah kebakaran bisa terjadi di tengah laut?

Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia, Afdillah meragukan tidak adanya tumpahan minyak akibat kebocoran pipa gas tersebut. Menurutnya, api bisa muncul di atas permukaan laut karena adanya minyak yang mengambang.

Baca Juga : Konsumsi Banyak Vitamin C Bisa Perkuat Imun, Benarkah?

"Itu sangat mungkin diduga ada tumpahan minyaknya. Secara keilmuan, kebakaran bisa terjadi karena di sana ada minyak. Kalau mereka bilang tidak ada tumpahan minyak, rasanya enggak mungkin. Katanya kan, SOP (standar operasional dan prosedur) yang dijalankan perusahaan itu ketat, namanya kesalahan teknis pasti bisa terjadi. Sekali ada kesalahan, tentu dampaknya besar," katanya kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Sabtu (3/7/21).

Picu Kerusakan Terumbu Karang dan Perubahan Arus Laut

Afdillah menegaskan insiden semacam inilah yang membuat Greenpeace selama ini menolak adanya eksplorasi pertambangan di dasar laut. Eksplorasi pertambangan, menurutnya sangat membuka peluang terjadinya pencemaran laut dan kerusakan ekosistem yang ada di sekitarnya.

"Jangan dikira karena air, bisa tidak terjadi kebakaran, Potensi kebakaran karena aktivitas pertambangan di laut, justru dampaknya lebih besar. Saat ada tupahan di satu titik kawasan lautan tentu bisa menyebar ke area lainnya. Selama ada minyak ketemu api mau posisinya di darat atau laut akan tersulut dan menyebabkan kebakaran sampai minyaknya habis. Sekali lagi, ini alasannya kita menolak penambangan di laut. Ekosistem di sekitarnya juga bisa terancam. Kita juga belum tahu ini dampaknya sampai ke kedalaman laut berapa," jelasnya. 

Baca Juga : Kiprah Dalang Ki Manteb Sudarsono Sebelum Wafat Karena COVID-19

Sementara itu, Juru Bicara Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Dwi Sawung menilai kebakaran di sekitar Teluk Meksiko dipicu karena adanya tekanan oksigen di dalam pipa yang mengalami kebocoran.

Tekanan oksigen ini, lanjut dia membuat ledakan yang akhirnya menyebabkan tejadinya kobaran api. "Di dalam pipanya, mungkin enggak 100 persen. Selain gas mungkin ada oksigen juga yang ikut ke dalamnya, sehingga bisa terbakar. Ini mendorong munculnya api yang jadi sumber kebakarannya," tuturnya saat dihubungi terpisah.

Ia mengkhawatirkan biota-biota laut yang ada di sekitar kawasan laut yang dilanda api itu, terutama terumbu karang. Kerusakan terumbu karang, menurutnya tak bisa dipungkiri terjadi.

"Makhluk yang ada di sekitar pasti mati, apalagi terumbu karangnya. Terumbu karang ini memang yang paling sensitif, termasuk mamalia yang khususnya endemik di kawasan Teluk Meksiko. Mereka akan sulit berpindah karena habitatnya di sana. Kemudian suhu laut juga akan menjadi lebih panas dan mengganggu ekosistem yang lebih luas lagi. Ini bisa menyebabkan perubahan arus laut yang lebih luas," terangnya.

Share: Teluk Meksiko Dilalap Api, Emangnya Bisa Laut Kebakaran?