Isu Terkini

Surat Beracun untuk Donald Trump

OlehRamadhan

featured image

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diduga menjadi target pembunuhan pada akhir pekan lalu. Sepucuk surat yang mengandung racun mematikan, risin, dikirimkan kepadanya di Gedung Putih. Pengirim surat tersebut telah ditangkap otoritas AS.

Surat tersebut ditemukan di sebuah fasilitas penyortiran surat-surat untuk Gedung Putih. Sabtu (18/9/20), Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan bahwa surat itu dikirimkan dari Kanada. Selain itu, amplop lain dengan isi serupa juga dikirimkan ke sebuah alamat di Texas. Ada kemungkinan keduanya berhubungan.

Reuters pada Selasa (22/9) mengabarkan bahwa seorang tersangka telah ditangkap Kepolisian Kanada (RCMP) di perbatasan AS dan Kanada, dekat Buffalo, New York, Minggu (20/9) waktu setempat. Pihak yang sama mengungkapkan ada  enam surat berisi racun risin yang dikirimkan ke berbagai wilayah AS, termasuk untuk Presiden Trump di Gedung Putih.

Identitas tersangka, selain bahwa ia perempuan, tidak diungkapkan Kepolisian Kanada ke publik, namun beberapa sumber lain menyebutkan bahwa tersangka berkewarganegaraan ganda: Kanada dan Prancis. Tersangka akan dihadirkan dalam sidang di pengadilan federal di Distrik Barat New York, Selasa (22/9) sore waktu setempat.

Saat mengawasi penggerebekan apartemen tersangka di pinggiran Montreal, Kanada, seorang pejabat RCMP bernama Charles Poirier mengatakan, "Kami tidak bisa memastikan bahwa tersangka tinggal di sana."

Departemen Kepolisian di Mission, Texas, menyatakan bahwa mereka menerima surat mencurigakan tersebut pekan lalu. Juru bicara Kepolisian Mission, Art Flores, menyatakan pihaknya tidak membuka surat itu dan langsung menyerahkannya kepada FBI.

Flores juga mengatakan bahwa Kepolisian Mission sebelumnya pernah menangkap tersangka yang sama pada 2019 atas dasar kepemilikan senjata tanpa izin, penolakan penangkapan, serta kepemilikan SIM palsu.

Reuters mengabarkan bahwa FBI juga menyelidiki sejumlah surat beracun yang dikirimkan ke kantor penegak hukum dan fasilitas penahanan di Texas bagian selatan. Menurut laporan Associated Press, tujuan surat-surat itu termasuk kantor penegak hukum di Rio Grande Valley di Texas bagian selatan dan ke kantor Sheriff Hidalgo County di Texas.

Sejauh ini, penyidik tidak menemukan keterkaitan tersangka dengan kelompok politik maupun teroris mana pun. Motif tersangka juga belum diketahui. RCMP menegaskan bahwa Tim Khusus Kimia, Biologis, Radiologis, Nuklir dan Bahan Peledak memimpin penyelidikan.

Sekadar informasi, racun risin dapat diproduksi dengan mengolah biji jarak. Ia zat mematikan yang, jika ditelan, dihirup, atau disuntikkan, dapat menyebabkan mual, muntah, pendarahan, dan pada akhirnya kegagalan organ.

Kabarnya, hingga kini belum ada penawar yang diketahui untuk risin. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, jika seseorang terpapar risin, kematian dapat terjadi dalam 36 hingga 72 jam, tergantung pada dosis yang diterima.

CDC mengatakan racun ini– yang sudah pernah digunakan dalam berbagai rencana aksi teror – dapat dibuat menjadi senjata berupa bubuk, asap, dan butiran.

Share: Surat Beracun untuk Donald Trump