Olahraga

Tak Suportif, Ramai Aksi Vandalisme Bobotoh Usai Final Piala Menpora

OlehJeri Santoso

featured image
unsplash/chaos soccer gear

Usai Persib Bandung ditekuk kalah oleh Persija Jakarta dalam final Piala Menpora pada Minggu (25/4) kemarin, pendukung fanatiknya atau yang kerap menamakan diri dengan sebutan Bobotoh kembali berulah. Setelah kantor Persib Bandung diserang oleh sekelompok oknum tak beratribut yang diduga merupakan pendukung Maung Bandung, kali ini aksi vandalisme menimpa keluarga Kiper Persib Bandung Muhammad Aqil Savik.

Tak terima kakaknya jadi korban aksi vandalisme suporter, Aqil meluapkan kekesalannya itu lewat akun Instagramnya. Lewat unggahan Instastory, Aqil membagikan gambar kondisi mobil kakaknya yang yang dicoret-coret oleh oknum suporter.

"Tolong dong jangan kayak gini! Jadi supporter seharusnya dewasa! Ini mobil keluarga saya sendiri. Saya tahu kecewa, tapi tidak dengan cara yang begini. dan tidak harus seperti ini!! Tidak ada tim yang mau kalah, semua pasti ingin menang. Jujur saya kecewa, jangan mencoreng nama baik," tulis Aqil dalam utas tersebut.


Tampak dari unggahan yang dibagikan tersebut, mobil bewarna hitam dicoret-coret menggunakan cat pilox berwarna putih pada bagian kap depan mobil. Selain itu, coretan juga ada pada bagian kaca depan. Aqil, melalui unggahan di instagram melampiaskan kekecewaannya.

"Saya tau ini pertandingan penting, menyangkut harga diri. Tapi apa kalian hanya bisa mendukung di saat menang saja? Tidak dengan kekalahan? Itu yang dinamakan suporter?" tulis Aqil.

Sebelumnya, kantor Persib Bandung jadi sasaran aksi vandalisme serupa pada Minggu malam usai final Piala Menpora. Berdasarkan laporan pihak keamanan setempat, seperti dikutip dari CNN Indonesia, orang tak beratribut menggeruduk kantor Persib Bandung dan melemparinya dengan menggunakan batu dan suar.

Menanggapi aksi tersebut, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono angkat bicara mengecam vandalisme terhadap markas Persib Bandung.

"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut dan mengecam keras oknum suporter yang melakukan tindakan tersebut," kata Teddy dilansir dari CNN Indonesia.

Jalannya Pertandingan

Tertinggal defisit 0-2 pada leg pertama, pertandingan dibuka dengan taji Persib Bandung yang coba menguasai lapangan pada awal pertandingan. Selama menit-menit awal, Persib cukup kewalahan menemukan celah untuk membongkar pertahanan Persija. Kreasi demi kreasi mengulik si bundar, belum ada tanda-tanda Persib bakal membobol gawang kawalan Andritany Ardhiyasa.

Baca juga: Patrich Wanggai dan Kenapa Masih Ada Orang Indonesia yang Rasis? | Asumsi

Sebaliknya, counter attack dari bomber Persija, Taufik Hidayat, sempat membahayakan gawang I Made Irawan pada menit kedelapan. Sayangnya, umpan cepat yang diterima Taufik tidak dikontrol dengan sempurna, sehingga direbut begitu saja oleh Kiper I Made Irawan.

Menit ke-22 Persib harus kehilangan satu pemain mereka akibat kartu kuning kedua yang diterima Bayu Fiqri setelah melanggar Marco Motta untuk yang kedua kalinya. Bermodalkan 10 pemain, irama permainan Persib semakin dipersulit lawan. Hingga turun minum, tak ada gol yang tercipta. Pertandingan bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua, Robert Rene Alberts tampaknya menyadari perlu rotasi pemain untuk membuat Persib lebih hidup. Wander Luis lantas digantikan Ferdinand Sinaga. Tetap saja, bermain dengan 10 orang paling banter jika dewi fortuna memihak. Itupun jika ia memihak.

Malang bermain di babak kedua, Persib menerima kebobolan oleh karena sepakan kaki kiri Osvaldo Haay pada menit ke-51. Tak dikawal ketat oleh pertahanan belakang Persib, Osvaldo berhasil menerima umpan akrobatik dari Riko Simanjuntak dan mengkonversikannya menjadi gol. Perisja unggul 1-0.

Gol pertama Persija di babak kedua membuat mereka makin percaya diri mengolah ritme permainan. Kali ini, mereka lebih melakukan penguasaan bola ketimbang menyerang untuk memancing para pemain Persib Bandung keluar dari sarangnya.

Pada menit ke-68, Ferdinand Sinaga sempat mendapat peluang gol di depan kotak penalti Persija. Namun, bola melambung tipis di atas gawang Andritany Ardhiyasa. Dengan begitu, permainan pun semakin sengit. Persib melancarkan serangan demi serangan di 15 menit akhir. Hingga akhirnya, sepakan bebas Ferdinand Sinaga dari sisi kiri membuahkan gol bagi Persib Bandung. Agregat berubah menjadi 1-3 atas Persija.

Kejutan di akhir untuk Persib Bandung lewat sepakan Riko Simanjuntak pada menit pertama injury time. Riko menerima umpan dari Osvaldo Haay dan berhasil membobol gawang Persib Bandung. Persija unggul 2-1.

Hingga akhir laga, skor bertahan 2-1. Persija berhasil menekuk kalah Persib Bandung pada final Piala Menpora di Stadion Menahan, Solo, pada Minggu kemarin.


Share: Tak Suportif, Ramai Aksi Vandalisme Bobotoh Usai Final Piala Menpora