Isu Terkini

Disaster Girl, Meme yang Dihargai Rp7 Miliar Lewat NFT

OlehAwan

featured image
Dave Roth

Siapa yang menyangka, sebuah foto gadis kecil yang sedikit tersenyum melihat kebakaran yang sedang terjadi di Amerika Serikat menjadi sangat viral. 

Kala itu pada tahun 2005, gadis kecil berusia 4 tahun bernama Zoe Roth diajak oleh keluarganya menyaksikan kebakaran yang terjadi di Mebane, North Carolina. Senyumannya yang seakan sinis menjadi perhatian sehingga foto dirinya tersebut diplesetkan menjadi Disaster Girl.

Pada tahun 2007, sang ayah bahkan memasukkan foto tersebut dalam sebuah kontes fotografi, dan menang. Sontak meme Disaster Girl semakin viral dan banyak digunakan orang sebgai ilustrasi lelucon hingga sebuah pertanda buruk.

Baca juga: Mengenal NFT, Teknologi Kripto yang Bikin Aset Digital Jelas Pemiliknya

Tinggalkan kisah lama tersebut, kabar terbaru Zoe Roth saat ini sudah tumbuh dewasa dan tengah menyelesaikan pendidikan tingginya  di Universitas North Carolina. Bukan kisah itu yang saat ini menjadi perhatian. Mengutip New York Times (29/3/21), Disaster Girl kembali jadi perhatian manakala Roth memutuskan untuk menjual foto original Disaster Girl secara digital melalui non-fungible token (NFT). Tidak tanggung, nilainya bahkan mencapai USD 495.000 atau sekitar Rp7,15 miliar rupiah.

Foto Disaster Girl dijual digital dengan menggunakan uang kripto Ethereum sebesar 180 ETH pada 17 April lalu. Menariknya walaupun Roth sudah menjualnya, dari setiap penjualan ke pihak lain Roth akan mendapatkan komisi hak cipta hingga 10%. Lantas seperti apa skema NFT yang dinilai sangat menguntungkan bagi para seniman ataupun karya seni yang dapat dijual secara digital ini?

NFT Revolusi Penjualan Karya Seni Secara Digital

Mengutip New York Times (29/3/21), NFT yang sedang digandrungi di Amerika Serikat merupakan bagian dari teknologi blockchain yang sedang ramai. Ya, teknologi tersebut juga yang membidani lahirnya uang kripto.

Konsepnya hampir serupa dengan uang kripto. Para pencipta karya seni dapat menyimpan data original dari foto tersebut ke dalam blockchain Ethereum untuk mendapatkan token eksklusif dan original dari karya seni digital tersebut yang dapat diberikan kepada pembeli. Menurut The Verge (11/3), dengan token tersebut karya original akan terjaga keasliannya dan dengan teknologi blockchain akan tertera siapa pembuatnya, pemilik saat ini yang tidak dapat diduplikasikan. Selain itu, sang pembuat juga akan tetap mendapatkan royalti dari setiap penjualan kepemilikan karya seni.

NFT Instrumen Investasi Baru

Dalam menentukan nilai sebuah barang, unsur kelangkaan atau rarity jadi salah satu hal utama. Dalam wawancara dengan CNBC (15/4), Halim Alamsyah Ekonom Senior menyebut, rarity akan menentukan nilai sebuah aset. Tentunya semakin langka aset atau barang tersebut semakin mahal pula harganya, emas contohnya aset yang memiliki unsur rarity cukup tinggi.

Kelangkaan juga menjadi salah satu bagian dari NFT ekslusif token yang dimiliki membuat nilainya bisa bertambah apabila barang tersebut menjadi perhatian atau diburu. Jadi, NFT bisa dibilang menjadi lebih menarik karena memiliki aset jaminan atau underlying aset berupa karya seni digital. Jadi wajar suatu saat harganya bisa saja meroket. Seperti karya seni milik  Salvador Dali dan Pablo Picasso.

Baca juga: Nilainya Merosot, Inilah Sederet Risiko Mata Uang Kripto!

NFT Rawan Aksi Scam dan Pencurian Karya Seni

Walaupun memang NFT jadi salah satu solusi monetisasi karya seni masa kini, nampaknya masih ada celah di dalamnya yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Nyatanya banyak seniman, pembuat konten digital yang karya seninya dicuri kemudian dimasukan ke NFT tanpa seizin pembuatnya.

Bukan tanpa sebab, mengutip CNN (16/4/21) nilai pasar NFT yang tercatat oleh CoinMarket Cap mencapai USD 22,5 miliar, itu saja baru triwulan pertama tahun 2021. Demand yang tinggi membuat banyak celah untuk aksi kejahatan masuk ke dalamnya.

Mengutip cuitan salah satu selebtwit, RJ Palmer (9/3), tengah ramai kasus pencurian karya seni dari Twitter yang cukup viral untuk diubah menjadi NFT. Bahkan sebuah cuitan saja dapat dijual melalui NFT tanpa sepengetahuan pemiliknya. Sebelumnya, pada 25 Maret silam, Bos Tesla saja pernah mejual cuitannya senilai USD 1,2 juta dan Jack Dorsey, bos Twitter juga turut menjual cuitan perdananya senilai USD 2,9 juta.

Share: Disaster Girl, Meme yang Dihargai Rp7 Miliar Lewat NFT