featured

Instagram Joey Jordison

Budaya Pop

28 Jul 2021

Tentang Mendiang Joey Jordison, Kiprahnya di Slipknot hingga Kematiannya

Irfan Muhammad

Kancah metal global dirundung duka. Nathan Jonas Jordison, drummer asal Amerika Serikat yang dikenal berkat penampilannya bersama band cadas Slipknot meninggal dunia di usia 46.

Penggila musik keras

Akrab dikenal dengan nama panggilan Joey Jordison, jejak hentakan drumnya bagi penggila musik keras, terutama yang besar di dekade 90 dan awal 2000 memang punya kesan. Ia bertanggung jawab pada sejumlah nomor hits dari band yang tenar lewat kostum topengnya ini, seperti "Duality", "Before I Forget", atau lagu agresif "People = Shit".

​Bagi Slipknot, Joey sebetulnya bukan sekadar "eks-drummer". Lebih dari itu, ia adalah seorang pendiri. Bahkan nama Slipknot disematkan olehnya pada 1995 setelah sebelumnya band asal Iowa ini punya nama Pale Ones.

​Bersama Joey pula Slipknot menelurkan rilisan pertamanya "Mate. Feed. Kill. Repeat" pada 1996 dengan vokalis pertamanya Anders Colsefni yang kemudian digantikan posisinya oleh Corey Taylor sejak 1997 sampai hari ini.

​Joey dikenal dengan permainan drumnya yang punya kecepatan tinggi. Di Slipknot keahlian ini berpadu padan dengan permainan perkusi yang memang merupakan konsep big band milik Slipknot.

​Lagu keras yang mereka mainkan makin punya kesan horor dengan tema yang mengulas soal satanisme, dunia kegelapan, plus kostum yang menampilkan setelan boiler dan topeng. Belum aksi panggung mereka yang dikenal brutal. Seperti melempar drum, naik ke atas sound system dan lain-lain. Singkatnya, Joey bersama Slipknot membawa drama dan inovasi baru ke kancah metal Amerika.

​Khusus untuk Joey, sejak awal ia memilih topeng dengan karakter misterius tanpa ekspresi. Sepanjang karirnya bersama Slipknot, ia mengganti corak topengnya beberapa kali meski semuanya punya karakter yang sama.

​Karir Slipknot sejak debut album penuh 1999 cukup moncer. Lagunya merajai beberapa tangga lagu. Pada tahun 2005, Joey bersama Slipknot bahkan memenangkan Grammy dengan mendapatkan penampilan metal terbaik untuk "Before I Forget".

​Pada bulan Agustus 2010, pembaca majalah Rhythm memilih Jordison sebagai drummer terhebat dalam rentang tahun 25 tahun sebelumnya. Ia pun amat puas dengan capaian ini.

​"Ini lebih besar dari Grammy bagi saya! Kalian membuat saya tetap hidup, saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada kalian semua," kata Jordison.

Dikeluarkan dari band

​Namun, masa indah Joey bersama band yang ia dirikan selesai pada 2013. Saat itu Slipknot mengumumkan bahwa Joey sudah tidak bersama lagi dengan band karena alasan pribadinya.

​"Dengan rasa sakit yang luar biasa tetapi dengan rasa hormat yang tenang karena alasan pribadi Joey Jordison dan Slipknot berpisah." begitu siaran pers yang dibuat Slipknot.

​Namun, pada tahun 2014, publik dikejutkan dengan pernyataan Jordison yang mengklaim dia telah dipecat dan tidak pernah diberitahu sebelumnya. Bahkan pemecatan Joey juga dilakukan lewat email. Dia kemudian mengungkapkan bahwa dia menderita myelitis transversal, penyakit saraf,yang memengaruhi kemampuannya untuk bermain.

​Pada 2016, Joey juga mengungkapkan kekesalan atas penyakit yang ia idap.

“Saya kehilangan kaki saya. Saya tidak bisa bermain lagi. Itu adalah bentuk multiple sclerosis, yang tidak saya harapkan dan musuh terburuk saya,".

Namun lewat sejumlah usaha, Joey bangkit kembali. Ia bahkan mengajak orang dengan penyakit serupa untuk ikut bangkit.

