Isu Terkini

Warganet Indonesia Berulah Lagi, Kali Ini Terhadap Pasangan Sejenis Asal Thailand

OlehM. Ashari

featured image
Facebook/สุริยา เกิดแสง

Perilaku warganet Indonesia rupanya membuat Suriya Koedsang, warga Thailand, gerah. Sampai-sampai ia menyewa pengacara karena merasa terganggu dengan komentar-komentar warganet Indonesia yang sudah menyinggung pembunuhan terhadapnya.

Perkara ini bermula ketika Suriya mengunggah foto pernikahan dengan pasangan sejenisnya di akun Facebook, 4 April 2021 Ada sekitar 50 foto yang diunggah oleh Suriya. Dalam foto-foto yang diunggah itu diperlihatkan suasana layaknya akad nikah: ada keluarga dan rekan sejawat menyalami kedua mempelai pria, ada saling tukar cincin, sampai pemberkatan secara relijius dari para biksu.

Unggahan itu mungkin normal-normal saja di Thailand. Melansir Mothership, meski pernikahan sesama jenis tidak dibakukan dalam regulasi negara, tapi praktik pesta pernikahan sesama jenis telah menjadi hal yang biasa terjadi.

Pemuka agama Budha di sana pun tidak mempermasalahkan perkawinan sejenis. Hal itu dibuktikan dari foto yang diunggah Suriya, dimana terlihat beberapa biksu memberikan semacam pemberkatan kepada Suriya dan pasangan prianya.

Tapi, runtuhnya sekat-sekat jarak dan teritori fisik dalam dunia maya, tampaknya telah membuat benturan nilai-nilai semakin gamblang. Warganet Indonesia, yang tidak terbiasa dengan perkawinan sejenis, langsung berkomentar serampangan di unggahan foto Suriya. Komentar-komentarnya sungguh “buas”, merentang mulai dari persoalan kelamin sampai moralitas. Contohnya saja, ada salah satu akun yang berkomentar “Thailand Kontol Ayam”. Lalu, ada juga yang berkomentar “Udah doanya slah kawin jga slah kiamat lah sudah”.

Saat akun Suriya diakses pada Senin (13/4), terlihat unggahan foto itu sudah dibagikan 36 ribu kali dan dikomentari 347 ribu kali. Tidak semua yang berkomentar adalah warganet Indonesia. Warganet Thailand juga ikut berkomentar. Umumnya warganet Thailand berkomentar dengan nada membela Suriya dan pasangan prianya. Hal ini sekaligus membuat akun Facebook Suriya seolah-olah medan pertempuran komentar.

Sejak upaya menerjemahkan bahasa kini semakin dipermudah dengan beragam aplikasi di ranah digital, tampaknya perang komentar antar orang berbeda budaya pun semakin gampang dilakukan di ranah maya. Terlebih dengan adanya pilihan menyampaikan pesan yang tidak melulu memakai huruf, tetapi juga emotikon sampai meme yang cenderung lebih bersifat universal dalam hal pemaknaan. Begitulah suasana di seksi komentar unggahan Suriya terjadi: komentar bernada saling serang yang berhuruf latin, berhuruf Thailand, berbahasakan meme sampai emotikon, bertaburan.

Komentar-komentar warganet Indonesia pun tidak terbatas hanya di unggahan foto pernikahan Suriya. Tetapi juga di unggahan-unggahannya yang lain. Tampaknya akun Facebook Suriya kini menjadi populer juga. Pasalnya, dalam beberapa unggahannya di Facebook, terdapat komentar-komentar yang jumlahnya mencapai ribuan.

Selain itu, Suriya juga terlihat beberapa kali mengunggah tayangan berita di stasiun televisi Thailand yang tengah membahas ulah warganet Indonesia. Pasalnya, unggahan foto pernikahan Suriya di Facebook, yang menjadi pokok perkara, beberapa kali dimunculkan dalam tayangan televisi. Dalam salah satu tayangan, disebutkan bila warganet Indonesia telah melecehkan sepasang kekasih dan mengancam akan membunuhnya.

Bagaimana pun juga, di tengah “perang” yang sampai menelan ribuan komentar itu, Suriya tidak pernah ikut nimbrung. Ia memang sengaja memutuskan untuk menjauhi respon terhadap komentar-komentar yang dialamatkan kepadanya. Meski ia mengaku memiliki banyak pertanyaan soal kelakuan warganet Indonesia yang berkomentar di unggahan fotonya.

“Saya banyak pertanyaan di dalam kepala, kenapa?? Kami menikah di rumah sendiri dan keluarga, di tempatku sendiri, di tanah airku sendiri dan apa yang salah dengan Indonesia dan orang-orangnya? Kenapa sih harus sedramatis itu? Kenapa pula harus terjadi kepada kami (dihujat warganet Indonesia) sementara masih banyak LGBTQ lain yang juga melakukan pesta pernikahan di sini? Kenapa harus kami,” katanya, sebagaimana dilansir dari Coconuts.co

Suriya mengaku bahwa dirinya menghormati setiap agama. Ia mengenang pengalamannya tinggal di Pattani, wilayah paling selatan Thailand, dimana islam adalah agama mayoritas.

