Internasional

Berlian Terbesar Ketiga di Dunia Ditemukan di Botswana, Bagaimana Bentuk Para Pendahulunya?

OlehCitra

featured image
Pixabay.com

Berlian yang baru-baru ini ditemukan di Botswana, sebuah negara di Afrika bagian selatan, diyakini sebagai berlian terbesar ketiga di dunia. Berlian itu memiliki kandungan 1.098 karat dan berukuran 73 mm x 52 mm x 2 cm. Debswana, perusahaan berlian terbesar di Afrika, menemukannya pada 1 Juni 2021 lalu.

Penemuan itu terjadi ketika Debswana melakukan penggalian di Tambang Jwaneng. Meskipun begitu, permata besar tersebut belum diberi nama seperti para pendahulunya.

Pejabat Direktur Pelaksana Debswana, Lynette Armstrong, kemudian menyerahkan batu itu kepada Presiden Botswana, Mokgweetsi Masisi, Rabu (16/6/2021).

“Ini adalah berlian terbesar yang ditemukan oleh Debswana dalam sejarahnya selama lebih dari 50 tahun beroperasi,” kata Armstrong, dikutip dari BBC. “Dari analisis kami, itu bisa menjadi batu permata berkualitas terbesar ketiga di dunia,” imbuhnya.

Armstrong menyebut, pihaknya belum membuat keputusan mengenai tindak lanjut kepemilikan batu berlian itu, apakah akan dijual melalui De Beers - perusahaan internasional spesialis penambangan dan produksi berlian - ataukah melalui Okavango Diamond Company milik negara.

Baca juga: Belanda Janji Kembalikan Pusaka Indonesia, Salah Satunya Berlian 70 Karat | Asumsi

“Batu langka dan luar biasa. Sangat berarti dalam konteks berlian dan Botswana,” ujar Armstrong. “Ini membawa harapan bagi bangsa yang sedang berjuang,” lanjutnya, dikutip dari The Guardian.

Jika berlian yang masih tanpa nama itu memiliki 1.098 karat dan menjadi terbesar ketiga di dunia, bagaimana dengan para pendahulunya? Sebesar apakah mereka?

Sebelum penemuan itu terjadi, sebuah berlian 1.111 karat ditemukan di negara yang sama pada November 2015 silam. Botswana selama ini dikenal juga sebagai negara produsen berlian terbesar di dunia.

Dilansir dari BBC, berlian itu bernama Lesedi La Rona. Lesedi La Rona ditemukan di Tambang Karowe, sekitar 500 kilometer dari utara ibu kota. Batu permata tersebut menjadi berlian terbesar yang ditemukan di Botswana.

Tak hanya itu, Lesedi La Rona juga merupakan penemuan terbesar dalam lebih dari satu abad.

Berlian ini dipotong menjadi sembilan batu terpisah. Dikutip dari Bloomberg, perusahaan eksplorasi dan pertambangan berlian yang beroperasi di Afrika Selatan, Lucara Diamond Corp, kemudian menjual Lesedi La Rona ke Graff Diamond seharga 53 juta dollar AS—senilai 47.777 dollar AS per karat—pada tahun 2017.

Sementara itu, posisi berlian terbesar di dunia diraih oleh Cullinan. Cullinan merupakan berlian 3.106 karat dengan berat 1,33 pon. Berlian ini ditemukan di Tambang Premier, Pretoria, Afrika Selatan pada 25 Januari 1905.

Dilansir dari History.com, seorang pengawas tambang bernama Frederick Wells sedang berada 18 kaki di bawah permukaan bumi saat melihat kilatan cahaya menyerupai bintang menancap di dinding, tepat di atasnya.

Sore itu juga, Wells membawanya kepada pemilik tambang, Sir Thomas Cullinan. Sang pemilik kemudian menjual berlian itu kepada pemerintah provinsi Transvaal. Hingga akhirnya, batu itu diberikan kepada Raja Inggris, Edward VII, sebagai hadiah ulang tahun.

Perjalanan pengiriman hadiah berlian dari Afrika ke London membuat Raja Edward VII khawatir. Lantas, dia mengatur rencana untuk mengirim berlian palsu menggunakan kapal uap sebagai taktik pengalih perhatian. Umpan tersebut diberikan kepada para detektif yang mengintai, sedangkan berlian asli dikirim ke Inggris di dalam kotak biasa.

Setibanya di Inggris, Raja Edward VII mempercayakan pemotongan Cullinan kepada Joseph Asscher, kepala Asscher Diamond Company di Amsterdam, Belanda. Asscher dikenal piawai dalam memotong berlian. Sebelumnya, Asscher pernah memotong Excelsior Diamond, berlian 971 karat yang terkenal pada tahun 1893.

Baca juga: Harta Karun Suku Maya di Rumah Petani, Nilainya Setara Rp 1,7 Miliar! | Asumsi

Cullinan kemudian dipotong menjadi sembilan batu besar dan 96 batukecil. Harganya mencapai jutaan dolar pada saat itu.

Batu terbesar pertama disebut sebagai “Star of Africa I”, atau “Cullinan I”, dengan berat 530 karat. “Cullinan I” menjadi berlian tak berwarna yang memiliki kualitas terbaik dengan potongan terbesar di dunia. Batu terbesar kedua, “Star of Africa II” atau “Cullinan II” memiliki berat 317 karat.

Kedua batu tersebut beserta “Cullinan III” dipajang di Menara London bersama permata mahkota Inggris lainnya. Cullinan I dipasang di Tongkat Kerajaan Inggris, sedangkan Cullinan II berada di Mahkota Negara Kekaisaran.

Share: Berlian Terbesar Ketiga di Dunia Ditemukan di Botswana, Bagaimana Bentuk Para Pendahulunya?