"Saya mendapatkan diri saya di gym, dan saya mendapatkan diri saya kembali dalam terapi untuk mengalahkan ini. Jika saya bisa melakukannya, Anda bisa melakukannya. Untuk orang-orang dengan multiple sclerosis, myelitis transversal atau semacamnya, saya adalah bukti nyata bahwa Anda bisa mengalahkannya," ucap dia.

Setelah meninggalkan Slipknot, Jordison membentuk band Scar the Martyr, Vimic dan Sinsaenum, dan melanjutkan Murderdolls, sebuah proyek sampingan yang dia mulai pada 2002. Selama bertahun-tahun sebelum akhir hayatnya, dia juga memainkan drum live untuk Metallica, Korn, Satyricon, Ministry dan Rob Zombie.

Tentang myelitis transversal yang diidap Joe

Mengutip laman Alodokter, myelitis transversal adalah peradangan pada satu bagian saraf tulang belakang. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri, kebas atau mati rasa, tungkai atau lengan terasa lemah, serta gangguan buang air kecil dan buang air besar.

Belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini. Namun, infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh diduga menjadi pemicu dari myelitis transversal.

Penderita mielitis transversa umumnya dapat sembuh dan dapat kembali berjalan dengan normal. Namun pada kasus yang parah, penderita dapat mengalami kelumpuhan permanen, sehingga perlu dibantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Gejala myelitis transversal juga bisa timbul pada penyakit saraf lain yang berbahaya, misalnya stroke.

Penyakit ini biasanya hanya terjadi satu kali, namun pada beberapa kasus, penyakit ini bisa kambuh. Guna mencegah kekambuhan myelitis transversal yang terkait dengan multiple sclerosis dan neuromyelitis optica, dokter akan memberikan pengobatan untuk kedua penyakit tersebut.

Pernyataan keluarga

Kendati demikian, tidak ada pernyataan keluarga yang menyatakan kalau kematian Joey di usia 46-nya berhubungan dengan Myelitis Transversal. Dalam keterangan tertulis, pihak keluarga hanya memohon untuk seluruh pihak agar memberikan privasi mengenai kematian tersebut. Oleh karena itu, pemakaman Joey Jordison pun digelar secara tertutup.

​"Kami, keluarga Joey, meminta pada teman-teman, penggemar, dan rekan-rekan media untuk menghargai privasi dan kedamaian yang kami butuhkan dalam kondisi yang sulit ini. Keluarga akan mengadakan prosesi pemakaman secara tertutup dan meminta media dan publik menghargai keinginan itu," kata keluarga Joey dikutip dari Loudwire(https://loudwire.com/founding-slipknot-drummer-joey-jordison-dead-46/).

​Pada keterangan itu, keluarga menyatakan Joey Jordison meninggal dunia dalam tidurnya pada Senin, 26 Juli 2021 waktu setempat. Keluarga juga mengenang sang drummer sebagai sosok yang cerdas, lembut, dan baik hati. Mereka juga mengenang kecintaan Joey Jordison terhadap musik.

​"Kematian Joey membuat hati kami terasa hampa dan meninggalkan kesedihan yang mendalam. Untuk mereka yang mengenal Joey, kalian pasti tahu kecerdasannya, pribadinya yang lembut, kebesaran hatinya dan cintanya pada keluarga dan musik," tutur pihak keluarga.

Ucapan belasungkawa

​Tak hanya dari keluarga, ucapan bela sungkawa buat Joey juga disampaikan oleh rekan-rekannya sesama musisi. Serj Tankian, dari band System of a Down misalnya, mengenang Joey sebagai drummer yang luar biasa dan sosok yang fantastis. Frontman Trivium, Matthew Heafy menilai Joey berkontribusi banyak pada perubahan wajah musik keras di planet ini.

​Rekan sebandnya di Slipknot, Chris Fehn juga mengenang Joey. Menurutnya, Joey adalah alasan Fehn bergabung dengan Slipknot. Tanpa Joey, Fehn merasa tak akan pernah bisa dikelilingi oleh orang yang ia cintai.

​"Joey adalah inspirasi bagiku dan banyak orang lain. Kami merindukanmu, Joey".​

Share: Tentang Mendiang Joey Jordison, Kiprahnya di Slipknot hingga Kematiannya