“Saya tidak memiliki masalah sama sekali, bahkan sama sekali tidak menjalani momen-momen yang menyulitkan, ketika tinggal di sana. Terlebih lagi, keluarga Muslim ku selalu mendukung aku apa adanya. Agama tidak pernah mengajari kamu membenci orang lain, merendahkan orang-orang. Sebaliknya, agama mendorong mencerahkan hati manusia untuk berbuat baik,” tuturnya.

Suriya mengaku bila ia tidak henti-hentinya dirundung komentar warganet Indonesia selama tiga hari sejak foto pernikahan itu diunggah pertama kali di facebook. Dan dari sekian ratus ribu komentar yang bermunculan itu, komentar yang benar-benar membuatnya merinding adalah yang mengandung pesan ancaman pembunuhan. Terlebih ketika ancaman itu tidak hanya ditujukan ke dirinya saja, namun juga orang-orang terdekatnya. Hal itu pula yang mendorong Suriya menyewa pengacara, yakni Ronnarong Kaewpetch, untuk mencari perlindungan secara hukum.

Ronnarong disebut-sebut sebagai pengacara berprofil tinggi di Thailand. Ia juga berafilisasi dengan lembaga bernama Network of Campaigning for Justice, sebuah lembaga yang bergerak di isu-isu publik. Ronnarong memutuskan untuk menerima permintaan Suriya terkait masalah yang tengah melandanya itu setelah mengetahui adanya ancaman pembunuhan terhadap Suriya.

Dilansir dari Coconuts.co, Ronnarong mengatakan dirinya tidak menerima perlakuan warganet Indonesia terhadap Suriya dan pasangan prianya. Ia menilai warganet Indonesia telah memberikan komentar-komentar bernada merendahkan dan penuh dengan kata-kata jorok.

Ia memberikan peringatan kepada warganet Indonesia yang telah memperlakukan Suriya dengan tidak pantas. Menurutnya, polisi sudah siap untuk menangkap warganet Indonesia begitu memasuki teritori Thailand. 

“Orang Indonesia, jangan berpikir bahwa karena kamu berada di negara yang berbeda, maka aku tidak bisa melakukan apa-apa di sini. Setiap saat kamu memasuki Thailand, saya punya polisi yang memiliki surat perintah untuk menangkap anda,” tuturnya.

Ulah yang Berulang

Kejadian yang menimpa Suriya ini menambah daftar ulah warganet Indonesia di ranah maya. Dari catatan Asumsi.co, warganet Indonesia pernah berulah sangat keterlaluan dengan berkomentar rasis terhadap pesepakbola Patrich Wanggai. Hal itu terjadi dalam suasana turnamen Piala Menpora 2021, tak lama seusai Wanggai mencetak gol dan membawa PSM Makassar menang 2-0 atas Persija Jakarta di laga grup B.

Sebelumnya, warganet Indonesia juga berulah dengan berduyun-duyun mengomentari akun instagram Microsoft. Dilansir dari detik.com, akun resmi Microsot di Instagram sempat ditutup kolom komentarnya. Diduga kuat penutupan itu untuk mengantisipasi serbuan para warganet Indonesia yang tidak terima dengan hasil survey.

Serangan komentar itu dipicu oleh dipublikasikannya hasil survey Microsoft tahun 2020, yang salah satu isinya menunjukkan warganet Indonesia adalah yang paling tidak sopan dalam hal bersosialisasi di ranah maya se-Asia Tenggara.

Survey Microsoft bertajuk Civility, Safety & Interaction Online itu mengambil 16.000 responden sebagai sampel. Responden itu tersebar di 32 negara. Di Indonesia, terdapat 503 responden yang menjadi sampel survey. Dalam Digital Civilty Index (DCI) atau indeks keadaban digital, Indonesia tercatat memiliki skor 76. Dalam tingkatan negara Asia Tenggara-Australia, Indonesia menduduki posisi buruk dalam DCI. Posisi Indonesia masih berada di bawah negara-negara, seperti India, Thailand dan Vietnam. Sementara Singapura menjadi negara yang posisinya paling bagus.

Laporan Microsoft itu menyebutkan bila keadaban warganet Indonesia pada tahun 2020 turun memburuk sebanyak 8 poin dari tahun sebelumnya. Riset Microsoft sendiri sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Salah satu hasil riset itu juga menunjukkan bila sebanyak 47% dari total responden yang berpartisipasi pernah terlibat dalam aksi perundungan.

Share: Warganet Indonesia Berulah Lagi, Kali Ini Terhadap Pasangan Sejenis Asal Thailand