Isu Terkini

Dimas Prasetyo, Atlet Bulutangkis Tuna Grahita Perebut 3 Medali di Los Angeles

OlehRamadhan

featured image

Indonesia memiliki sederet atlet difabel potensial, berprestasi dan jadi inspirasi. Salah satu atlet yang akan tampil mewakili Indonesia di ajang Asian Para Games 2018 adalah Dimas Prasetyo yang merupakan atlet bulutangkis difabel andalan tanah air.

Dimas mulai menyukai aktivitas berbau olahraga sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kala itu, meski memiliki keterbatasan, Dimas merupakan seorang anak yang aktif, bahkan ia sering melakukan kebiasaan dengan melakukan aksi berbahaya.

Menurut sang ibu, pada suatu waktu, Dimas pernah memaksa untuk bermain sepeda. Lantaran belum bisa mengimbangi kondisi fisik saat menjalankan sepeda, Dimas akhirnya pernah terjatuh dari sepeda. Meski sering melakukan aksi berbahaya, Dimas tetap tak kapok untuk mengulanginya kembali.

Selain bersepeda, Dimas kecil juga ternyata hobi bermain sepakbola. Namun, meski menyukai sepakbola, perjalanan Dimas justru tak berlanjut di olahraga populer di dunia ini. Lantaran sering cedera, ayah dan ibu Dimas pun mulai khawatir.

Kedua orang tuanya pun sampai berpikir bahwa Dimas harus diarahkan ke medium yang tepat. Akhirnya, Dimas disarankan menekuni olahraga bulutangkis oleh orang tuanya. Ternyata, lewat cabang inilah, Dimas mampu berprestasi hingga ke level internasional.

Sejak saat itu, Dimas pun berlatih dasar-dasar bulutangkis hingga akhirnya ia mulai jatuh cinta dengan salah satu olahraga paling populer di Indonesia tersebut. Bahkan, kecintaannya dengan bulutangkis terus berlanjut hingga ia duduk di bangku kelas XI Sekolah Luar Biasa Negeri Pembina, Yogyakarta.

Bulutangkis ternyata membuat jalannya untuk mengukir prestasi mulai terbuka. Dimas kerap meraih juara dalam sejumlah perlombaan bulutangkis nasional. Bahkan, Dimas meraih prestasi setinggi mungkin hingga tingkat Internasional.

Tak tanggung-tanggung, meski terlahir sebagai manusia tunagrahita, Dimas pernah berhasil meraih total tiga medali emas cabang bulutangkis pada Special Olympics World Summer Games 2015 di Los Angeles. Saat itu, ia sukses mengalahkan lawan-lawannya dari negara lain di nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran.

Prestasi itu pun tak hanya membuat takjub masyarakat Indonesia sendiri, tapi juga  publik dunia. Sekali lagi, Dimas membuktikan bahwa keterbatasan sama sekali bukan penghalang baginya untuk mengukir prestasi setinggi mungkin.

Atas prestasinya tersebut, Kemenpora memberikan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp600 juta dan menjanjikan tunjangan tiap bulan untuk Dimas.

Kini, Dimas pun tengah melakukan persiapan maksimal jelang tampil di pentas Asian Para Games 2018 yang diadakan pada 6-13 Oktober 2018 mendatang. Dimas sendiri tentu ingin mengharumkan nama Indonesia di hadapan pendukung sendiri dengan meraih prestasi setinggi mungkin.

Share: Dimas Prasetyo, Atlet Bulutangkis Tuna Grahita Perebut 3 Medali di Los Angeles