Vaksin Covid-19

Stok Terbatas Sulitkan Vaksinasi Covid-19 Dalam Negeri

OlehAwan

featured
Foto: Unsplash

Perlombaan untuk mengamanan pasokan vaksin Covid-19 kian masif. Semua negara berlomba-lomba, tak terkecuali Indonesia yang mengejar target untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Selain mendapatkan vaksin jadi yang diimpor dari luar negeri, menggenjot produksi vaksin di dalam negeri juga jadi solusi. Kondisi ini yang membuat berebut curah vaksin atau bulk terus dilakukan berbagai negara.

Indonesia nampaknya bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, 6 juta curah vaksin asal China, Sinovac, telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Nantinya bahan baku vaksin tersebut akan diproses menjadi vaksin jadi di fasilitas milik Biofarma. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ini merupakan bagian dari 140 juta bulk Sinovac yang telah dipesan pemerintah Indonesia.

Baca juga: Denmark Hentikan Total AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut!


Total, Indonesia telah menerima 8 kali kedatangan bulk vaksin Sinovac. Total setidaknya Biofarma telah mendapatkan 52 juta dosis bulk Sinovac yang siap diolah dan diedarkan.

Jumlah Vaksin Terbatas

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi melaporkan sudah ada 10,8 juta orang yang disuntik vaksin dosis pertama dan 5,8 juta orang yang sudah divaksin dosis kedua. Sayang, memasuki bulan puasa, proses vaksinasi mengalami penurunan. “Ada penurunan tren jumlah penyuntikan di April hingga 200 ribu sampai 250 ribu per hari,” ujar Nadia dalam paparan webinar PB IDI, (18/4/21).

Harus diakui, keterbatasan dosis vaksin saat ini membuat proses vaksinasi mulai melambat. Nadia mengatakan, di bulan Maret ini stok vaksin yang tersedia hanya 18 juta. Jumlahnya menurun di April yang hanya sekitar 7 sampai 15 juta dosis. Kurangnya pasokan vaksin juga diamini oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA yang menyatakan persediaan vaksin di bulan Mei mendatang hanya sekitar 25% dari kebutuhan vaksin di Indonesia.

Baca juga: Apa yang Bikin Anggota DPR Berbondong-bondong Jadi Relawan Vaksin Nusantara?


“Vaksin jumah besar baru akan tiba di Juni 2021,” kata Safrizal, (18/4).

Padahal, Indonesia menargetkan jumlah dosis mencapai 363 juta dosis vaksin dari jumlah masyarakat yang akan divaksin yakni targetnya 181,5 juta demi mencapai kekebalan kelompok.

Sulitnya mendapatkan bahan baku vaksin untuk diproduksi juga terjadi di belahan negara lain, contohnya India. Mengutip Aljazeera, tren vaksinasi di India mulai menurun. Vaksinasi yang mencapai puncaknya pada 5 April 2021 yakni mencapai 4 ,5 juta dosis per hari, harus turun menjadi 3 juta dosis per hari. Pemerintah India mengatakan pada jumat lalu bahwa saat ini pemerintah hanya memiliki 30 juta dosis vaksin yang bisa bertahan untuk 10 hari.

Terbaru, Ketua Serum Institute India (SII), Adar Poonawalla bahkan mendesak pemerintahan AS untuk mencabut larangan ekspor bahan baku vaksin. Mengutip Reuters, Adar menyebut embargo AS telah menyebabkan krisis produksi vaksin yang disediakan untuk negara berkembang.

Share: Stok Terbatas Sulitkan Vaksinasi Covid-19 Dalam Negeri