Sains

Elon Musk: Akan Banyak yang Mati di Mars, Ini Sederet Risikonya!

Rendi Widodo– Asumsi.co

featured image
Foto: SpaceX

Jika selama ini kita selalu melihat sisi baik dan visionernya mimpi pendiri SpaceX, Elon Musk, untuk memindahkan manusia ke Planet Mars. Kali ini dengan santainya Elon menyingkap sisi gelap mimpinya tersebut.

Dikutip dari NZ Herald, Sabtu (24/4/21), Elon mengatakan bahwa “Mungkin akan banyak orang yang mati dan tidak berhasil kembali ke Bumi dalam explorasi Mars, tapi bukankah eksplorasi ini adalah petualangan yang benar-benar menantang dan luar biasa?” katanya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa perjalanan ke Mars adalah perjalanan yang sangat panjang, berbahaya, dan tentunya tidaklah menyenangkan. “Eksplorasi ini adalah misi sukarela, kita tidak akan menunjuk siapa yang harus berangkat,” tambahnya.

Baca juga: Menangkan Kontrak NASA, Elon Musk Siap Bantu Manusia ke Bulan

Elon yang juga merupakan pemilik pabrikan mobil listrik Tesla, sebelumnya mengatakan bahwa dia akan mengirim 1 juta orang ke Mars pada tahun 2050. Dia juga berencana membuat 1.000 pesawat Starships selama 10 tahun.

Artinya, SpaceX harus memproduksi 100 Starships per tahun untuk mewujudkan migrasi besar-besaran ke Mars ini.

Mimpi Elon ini adalah rencana seumur hidupnya untuk memindahkan manusia dari Bumi yang semakin tua dan mulai rentan karena perubahan iklim.

Apa Saja Risiko Perjalan ke Luar Angkasa?

Radiasi di luar angkasa 10 kali lebih tinggi dibandingkan di Bumi. Dikutip dari Space.com, siapa pun yang melakukan perjalanan luar angkasa akan berisiko sangat tinggi terpapar radiasi. Radiasi akan meningkatkan risiko kanker dan merusak sistem saraf pusat yang berakibat pada melemahnya sistem motorik serta perubahan perilaku.

Stres dan gangguan perilaku karena terisolasi dalam ruang sempit bersama beberapa orang dalam waktu yang lama. Hal ini sangat mungkin terjadi karena pesawat ruang angkasa selalu dibuat dengan efisiensi ruang yang sangat ketat. Itulah mengapa memilih kru dengan mental yang sangat baik begitu penting dalam perjalanan ke angkasa luar.

Baca juga: Heli Robotik NASA Berhasil Terbang di Mars, Ini Misinya!

Jarak Mars dari Bumi yang mencapai 225 juta km tentu memaksa seorang astronot memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Tak ada bantuan yang bisa tiba-tiba didatangkan dengan durasi sekali perjalanan hingga 6 bulan tersebut. Semua rencana tentu harus berjalan sempurna tanpa ruang untuk kegagalan.

Dikutip dari Space.com, gravitasi yang sangat rendah selama di ruang angkasa akan menggerogoti massa otot dan kepadatan tulang. Itulah mengapa seorang astronot yang kembali dari eksplorasi ruang angkasa yang lama bisa menjadi begitu lemah ketika kembali ke Bumi.

Tertarik untuk berangkat ke Mars?

 

Share: Elon Musk: Akan Banyak yang Mati di Mars, Ini Sederet Risikonya!