Teknologi

Presiden Jokowi Minta BPPT Akuisisi Teknologi Maju, Seperti Apa?

OlehRidwan Achmad

featured image
Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk lebih agresif dalam berburu inovasi dan teknologi. Hal ini ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT tahun 2021 (9/3/2021). Jokowi meyakini, ada banyak sekali inovasi yang telah dihasilkan oleh peneliti dan lembaga riset. Inovasi-inovasi teknologi tersebut, harus bisa sudah matang mau pun memerlukan pengembangan.

Jokowi juga berharap agar BPPT, sebagai lembaga pemerintah non-kementerian, bisa menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. 

Hammam Riza, Kepala BPPT mengatakan poin akusisi teknologi yang disampaikan Presiden Jokowi pada dasarnya telah diterapkan oleh lembaga yang dipimpinnya. Saat ini, BPPT tengah mengakuisisi dan mengembangkan kembali teknologi drone. Drone diharapkan mampu mengawasi seluruh kedaulatan wilayah Indonesia.

Presiden Jokowi juga ingin BPPT menjadi pusat kecerdasan teknologi dengan mengembangkan penguasaan teknologi kecerdasan buatan. Menurut Hamam, butuh kolaborasi semua pihak agar hal ini tercapai. Sebab, teknologi yang kerap disebut artificial intelligence ini membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni.

Pengamat Teknologi dari Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Nonot Harsono mengatakan BPPT memang seharusnya memiliki peran yang strategis. Ia harus mampu mengkaji penerapan teknologi-teknologi yang ada saat ini, dan menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.

“Teknologi ini kan banyak. BPPT, bekerjasama dengan kampus dan lembaga penelitian untuk mengkaji penerapan teknologi apa yang dibutuhkan untuk Indonesia. Misalnya saja, teknologi pengemasan. Nah, BPPT posisinya untuk mengembangkan agar teknologi yang sudah ada nantinya bisa digunakan masyarakat,” jelasnya kepada Asumsi.co, Selasa (9/3/2021).

Nonot juga menyontohkan teknologi yang mungkin dapat dikembangkan BPPT lebih jauh, seperti teknologi pendeteksi Covid-19. Saat ini sudah banyak bermunculan alat-alat pendeteksi.

“BPPT bagian yang lebih menajamkan lagi. Baik dari sisi uji klinis dan penerapannya. Di mana letak plus dan minus teknologi yang sudah ada. Kemudian bagaimana dengan tingkat akurasi, kemudahan pemakaian, dan ketahanan alatnya,” terang Nonot.

BPPT juga bisa menjadi sektor pemimpin dalam tata kelola pemanfaatan teknologi di semua sektor yang dibina oleh Kementerian teknis baik berupa teknologi pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, pengolahan pasca panen, industri kimia, dan lain sebagainya.

“Yang diperlukan negara adalah tata kelola pemanfaatan teknologi. BPPT punya peran di situ juga,” jelas dia.

Ketua DPD AA La Nyala meyakini bahwa BPPT mampu menjadi akselerator teknologi terutama untuk memulihkan kondisi ekonomi bangsa ini. Terutama jika BPPT mampu mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

“BPPT juga bisa bersinergi dengan talenta-talent diaspora, peneliti-peneliti, di universitas, startup teknologi, dan anak-anak muda yang militan untuk mengembangkan kecerdasan artificial,” ungkap La Nyala.

Share: Presiden Jokowi Minta BPPT Akuisisi Teknologi Maju, Seperti Apa?